UPAYA SISTEMATIS DAN TERENCANA KAUM ISLAMIS (PKS) MENGUASAI PTN-PTN DI INDONESIA

Blitar – Tanpa disadari, ada upaya sistematis dan terencana untuk menguasai perguruan tinggi negeri di Indonesia oleh gerakan yang bisa disebut sebagai Islamis.
Cita-cita mereka adalah menjadikan Indonesia sebagai Daulah Islamiyah, atau negara islam yang menjalankan hukum sebagaimana tertulis dalam Al Quran dan Hadits/Sunnah (ucapan atau perbuatan Nabi Muhammad).
Aktor utamanya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Gerakan ini sudah bekerja lebih dari 20 tahun. Dan kini mereka sudah berhasil menancapkan kekuatan yang dalam di berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, termasuk UI, ITB, UGM, Unbraw, UIN dan seterusnya.
Itu adalah hasil survei bersama SETARA INSTITUTE di 10 PTN terkemuka, yang dipresentasikan 31 Mei lalu di Jakarta.
Saya sendiri mempresentasikan hasil penelitian saya di UI.
Hasil penelitian di 10 kota itu menunjukkan betapa sistematis dan terencananya kerja PKS di PTN-PTN Indonesia.
Secara perlahan, PKS berhasil menguasai Badan Eksekutif Mahasiswa, masjid-masjid, musholla, jajaran dosen muda, dan bahkan pejabat birokrasi kampus, seperti Dekan, wakil Dekan, pimpinan lembaga atau bahkan asrama mahasiswa.
Mereka sadar bahwa PTN memiliki fungsi strategis, karena akan melahirkan lulusan yang akan menempati posisi penting dalam lembaga-lembaga strategis di Indonesia.
Melalui penguasaan lembaga-lembaga dan jabatan-jabatan strategis itulah, kaum Islamis mengarahkan para mahasiswa untuk percaya bahwa membangun negara Islam yang tunduk pada Syariah adalah kewajiban.
Mereka mencuci otak para mahasiswa bahwa Islam di bawah ancaman kaum kafir, Kristen, Yahudi, liberal, sekuler, Barat, Tionghoa.
Mereka mencuci otak para mahasiswa untuk memperkuat persatuan persaudaraan Islam (Ukhuwah Islamiyah) melawan kaum non-muslim.
Saya Muslim. Saya percaya Islam membawa ajaran kebaikan. Masalah dengan kaum islamis adalah mereka begitu saja percaya bahwa ajaran Islam harus diterapkan persis sebagaimana tertera dalam Al Quran dan kitab-kitab hadits. Tanpa ada penafsiran ulang, Al Quran dan hadits memang diisi oleh banyak ajaran yang menyerukan peperangan terhadap kaum kafir dan non-muslim.
Ayat-ayat atau hadits itu seharusnya dipahami sesuai konteksnya. Ayat yang menyatakan umat islam TIDAK BOLEH BERSEKUTU DENGAN NON-MUSLIM contohnya, adalah ayat yang turun tatkala umat Islam sedang menghadapi ancaman non-muslim di periode tertentu dalam sejarah Nabi. Di periode lain, turun ayat yang menyerukan semangat persaudaraan dengan umat Kristen..
Kaum Islamis percaya bahwa Tuhan sudah menurunkan aturan hukum untuk ditegakkan di dunia. Mereka percaya adalah kewajiban mereka untuk menegakkan hukum islam di dunia dan untuk itu mereka harus merebut kekuasaan. Tidak dengan cara perang, tapi dengan cara menguasai alam pikiran. Karena itulah mereka berusaha menguasai perguruan tinggi negeri.
Pemerintah Jokowi harus sadar bahwa gerakan Islamis ini adalah salah satu ancaman NKRI terbesar lima tahun ke depan.
Dan ini bukan pekerjaan mudah. Mengubah kondisi yang sudah berlangsung selama lebih dari 20 tahun, sama sekali tidak mudah. Tapi kalau pemerintah membiarkan saja kondisi ini bertahan, yang akan jadi korban adalah Indonesia.
Kalau ini dibiarkan, Indonesia akan kembali menjadi terbelakang dan dipenuhi konflik berkepanjangan, seperti di Pakistan, Bangla Desh, Turki, Suriah, Mesir, Libya, Tunisia dan sebagainya.
Mudah-mudahan peringatan ini belum terlambat.
Oleh Ade Armando, Peneliti  Universitas Indonesia
Sumber : Suara.Com