Menangkal Hoaks dengan Ilmu Manthiq Untuk Penguatan Literasi Publik

NUBITAR.OR.ID – Garut. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU kembali mengadakan Ngaji Teknologi. Kali ini dilaksanakan di PCNU Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa, (2/4). Sebelumnya dilaksanakan di Bogor, Bandung, dan Majalengka.
Pada pembukaan, Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Garut KH Aceng Irfan Nauval mengatakan, ilmu-ilmu pesantren seperti ilmu manthiq bisa menjadi solusi untuk meminimalisasi maraknya berita bohong atau hoaks.
“Kayfiyat dalam menerima informasi dalam ilmu manthiq adalah bisa mentashawur dan mentashdiq,” kata kiai dari Pondok Pesantren Hidayatul Faizin ini.
Ia menegaskan, hoaks sangat merugikan tidak hanya kepada seseorang, tapi masyarakat umum. Kerugian besar akibat hoaks pernah terjadi dalam sejarah Islam, salah satunya pada Perang Uhud.
“Hoaks terjadi pada Perang Uhud berlangsung, bahwa Nabi Muhammad meninggal,” katanya.
Akibat kabar tersebut, salah seorang sahabat Nabi yang merupakan pamannya sendiri,  Sayidina Hamzah menjadi tidak fokus saat berperang. Ia sangat mengkhawatirkan keselamatan Nabi dan mengabaikan keselamatannya sendiri sehingga ia gugur di perang itu.
“’Ilatnya adalah hoaks itu,” katanya.
Karena itu, ia mengajak para santri dari berbagai pesantren di Garut, umumnya di seluruh Indonesia untuk menjadi kalangan yang menangkal hoaks.
Kegiatan bertema Ilmu Manthiq untuk Penguatan Literasi Publik tersebut dibuka Staf Khusus Kominfo Deddy Hermawan dan menghadirkan dua narasumber yaitu Marzuki Wahid dan Jamaluddin Mohammad. (Abdullah Alawi)