PCNU Kota Blitar

Aksi Kemanusiaan di Tengah Pandemi, LAZISNU Kota Blitar Terus Berbagi

Blitar – Pandemi covid-19 yang melanda masyarakat ternyata dapat menimbulkan kepedulian antar sesama. Di Kota Blitar, aksi berbagi 300 kg beras, 100 nasi kotak, hingga 20 paket bencana banjir diberikan kepada para warga yang membutuhkan saat menyongsong Harlah NU 98. Kali ini NU Care LAZISNU Kota Blitar telah menggelar beberapa kegiatan selama memeriahkan Harlah NU ke 98, Jum’at (26/2). Program tersebut sengaja diselenggarakan NU Care LAZISNU Kota Blitar dalam rangka memperkuat aksi kemanusiaan di tengah Pandemi Covid-19. Ketua NU Care-LAZISNU Kota Blitar,

Sambut Harlah NU ke-98 Versi Hijriah, PCNU Kota Blitar Gelar Berbagai Kegiatan Berturut-Turut. Berikut Detailnya

Blitar – Menyambut hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-98 versi tahun Hijriah, PCNU Kota Blitar menginstruksikan kepada jajarannya untuk menggelar berbagai kegiatan. Mengutip pernyataan Ketua PCNU Dr K Habib Bawafi, MHI yang menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk ikut menyemarakkan Harlah NU ke-98. “Ada 13 kegiatan. Mulai peresmian kartor GP Ansor hingga diadakan Ngaji Bareng yang ada disini dengan tetap protokol kesehatan” tuturnya. Berikut Rundown Kegiatan PCNU Kota Blitar dalam rangka Harlah NU ke-98 yang berhasil dihimpun redaksi: Rundown Kegiatan PCNU Kota Blitar dalam rangka Harlah

Peringati Harlah LAZISNU, Alim Sulaiman : Berbagi itu indah, Berbagi itu Mudah

Blitar – Merawat warga Nahdlatul Ulama (NU) bukan hanya berkenaan dengan membina amaliah keagamaan. Lebih dari itu juga memberikan perhatian di bidang sosial dan ekonomi. Peran ini tentunya lebih ditekankan kepada NU sebagai sebuah organisasi. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota blitar merealisasikannya di Hari Lahir (Harlah) NU Care LAZISNU yang ke 16 dengan gerakan nyata 2 hari berturut-turut (8-9 Februari 2021), yakni sholawatan semalam suntuk, khotmil qur’an hingga berbagi zakat di wilayah kota Blitar. Penyerahan bantuan dilakukan

Shalawat, Kyai Sukamto: Sebagai Pematik Terkabulnya Doa

Blitar – Salah satu hikmah bershalawat adalah mereka yang bershalawat memiliki kesamaan aktivitas dengan malaikat, yaitu bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Kali ini Aswaja Center menggandeng Majlis Az Zayn  menggelar Ratibul Hadad dan Sholawat Untuk Bumi Bung Karno dengan dukungan NU Care LAZISNU di Auditorum PCNU Kota Blitar, Jl Cisadane 9 Bendo Kota Blitar. (Ahad,31/1/2021) Ketua Aswaja NU Center Kota Blitar, Kyai Sukamto Abdul Hamid menjelaskan pentingnya membaca sholawat bagi masyarakat nahdliyin. “Keutamaan membaca shalawat disebutkan dalam riwayat Imam Muslim,  pahala bagi

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Blitar Wafat

Blitar, Inna lilllahi wa inna ilaihi roji’un, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar KH Achfas Zen wafat pagi ini Rabu (23/9) sekitar pukul 08.00. Almarhum wafat pada usia 77 tahun meninggalkan 6 anak dan 10 cucu. Kehilangan Kiai Achfas yang  juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Putri Bustanul Muta’allimat (salah satu pesantren tua di kota Blitar), adalah duka sedalam-dalamnya bagi PCNU Kota Blitar, warga NU, dan masyarakat pada umumnya. Keponakan KH Achfas Zen, yang juga pengurus Pondok Pesantren Putri Bustanul

Walikota Blitar Dukung Diklat GP Ansor Demi Menegakkan NKRI

Blitar – NKRI memiliki filsafat pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda suku bangsa, agama, bahasa, dan adat istiadat namun tetap satu jua. Yang terlahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga pejuang bangsa yang bertekat mempertahankan keutuhan bangsa. Tak terkecuali masyarakat kota Blitar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya warga Kota Blitar senantiasa menggelorakan spirit cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dalam sambutannya saat menghadiri Diklat Terpadu Dasar (DTD) kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Blitar, Walikota Blitar, Drs. H

Berjuang Melawan Lupa, Khittoh Terbentuknya Nahdlatul Ulama

Blitar – Nahdlatul Ulama (NU) telah mengalami perjalanan panjang sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Tahun 1984 melalui mukatamarnya di Situbondo, NU menyatakan sikap kembali ke khittah 1926. Gagasan kembali ke khittah 1926 ini sudah melalui proses perjalanan panjang, berdasarkan introspeksi dari kalangan tokoh-tokohnya sendiri. Kembali pada tujuan pendirian organisasi, memikirkan yang lebih luas dari pada sekedar kekuasaan. Rais Syuriah PCNU Kota Blitar, KH Abdil Karim Muhamin mengajak sekaligus memberitahukan kepada nahdliyin Kota Blitar dalam memilih pemimpin untuk kembali pada AD/ART

Fakta Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara, Ustadz Arif: Islam Berkembang Melalui Budaya

Blitar – Pembelokan sejarah yang dilakukan kelompok khilafahisme selama ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Termasuk bagi kalangan masyarakat Blitar. Perlu kiranya masyarakat yang tahu untuk meluruskan sejarah yang terbelok itu. Diskusi pelurusan sejarah yang dilakukan Aswaja Center Kota Blitar pada acara Podcast Aswaja, menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Peserta sangat antusias memperhatikan kata demi kata yang terucap dari Arif Muzayin, badayawan-sejarawan Blitar. Seperti mengutip Republika.co.id Film “Jejak Khilafah di Nusantara” yang tayang secara virtual selalu menyisakan polemik. Tayangan tersebut pun akhirnya diblokir

Amaliah Aswaja, Kyai Sukamto: Harus Ada Fikroh, Harokah dan Ghirah.

Blitar – Perkembangan radikalisme semakin hari dinilai semakin merajalela, sebab itu perlu diantisipasi agar tidak semakin tumbuh subur. Dinilai efektif cegah radikalisme, Aswaja  Center Kota Blitar telah melakukan pencegahan secara dini dan telah terbukti dengan menggelar Kajian Islam Ahlussunah wal Jama’ah (Kiswah) di Pondok Pesantren Bustanul Muta’allimin, Kota Blitar. Ahad, 30/08/2020. Ketua Aswaja Center Kota Blitar, Jatim, Kyai Sukamto Abdul Hamid mengajak seluruh warga dan pengurus NU untuk secara kolektif menjalankan harakah, fikrah dan ghirrah dalam ber NU. “Sejak awal, Nahdlatul Ulama

Sikap Aswaja An Nahdliyah Terhadap Hari Besar Keagamaan dan Kenegaraan

Blitar – Islam sebagai agama samawi memiliki banyak ciri khas (khashaish) yang membedakannya dari agama lain. Ciri khas Islam yang paling menonjol adalah tawassuth, tasamuh, i’tidal dan tawazun. Tawassuth berarti mengambil jalan tengah, yaitu sikap tidak condong kepada ekstrem kanan maupun kelompok ekstrem kiri. Tasamuh berarti toleran, maksudnya Islam itu toleran terhadap perbedaan pandangan dalam masalah agama budaya dan adat istiadat.I’tidal artinya tegak lurus yaitu sikap tegak menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan bersama. Dan tawazun