Puluhan Siswa Ikuti Wisuda SDI Kota Blitar di Graha Patria

Blitar – Selasa (30/4), SD Islam Kota Blitar telah mewisuda atau meluluskan para peserta didiknya tahun pelajaran 2018/209 ini.
Penghantaran dan pelepasan siswa kelas VI SDI Kota Blitar ini diselenggarakan di Graha Patria Kota Blitar. Kegiatan ini di ikuti 93 wisudawan serta 1400 murid & wali murid.
Sebagai tanda kelulusan, puluhan siswa tersebut pun memperoleh sertifikat dan raport. Sebagai bukti SDI Kota Blitar dapat membentuk generasi berperadaban mulia dan penuh cinta.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada para orangtua yang selama ini telah menitipkan serta mempercayakan kepada kami untuk mendidik anak-anak mereka. Sehingga pula kami bisa meluluskan mereka pada angkatan pertama ini,” kata kepala sekolah SD Islam, Arif Murtadho, M.Pd.I.
“Selamat dan sukses siswa kelas 6, yang telah menyelesaikan pendidikan dan hari ini kalian diwisuda dengan segala suka dan dukanya. Sukses menempuh satu tahapan pendidikan saat ini akan menjadi tonggak untuk meraih sukses pada tangga pendidikan selanjutnya. Jangan berhenti belajar. Teruslah belajar untuk bekal sukses masa depanmu kelak. Menjadi insan terbaik, bermanfaat bagi sesama, agama, negara dan bangsa,” pungkasnya.
“Teruslah membangun semangat dan sungguh-sungguh untuk meraih mimpi dan cita-citamu. Jangan pernah putus asa. Selalu berdoa dan bertawakal kepada Alloh SWT.” uangkapnya.
PCNU Kota Blitar menyerahkan piala penghargaan kepada siswa siswi berprestasi (30/4)
“Dan Insya Allah, meskipun sekolah kami yang berada di Jalan Masjid no 13 dan jalan Semeru no.55, kami optimis bisa merealisasikan sekolah multi dimensi,” tandasnya.
Berkait daya dukung, tuturnya, melalui para siswa di sekolah tersebut diklaim telah mengukir cukup banyak prestasi baik itu yang bersifat akademik maupun non akademik. Sebagai contoh prestasi pada bidang olah raga maupun keagamaan.
“Selama ini, kami senantiasa menekankan pendidikan ramah anak. Terutama untuk siswa kelas I yang merupakan masa peralihan dari taman kanak-kanak (TK). Konsep sederhananya, mereka yang baru lulus TK tidak bisa langsung diajarkan pembelajaran formal,” bebernya.
Sebab, lanjutnya, biasanya mereka masih akan terbawa suasana bermain semasa belajar di TK. Karena itu, tenaga pengajar di sekolah itu perlu ada pemahaman dan kesabaran. Dimana semua itu demi terwujudnya pembelajaran yang ramah terhadap mereka.
Dia menambahkan, hal lain, di sekolah tersebut pun menyediakan pojok-pojok bermain untuk anak-anak di kelas I. Jadi, mereka tidak dipaksa untuk belajar. Tetapi, bisa belajar sambil bermain secara kreatif dan inovatif.
Editor: Abd Umar