Safari Ramadhan Hari Kedelapan, Kyai Yusuf: 70.000 Lailahaillallah Dapat Menyelamatkan Orang Lain dari Api Neraka

NUBLITAR.OR.ID – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar kembali menggelar Safari Ramadhan. Di hari yang kedelapan ini, agenda tersebut digelar di Masjid Al-Amin, Kelurahan Blitar, Sukorejo, Kota Blitar, Senin, 12 April 2022.

Pada agenda tersebut dihadiri oleh Pimpinan Ranting Turi, Karangsari, Balapan, Tlumpu dan Blitar beserta dengan banom-banomnya, juga dihadiri secara langsung oleh Rais Suriyah, Kyai Muhtar Lubby dan ketua Tanfidziyah Kyai Habib Bawafi.

Tujuan dari terselenggaranya safari Ramadhan ini adalah untuk mengingat kembali perjuangan dan ajaran dari pada pendiri NU. Hal ini disampaikan oleh Kyai Habib Bawafi.

“Melalui Safari Ramadhan semoga bisa mengambil pelajaran dan meneladani semangat perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama karena merupakan hal yang tidak kalah penting untuk melanjutkan cita-cita jam’iyyah, yang di dalamnya penuh dengan keberkahan,” jelasnya.

Pada safari Ramadhan tersebut, mauidloh hasanah diisi oleh KH. M. Yusuf, S.Ag selaku Katib PCNU Kota BLitar. Dalam kesempatan tersebut Kyai Yusuf menyampaikan fadhilah tentang kalimat ‘laillahaillallah’ kepada jamaah yang hadir.

“Laillahaillallah ini harga mati. Bukan hanya NKRI saja harga mati, tidak. Laillahaillallah harga mati,” kata Kyai Yusuf.

“Orang yang membawa kalimah laillahaillallah, itu kalau wafat husnul khotimah,” lanjutnya.

Dikisahkan oleh Kyia Yusuf, bahwasanya dahulu terdapat seorang syech yang pernah berdzikir lailahaillallah sebanyak 70.000 kali.

Dzikir yang dilakukan oleh seorang syech tersebut pada saat mendatangi sebuah perkumpulan. Pada saat menunggu makanan yang disajikan datang, ia melantunkan lailahaillallah sebanyak 70.000 kali.

Kemudian dalam pertemuan tersebut terdapat seorang pemuda yang menangis saat akan memakan makanan yang sudah disediakan. Pemuda tersebut lantas ditanya oleh hadirin yang hadir. Ia kemudian mengungkapkan, bahwasanya Allah memberitahu kepada pemuda tersebut jika ibunya yang sudah meninggal saat ini sedang berada di neraka. Karena itulah, pemuda tersebut menangis sejadi-jadinya. Hingga, makanan yang sudah tersedia, ia tak sanggup memakannya.

Syech yang membaca 70.000 kali dzikir lailahaillallah tersebut, kemudian dari dalam hati ia berkata, “Ya Allah, amalan dzikirku sebanyak 70.000 kali tadi, itu saya hadiahkan amalannya untuk ibu dari pemuda ini.”

Pada akhirnya, pemuda tersebut seketika langsung bersyukur, “Alhamdulillah, aku telah melihat ibuku terbebas dari api neraka,” kata pemuda tersebut.

Penjelasan pemuda tersebut bisa melihat ibunya di akhirat, lantaran ia termasuk orang yang khasafah atau ahli dibidang tasawuf. Sehingga, dirinya mampu mengetahui hal tersebut.

Itulah penjelasan dari Kyai Yusuf menganai dahsyatnya kalimah lailahaillallah. Amalan lailahaillallah ini, kemudian menjadi tradisi dikalangan warga NU untuk mendoakan orang lain yang sudah meninggal agar selamat dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Wallahua’lam.

Penulis: Naja

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.