Kader LTNNU Kota Blitar yang Kaya Prestasi Menulis, Fhilmal Siana

Fhilmal Siana merupakan kader Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kota Blitar Divisi Literasi Digital. Ia patut dibanggakan karena prestasi dan konsistensinya menulis.
Terbaru, Fhilmal menjuarai Lomba Cipta Cerpen dan Cipta Baca Puisi (LC3BP) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) sederajat saat Hari Lahir (Harlah) ke-5 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar.
Ia menceritakan bahwa apa yang diperoleh saat ini bukanlah hal instan. Ia mengaku sudah menggeluti dunia cipta puisi sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Karena baginya, puisi merupakan menulis bebas, penuh pemaknaan, dan sebagai ekspresi diri dalam suatu keadaan.
Perjalanan menulisnya pun tidak selalu mulus. Ia sempat berhenti menulis karena tidak ada dukungan dari keluarga dan tidak ada yang menjembatani untuk mempelajari seputar pembuatan puisi yang baik.
“Jadi saya menulis puisi saat SMA hingga sekarang, karena banyak sekali event-event lomba yang beredar,” ungkap Fhilmal.
Tidak hanya puisi, Fhilmal begitu aktif dalam hal tulis menulis. Ia sering menulis Cerita Pendek (Cerpen) dan Diary. Ia juga sering memperoleh juara dalam menulis di antaranya Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) (Abstrak) dengan tema ‘Contruct The Future Of History’ yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum,Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Kemudian menulis cerpen dalam rangka menyambut hari kartini yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan menulis puisi dalam rangka hari pancasila yang diselenggarakan FKIP Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (UHAMKA), serta menulis cerpen dalam rangka bulan bahasa tahun 2019 diselenggarakan SMAN 2 Blitar.
Meskipun dengan prestasi yang begitu banyak, namun tidak cepat membuatnya merasa puas. Karena ia merasa masih banyak kekurangan yang perlu diasah lagi. Baginya lomba adalah ajang klasifikasi bakat dan kemampuan.
“Bukan tentang bakat yang harus diunggulkan, namun tentang siapa yang mampu mempertahankan bakat  dan menjadikan bakat itu sebagai reward jati diri dan manfaat bagi orang lain,” jelas Fhilmal.
Ia juga berpesan kepada teman-teman seperjuangannya untuk terus berusaha dan melatih kemampuan yang dimiliki. Tidak perlu minder atau pun iri karena tuhan menciptakan manusia dengan keunikan yang berbeda.
“Seperti orang jawa bilang “terus mlaku lan tansah lelaku”. Dan fokuslah pada proses agar tidak berekspektasi tinggi pada hasil,” pungkasnya.
Pewarta : Ika N Fitra
Editor: Romza

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.