Semaan Qur’an, Tradisi Penjaga Kondusivitas Umat

NUBLITAR.OR.ID – Semaan merupakan suatu tradisi masyarakat khususnya di Jawa, dengan melantunkan ayat suci Al-Qur’an supaya disimak dan didengar oleh orang yang berada di sekitar.

Biasanya Semaan Qur’an menjadi kegiatan turun temurun dari Pondok Pesantren (Ponpes), serta tradisi ini cukup lekat bagi kalangan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU).

Semaan Qur’an dapat menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, Semaaan Qur’an juga bermanfaat bagi para Huffadz (penghafal Al-Qur’an), untuk menjaga dan memperkuat ingatan hafalan Qur’annya.

Hari Kamis, 10 Maret 2022, diselenggarakan semaan rutin Kamis Kliwon yang bertempat di Ponpes Tarbiyatul Falah Putri, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh 65 Huffadz yang tidak hanya berasal dari Kota Blitar, melainkan dari Kabupaten Blitar, Trenggalek, Tulungagung, dan Mojokerto.

Kyai Nur Hasyim mengatakan, dengan adanya rutinan semaan Kamis Kliwon ini, selain sebagai pelestarian gemar membaca Al-Qur’an juga sebagai jembatan masyarakat yang ingin mengirim doa untuk leluhur yang sudah tiada.

“Semaan ini tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan doa kirim leluhur oleh masyarakat sekitar. Lalu, dari kirim doa leluhur yang disertai infaq tersebut bisa memberikan pemasukan untuk kas majelis semaan,” tutur Kyai Nur Hasyim.

Lebih lanjut, dengan acara ini diharapkan dapat menciptakan kedamaian antar masyarakat sekitar lingkungan pondok pesantren.

“Semoga lingkungan sekitar pondok dan pasar legi tercipta kedamaian, kondusivitas, dan ayem tentram,” tambahnya.

Kontributor : Fhilmal Siana
Editor : Ahmad Murtafian Naja

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.