Safari Ramadhan, NU Blitar Menuturkan Keistimewaan Umat Nabi Muhammad Dibanding Umat Terdahulu

Blitar – Wakil Rois Syuriyah PCNU Kota Blitar KH Sukamto Abdul Hamid mengajak segenap umat Islam untuk terus memperbaiki kualitas dan kuantitas ibadah kepada Allah SWT. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan diri dengan bekal yang cukup ketika saat nanti bertemu dengan alam keabadian yaitu alam akhirat.
Untuk sampai ke alam keabadian ini, lanjutnya, manusia harus bertemu dahulu dengan alam kematian. Sehingga sebagai umat yang beriman harus menyadari bahwa alam kematian adalah awal dari kehidupan baru.
“Kita harus bertemu kematian dulu sebelum menemui alam keabadian. Jangan dikira setelah kita meninggalkan dunia ini semua urusan selesai,” jelas KH Sukamto Abdul Hamid.
“Yang masuk ke surga adalah mereka yang dipilih. Salah satunya adalah mereka yang mendapat syafaat dari Nabi dan mereka yang memang dikehendaki dari Allah SWT,” jelasnya.
Oleh karenanya dalam setiap hembusan nafas, ia mengajak agar senantiasa mengingat Allah SWT seraya berharap semoga Allah memberi yang terbaik kepada umat-Nya.
“Tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah shalat dengan berjamaah, shalat sunah, zikir dan doa. Yang terbaik menurut Allah adalah yang terbaik untuk kita. Jangan meminta yang terlalu tinggi di luar kemampuan kita. Sesuaikan dengan diri kita sendiri,” pesannya.
KH Sukamto Abdul Hamid menuturkan berbagai kemulian yang diberikan oleh Allah kepada umat Nabi Muhammad di mana kemuliaan-kemuliaan itu tidak diberikan kepada umat Bani Israil. Di antara perlakuan Allah yang mengistimewakan umat akhir zaman ini adalah:
Pertama, bila pakaian terkena najis tertentu, umat Nabi Muhammad mensucikan apa saja yang terkena najis cukup dengan air dan dengan debu.
Kedua, bila seorang perempuan haid, masih diperbolehkan bergaul, makan bersama, tinggal serumah, dan juga tidur sekasur dengan istri yang sedang haid. Hanya saja mereka tidak diperbolehkan berhubungan intim dengannya.
Ketiga, ketika seorang melakukan tindak pidana pembunuhan diberlakukan diyat sebagai pengganti qishash apabila keluarga orang yang dibunuh memberika maaf bagi orang yang membunuh (Surat Al-Baqarah ayat 178)
Keempat, ketika melakukan kesalahan berupa penyembahan terhadap sapi. Allah memberikan jalan yang mudah bagi mereka untuk melakukan pertaubatan atas dosa-dosa yang dilakukan. Bahkan Allah mengabarkan bahwa Ia akan menerima taubat dan memaafkan setiap kesalahan(Surat An-Nisa ayat 110)
Kelima, bila salah seorang umat Muhammad melakukan satu perbuatan dosa atau kemaksiatan. Maka diupayakan tidak membuka dan mengumbar kesalahan mereka kepada orang lain. Selalu menutup rapat kesalahan tersebut.
Keenam, ketika membangkang dalam hati. Allah SWT mengampuni (tidak akan menghisab) apa-apa yang dibatinkan di dalam hati ummat Muhammad. Allah SWT hanya akan menghisab perbuatan yang secara nyata dilakukan oleh anggota badan.
Ketujuh, umat Nabi Muhammad diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan apapun meskipun di hari Jum’at sebagai hari raya umat Islam. Baik sebelum maupun sesudah shalat Jum’at umat Nabi Muhammad diperkenankan melakukan aktifitas duniawi tanpa ada ancaman hukuman apapun dari Allah.
Selain menjelaskan tentang keistimewaan umat Nabi Muhammad dibanding umat terdahulu. KH Sukamto Abdul Hamid juga meminta mewaspadai ajaran Wahabi yang saat ini sudah merangsek masuk ke dalam sendi kehidupan seperti sekolah, pondok pesantren, gerakan radikal dan sejenisnya. Salah satu solusi melawan itu yakni membentengi nadliyin dengan mengamalkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Hal itu disampaikan KH Sukamto Abdul Hamid pada safari ramadhan di Masjid Baitul A’la Perumnas Pakunden Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (8/5). Wakil Syuriah PCNU Kota Blitar  ini menuturkan, ajaran Wahabi saat ini sudah berkembang pesat dan jika dibiarkan akan berbahaya bagi umat Islam. “Karena dapat merusak akidah umat, dan memecah belah persatuan dan kesatuan serta merongrong keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” katanya.
Dan dalam sejarahnya, NU selalu berada di garda terdepan dalam melawan ajaran Wahabi. “Seperti contoh di Arab Saudi dulu, ulama NU melakukan protes ketika makam Nabi Muhammad SAW akan dipindahkan oleh kelompok Wahabi. Dan alhamdulilillah sampai saat ini batal dilaksanakan,” pungkasnya.
Pihaknya berharap kegiatan safari ramadhan ini mendapatkan keberkahan dan kelancaran serta ridha dari Allah SWT. Serta misi NU yang paling utama menjaga mazhab Aswaja tidak sampai ternodai oleh kelompok ajaran apapun.
Sekretaris PCNU Kota Blitar, H Sarianto, M.Pd.I menambahkan kegiatan safari ramadhan ini untuk memperkuat silaturahim. Juga melakukan Turba (Turun ke Bawah) ke MWC, ke ranting-ranting. Tujuannya ngecek pengurus-pengurus di tiap ranting.
“Turba ini akan dilaksanakan insyallah setelah bulan Ramadhan. Agar semua pengurus ranting NU Kota Blitar betul-betul bergerak. Dengan harapan pada setiap ranting, lembaga dakwah dan lazisnu tetap berjalan. ” katanya.
Reporter: Susiyah
Editor : Abd Umar