Ihktiar Menuju 1 Abad NU Dengan Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyyah Demi Perkuat Organisasi Di Blitar

Blitar – Dalam rangka konsolidasi organisasi dan penguatan komunikasi internal, PWNU Jawa Timur mengadakan turba bertajuk Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyyah Menuju 1 Abad NU ke sejumlah PCNU-PCNU di Jatim.
Turba dilaksanakan, di antaranya di Sampang, Sumenep, Lamongan, Bojonegoro, Magetan, Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Probolinggo, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, dan Sidoarjo.
Kali ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengelar turba ke NU Kab.Kota Blitar dengan terus menerapkan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan Covid-19.
Silaturahim dan Konsolidasi Jamiyyah di Ponpes Nurul Ulum dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ahad,6/6/2021.
Prokes diterapkan sejak rombongan PWNU dan peserta turba datang hingga acara dilaksanakan di dalam ruangan terbuka maupun tertutup. Di Aula Hasyim Asy’ari Jl Ciliwung  No 56 Kepanjenkidul Kota Blitar. Ahad (6/06/2021) .
Setiap kawasan memiliki problem yang berbeda dengan daerah lain. Demikian juga dalam mengembangkan jamiyah atau organisasi seperti Nahdlatul Ulama.
Pengalaman tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, KH Habib Bawafi. “Masyarakat di kawasan kota berbeda dengan di pedesaan. Salah satu yang sangat terasa adalah terkait keaktifan dalam NU,” katanya saat agenda Turba Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Sabtu (06/06/2021).
Dikemukakan bahwa hal itu juga yang menjadikan geliat NU di kawasan kota berbeda. Kendati demikian, dari sisi amaliyah Nahdliyah tetap terjaga.
“Kalau dari sisi amaliyah, sejumlah tradisi ala NU masih terjaga dengan baik. Hanya saja, terkait aktif di NU, masih perlu perjuangan,” jelasnya.
KH Habib Bawafi mengemukakan bahwa perlu pendekatan khusus kepada warga kawasan kota. Dan tentu saja hal tersebut berbeda dengan daerah pedesaan.
Oleh sebab itu, dirinya bersama pengurus NU melakukan komunikasi yang khas dengan tradisi keagamaan yang ada.
Selain itu, PCNU Kota Blitar juga memiliki beberapa program untuk keberlangsungan organisasi yaitu mencakup berbagai sosialisasi keagamaan dengan turun ke bawah (turba), kemudian adanya NU Mart yang akan diresmikan pada 20 Juni mendatang. Serta program unggulan PCNU Kota Blitar adalah adanya kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) An-Nahdliyah satu-satunya KBIH yang sah di Kota Blitar.
Turba PWNU Jatim kali ini digelar di Pondok Pesantren Nurul Ulum Kota Blitar. Kegiatan diikuti oleh PCNU Kota dan Kabupaten Blitar. Tampak hadir Wakil Rais PWNU Jatim, KH Anwar Iskandar. Demikian juga KH Marzuki Mustamar selaku Ketua PWNU Jatim.
Sementara itu saat dikonfirmasi redaksi, ketua panitia H Sarianto, M.PdI mengucapan terimaksih pada panitia yang telah berkorban siang dan malam. Ucapan rasaykur atas terselenggarakanya keg turba di nurul ulum yang sukses
“Semoga dengan adanya turba ini memberikan semangat baru bagi pengurus NU beserta lembaga dan banomnya.
Sehingga pengurus NU Kota Blitar bisa menjadi orang yang betul-betul menjaga warisan pada ulama pendiri salafus sholih – pendiri NU. Dalam menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an Nahdliyah dan NKRI.” tuturnya lembut.
Usai di Kota Blitar, kegiatan turba PWNU Jatim berlanjut ke Kediri. Acara dipusatkan di gedung serbaguna PCNU Kabupaten Kediri.
Penulis : Ika N Fritria
Editor : Abd Umar

2 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.