Keislaman

Langkah Awal Terwujudnya Umat Ideal

Langkah awal menuju terwujudnya umat yang ideal (seperti yang dicita-citakan) atau biasa disebut Mabadi’ Khaira Ummah merupakan perilaku (akhlak) yang diharapkan dimiliki oleh kaum Nahdliyin. Hal ini perlu dicanangkan demi terbentuknya umat terbaik yakni umat yang mampu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.  Tentunya dengan cara yang baik. Menegakkan yang benar (amar ma’ruf) dengan cara yang baik dan melarang yang salah (nahi mungkar) dengan cara yang baik pula. Dengan demikian Mabadi’ Khaira Ummah sesuai dengan Firman Allah surat Ali Imron ayat 110, yang

Meninjau Yayasan Pendidikan Fatayat NU Kota Blitar, Kelompok Bermain Nurul Huda. Begini Detailnya !

Blitar – Kelompok bermain (KB) atau playgroup merupakan bagian dari pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD sendiri terbagi menjadi 2 jalur, yaitu pendidikan non-formal untuk usia 2-4 tahun (KB) dan pendidikan formal untuk usia 4-6 tahun (taman kanak-kanak/TK). Dalam KB, anak-anak dibimbing agar kepribadian, kecerdasan, bakat, kemampuan, minat dan keterampilannya dapat berkembang secara optimal. Kegiatan belajar di KB harus bersifat menyenangkan dan tidak membebani si kecil. Saat dikonfirmasi NUBlitar Online, wakil ketua Fatayat NU Kota Blitar, Erma Tut Chusnia, S.Pd,  menjelaskan beberapa manfaat si

Puluhan Santri Ponpes Al Muhsin Ziarahi Makam Pahlawan Nasional di Jombang

Blitar – Di Indonesia, orang Islam kebanyakan melakukan ziarah kubur kapan saja dan tidak terikat waktu tertentu. Meski sudah jadi kebiasaan, hukum ziarah kubur bukan ibadah yang bersifat wajib dan tidak berdosa jika tidak melakukannya.  Ziarah kubur menurut Islam hanyalah salah satu sarana agar seorang Muslim selalu beriman dan mengingat kematian. Dengan ziarah kubur, umat Islam akan mengingat bahwa kematian itu nyata. Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi Nahdlatul

Aksi Kemanusiaan di Tengah Pandemi, LAZISNU Kota Blitar Terus Berbagi

Blitar – Pandemi covid-19 yang melanda masyarakat ternyata dapat menimbulkan kepedulian antar sesama. Di Kota Blitar, aksi berbagi 300 kg beras, 100 nasi kotak, hingga 20 paket bencana banjir diberikan kepada para warga yang membutuhkan saat menyongsong Harlah NU 98. Kali ini NU Care LAZISNU Kota Blitar telah menggelar beberapa kegiatan selama memeriahkan Harlah NU ke 98, Jum’at (26/2). Program tersebut sengaja diselenggarakan NU Care LAZISNU Kota Blitar dalam rangka memperkuat aksi kemanusiaan di tengah Pandemi Covid-19. Ketua NU Care-LAZISNU Kota Blitar,

Sambut Harlah NU ke-98 Versi Hijriah, PCNU Kota Blitar Gelar Berbagai Kegiatan Berturut-Turut. Berikut Detailnya

Blitar – Menyambut hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-98 versi tahun Hijriah, PCNU Kota Blitar menginstruksikan kepada jajarannya untuk menggelar berbagai kegiatan. Mengutip pernyataan Ketua PCNU Dr K Habib Bawafi, MHI yang menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk ikut menyemarakkan Harlah NU ke-98. “Ada 13 kegiatan. Mulai peresmian kartor GP Ansor hingga diadakan Ngaji Bareng yang ada disini dengan tetap protokol kesehatan” tuturnya. Berikut Rundown Kegiatan PCNU Kota Blitar dalam rangka Harlah NU ke-98 yang berhasil dihimpun redaksi: Rundown Kegiatan PCNU Kota Blitar dalam rangka Harlah

Aswaja dan Politik

Tradisi Ahlussunnah Wal Jama’ah lahir dari kalangan sahabat Nabi yang bersikap netral (tidak memihak) dalam perebutan kekuasaan. Pada waktu itu berkembang berbagai aliran teologis (kalam) yang saling bersaing. Aliran-aliran tersebut antara lain: Khawarij, Syiah, dan Muktazilah. Kelahiran aliran teologi tidak terjadi tanpa sebab dan seringkali ada kepentingan politik di dalamnya Asal usul kelompok Aswaja nampak pada para sahabat yang bersikap netral dalam perebutan kekuasaan setelah masa Khulafaur Rasyidin. Meski demikian, aliran teologi Aswaja lahir atas prakarsa Khalifah Abdul Malik untuk menciptakan ketertiban

Santri nderek kyai

Siapa yang mau mengurus NU aku anggap santriku dan siapa yang menjadi santriku  aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunya (KH . Hasyim Asy’ari)