Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban Saat Pandemi: Hanya Dihadiri Panitia, Daging Diantar ke Rumah

Blitar – Tahun ini umat islam kembali merayakan Hari Raya Idul Adha di tengah suasana pandemi Covid-19. Bahkan tahun ini kondisinya bisa dibilang lebih berat, karena terjadi peningkatan kasus masyarakat yang terpapar virus corona. Hingga diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Blitar.
Di Kantor PCNU Kota Blitar, warga nahdliyin menggelar peringatan Hari Raya Idul Adha. Adapun, ketentuan pelaksanaan pemotongan hewan kurban yaitu menjaga jarak, menerapkan hygiene personal, memeriksa kesehatan awal, dan menerapkan hygiene sanitasi. Ketentuan jaga jarak yang dimaksud adalah pemotongan hewan kurban hanya boleh dihadiri panitia, jumlah panitia juga dibatasi, petugas menjaga jarak, serta daging kurban harus diantarkan ke rumah penerima. Rabu, 21/7/2021
Selanjutnya, untuk penerapan hygiene personal, petugas wajib mencuci tangan dengan sabun dan kalau bisa setelahnya dengan hand sanitizer. Petugas juga wajib mengenakan alat pelindung diri (APD) atau minimal masker medis. Dimana hygiene personal adalah upaya menghindari bakteri atau virus masuk ke dalam tubuh dan mencegah menularkan orang lain.
Lebih lanjut, panitia pemotongan juga harus berasal dari lingkungan setempat dan tidak dalam masa isolasi mandiri.
Terakhir, ketentuan menerapkan hygiene sanitasi bagi petugas kegiatan pemotongan hewan kurban yaitu rutin menjaga kebersihan area pemotongan, termasuk juga dengan disinfeksi. Selain itu, petugas juga diimbau untuk mandi dan berganti pakaian sebelum melakukan kontak dengan orang di rumah.
Pantauan NU Blitar di lokasi penyembelihan, sejumlah 6 kambing yang dikurbankan tahun ini. Terpantau sejak pukul 07.14 WIB, kambing mulai dieksekusi. Setelah penyembelihan, daging-daging tersebut didistribusikan kepada warga nahdliyin Kota Blitar yang membutuhkan.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, Dr Kyai Habib Bawafi,M.HI mengucapkan banyak terimakasih kepada warga nahdliyin Kota Blitar yang telah ikut berbagi. Dengan  mentasharrufkan daging kurban untuk kemaslahatan umat, khususnya dimasa pandemi covid 19 seperti sekarang ini.
“Semoga dengan adanya ini maka bisa saling ada pengertian, toleransi antara satu dengan yang lainnya,” ucapnya dengan penuh harap.
Pewarta : M. Azis Muchtarom
Editor : Hilda NJ

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.