Safari Ramadhan Hari Keenam, KH Kusnuri Sampaikan Pesan Sunan Kalijaga untuk Para Santri

NUBLITAR.OR.ID – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, selenggarakan safari Ramadhan pada hari keenam, bertempat di Masjid As-Sholeh, Perumahan Kenari Asri (Pukeas), Sananwetan Kota Blitar, Ahad, 10 April 2022.

Tujuan dari terselenggaranya safari Ramadhan ini adalah untuk mengingat kembali perjuangan dan ajaran dari pada pendiri NU. Hal ini disampaikan oleh ketua Tanfidziah PCNU Kota Blitar, Dr. Kyai Habib Bawafi, M.Hi.

“Melalui Safari Ramadhan semoga bisa mengambil pelajaran dan meneladani semangat perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama karena merupakan hal yang tidak kalah penting untuk melanjutkan cita-cita jam’iyyah, yang di dalamnya penuh dengan keberkahan,” jelasnya.

Penyelenggaraan safari Ramadhan kali ini dituan rumahi oleh empat ranting, ranting Genengan; ranting Cabean; ranting Rembang dan ranting Pukeas. Pembicara atau mauidhoh hasanah pada kesempatan kali ini, diisi oleh KH. Kusnuri, S.Pd.

Tentang apa yang disampaikan oleh KH. Kusnuri, dirinya menyebut jika NU merupakan organisasi yang tepat dan ideal.

“NU itu bukan aliran keras, bukan aliran bebas. NU itu aliran yang pas,” jelasnya.

‘Pas’ menurut KH. Kusnuri adalah NU berkarakter atau bercirikhas Tawassuth. Yaitu berada di tengah-tengah tanpa condong ke salah satu sifat yang cenderung keras atau bahkan terlalu bebas.

NU mboten judes, mboten lemes, tapi serba pantes. (NU tidak judes, tidah lemas, tapi serba pantas),” lanjutnya.

Tawassuth atau lebih dikenal oleh para akademisi sebagai moderat, termasuk ke dalam sikap yang diperintahkan oleh Allah dan dianjurkan Nabi Muhammad SAW.

Hal ini disampaikan Allah SWT dalam firmanNya pada surat Al-Baqoroh ayat 143:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً

“Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian.”

Lebih lanjut, KH Kusnuri memberi sebuah pesan tentang kultur masyarakat Jawa:

“Karena kita berada di tanah jawa kultur sifat Sunan Kalijogo sing perlu di miliki para pengurus NU atau santri paling tidak ada 3 perkara yaitu Guno,  Koyo,  Purun.

Santri kudu migunani (santri atau pengurus NU harus berguna) خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

“Santri kudu ngayani (santri harus suka shodaqoh)”

“Santri kudu purun entengan (santri itu harus suka ringan tangan)”

Contohe seneng gotong royong utawi kerja bakti (Contohnya suka gotong royong atau kerja bakti)”***

Penulis: Ahmad Murtafian Naja

Editor: Abdul Rois

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.