Spirit Ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah

Munculnya Asy’ariyah dan Maturidiyah merupakan upaya mendamaikan antara kelompok Jabariyah dengan kelompok Qadariyah (yang dilanjutkan oleh Mu’tazilah) yang mengagung-agungkan manusia sebagai penentu seluruh kehidupannya. Sikap moderat keduanya merupa-kan ciri utama dari kaum Aswaja dalam beraqidah.
Sikap  tawasuth diperlukan dalam rangka untuk merealisasikan amar ma’ruf nahi munkar yang selalu mengedepankan kebajikan secara bijak.
Yang prinsip bagi Aswaja adalah berhasilnya nilai-nilai syariat Islam dijalankan oleh masyarakat, sedangkan cara yang dilakukan harus menyesesuaI kan dengan kondisi dan situasi masyarakat setempat.
Aswaja menolak ajaran-ajaran yang dimiliki oleh kelompok garis keras, seperti:
    1. Ajaran Aswaja menolak Mu’tazilah yang memaksa kan ajarannya kepada orang lain dengan cara keras.
    2. Ajaran Aswaja menolak menuduh orang dengan tuduhan musyrik dan menolak harus dihukum hanya karena berbeda faham.
    3. Aswaja an-Nahdliyah melarang penyelesaian persoalan dengan kekerasan dan pemaksaan seperti yang dilakukan oleh kelompok garis keras FPI.
    4. Ajaran Aswaja juga menolak kelompok-kelompok yang menutup diri dari golongan mayoritas kaum, seperti yang ditunjukkan oleh kelompok Syiah, Khawarij, dan Mu’tazilah. Sekarang ada kelompok yang menutup diri dari mayoritas umat Islam seperti LDII.
Aswaja berprinsip pada al-muhafazhah ‘alal qadimi al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidi al-ashlah (melestarikan hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik).
Kaum Aswaja adalah kaum yang selalu diikuti oleh mayoritas dan dapat menerima masukan-masukan dari dalam dan luar untuk mencapai kebaikan yang lebih utama.
Di  Indonesia  berbagai  kelompok  radikal Islam tumbuh setelah orde baru  tumbang. Begitu banyak kelompok-kelompok garis keras, beberapa di antaranya adalah: Front Pembela  Islam  (FPI), Forum Umat  Islam  (FUI), Laskar  Jihad, Jama’ah  Islamiyah, Majlis Mujahidin  Indonesia  (MMI),  PKS,  komite persiapan penerapan syari’ah Islam (KPPSI), HTI dan lain-lain.
Tidak  semua  kelompok  Islam  radikal  yang  ada  sekarang  ini lahir  di  Indonesia,  karena  banyak  juga  kelompok  Islam  radikal  yang lahir  dari  luar/transnasional.
Strategi  utama  gerakan  Islam transnasio nalisme  dalam  usaha membuat  umat  Islam menjadi  radikal dan  keras  adalah  dengan  mem-bentuk  dan  mendukung  kelompok-kelompok lokal sebagai ‘kaki tangan’ serta berusaha meminggirkan dan memusnahkan  berbagai  bentuk  pengamalan  Islam  yang  lebih  toleran yang telah lebih lama dan dominan di berbagai belahan dunia muslim.
Oleh  karena  itu,  pada  garis  keras  berusaha  melakukan  infiltrasi keberbagai  bidang kehidupan  umat  Islam  baik  dengan  cara  halus hingga yang kasar dan keras. Kelompok Islam radikal juga sangat antipati  terhadap  berbagai  tradisi  keagamaan.
Nahdatul Ulama,  sebagai ormas  terbesar di  Indonesia  yang  sangat  aktif mengcounter gerakan dan paham Islam radikal. Salah satu upaya nyata yang dilakukan NU adalah dengan mengembangkan pendidikan Aswaja di seluruh  LP  Ma’arif  NU.  Pendidikan  Aswaja  diharapkan  mampu menjadi  benteng  dari  pengaruh  paham  Islam  radikal,  terutama  pada kalangan  pelajar. Hal  ini  karena  pendidikan  Aswaja  memuat  nilai-nilai luhur: tawasut, tawazun dan tasamuh. Dengan menanam kan nilai-nilai  Aswaja  tersebut  diharapkan  dapat membentuk  pribadi  yang berkarakter inklusif dan toleran.
Embrio terbentuknya NU berangkat dari Komite Hijaz 1926. Saat itu Raja Saud di Arab Saudi ingin menerap kan faham Wahabi  yang keras dan antipati terhadap madzhab lain sebagai madzhab negara.
Problem keagamaan global pun muncul ketika Dinasti Saud ingin membongkar makam Nabi Muhammad SAW dan menolak bermadzhab di wilayah kekuasaannya. Berbagai persoalan, perselisihan hingga peperangan pun muncul akibat intoleransi wahabi.
Kini, di jazirah Arab berusaha lagi mendorong masyarakatnya untuk kembali berpikir toleran dan moderat agar terhindar dari perang saudara.
Sumber : Buletin Aswaja Center

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.