Rejuvinasi Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU Kota Blitar

Blitr – Fatayat NU Kota Blitar menyatakan siap mendidik serta mempersiapkan perempuan di Indonesia agar bisa turut berperan aktif dalam mensukseskan pembangunan di nusantara.
Sekretaris Fatayat NU Kota Blitar, Siti Mahmudah, M.Pd.I menuturkan, peluang kepemimpinan perempuan terjadi ketika ada perubahan paradigma berfikir di kalangan pemimpin Negara di masyarakat dan terutama pada diri perempuan.
Untuk mampu berada pada posisi itu perempuan harus memiliki upaya mandiri untuk dapat berdaya, kemudian mampu merebut peluang, yaitu langkah afirmatif yang dibentangkan kepadanya. Jika tidak, akses untuk menjadi pemimpin bagi perempuan hanyalah isapan jempol belaka.
“Perempuan memiliki banyak peluang menjadi pemimpin. Akan tetapi tantangan terbesar adalah “belum terlatihnya” perempuan dalam kepemimpinan publik dan “pilihan” perempuan untuk berada di rumah,” kata Ning Siti dalam keikutsertaannya pada acara Pelatihan Kepemimpinan Nasional yang digelar Pimpinan Pusat Fatayat NU yang bertema Rejuvenasi Kepemimpinan Perempuan Nasional di Jakarta , (31 November s/d 04 Desember  2017).
Ning Siti melanjutkan, hadirnya pemimpin perempuan perlu mendapatkan dukungan strategis dari sistem budaya kepemimpinan Indonesia saat ini.
Karena itu, lanjut Ning Siti , untuk menjawab berbagai tantangan tersebut diatas maka di butuhkan strategi yang tepat dalam melatih dan mempersiapkan perempuan yang berpotensi untuk mampu tampil kedepan sebagai pemimpin yang berkualitas.
“Fatayat NU Kota Blitar berkeyakinan dengan mendidik serta menciptakan perempuan berkualitas, maka peluang perempuan menjadi pemimpin baik sebagai individu maupun organisasi bisa sejajar atau bahkan duduk pada posisi-posisi strategis di negara ini,” tegas Ning Siti.
Reporter: Siti Mahmudah
Editor : Abd Umar