Mungkinkah Ahlussunnah wal Jama’ah Berdamai dengan Salafi- Wahabi?

Pengikut ahlussunnah wal jama’ah mungkin saja berdamai dan bersahabat dengan salaf-wahabi. Apalagi mereka masih saudara seiman dan seagama, meskipun meresahkan. Paling tidak antara ASWAJA dan salaf-wahabi rukun Iman dan Islamnya masih sama.
Dalam tradisi ahlussunnah wa al-Jama’ah perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar dan biasa. Aswaja sendiri mengakui adanya perbedaan pendapat dan ijthad di kalangan ulama. Andaikan salaf-wahabi tidak menyalahkan pendapat dan amaliah ahlussunnah wa al-jama’ah, tentu kehidupan beragama masyarakat Indonesia akan lebih baik. Katakan saja, amaliah ini menurut kami tidak sunnah, tetapi menurut ulama lain boleh dan sunnah dilakukan, tanpa menyalahkan dan menyesatkan pendapat dan amaliah orang lain.
Dengan demikian, pertikaian pendapat yang berujung pada konfik tidak akan pernah terjadi. Selama salaf-wahabi masih suka menyalahkan dan masih suka mengusik soal khilafiyyah , persatuan umat Islam akan sulit dicapai.
Diadopsi dari Buku Pintar Salafi Wahabi yang diterbitkan oleh Harakah Islamiyah
Baca juga :
1. Siapakah Wahabi?
2. Bagaimana Penyebaran Wahabi di Indonesia?
3. Apakah sama Salaf dan Wahabi?
4. Apa Saja Macam-macam salaf?
5. Bagaimana Cara Berpikir Salaf-Wahabi?
6. Siapa Saja Ulama yang Menjadi Rujukan Salaf-Wahabi?
7. Mengapa Jargon “Kembali Kepada al-Qur’an dan Hadis” Bermasalah?
8. Apa yang Dimaksud Manhaj Salaf?
9. Apa Saja Kekeliruan Salaf-Wahabi dalam Berdalil?
10. Benarkah Semua yang Tidak Dilakukan Rasul Haram Dikerjakan?
11. Adakah Bukti Sahabat Mengerjakan yang Tidak Dilakukan Nabi?
12. Islam Sudah Sempurna, Tidak Usah Ditambah-tambahi?
13. Bagaimana Memahami Hadis Kullu Bid’ah Dhalalah?
14. Benarkah Salaf-Wahabi Tidak Bermadzhab?
15. Tepatkan Salaf-Wahabi Disebut Ahli Hadis?
16. Benarkah Tidak Boleh Beramal Dengan Hadis Dhaif?
17. Apa Saja Kekeliruan Salaf-Wahabi dalam Akidah?
18. Bagaimana Cara Memahami Ayat Mutasyabihat?
19. Mungkinkah Ahlussunnah wal Jama’ah Berdamai dengan Salaf-Wahabi?