Pra Konfercab VII, PCNU Kota Blitar Luncurkan Nusantara Mart Sebagai Kemandirian Ekonomi

Blitar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar meluncurkan Nusantara Mart di sebuah rumah makan di kota setempat pada Ahad (20/06/2021). Unit usaha tersebut diluncurkan sebagai bagian dari gerakan kemandirian ekonomi yang dicanangkan oleh PCNU setempat menjelang konferensi cabang (konfercab).
Selain peluncuran Nusantara Mart, sarasehan juga digelar dalam kesempatan itu. Seluruh pengurus NU, badan otonom, dan lembaga Kota Blitar hadir di acara yang bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Blitar itu. Sarasehan bertema Dampak Pandemi Covid-19 Bagi Warga NU Prespektif Agama, Kesehatan dan Perekonomian.
Hadir sebagai pembicara, di antaranya, Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar KH Abdul Karim Muhaimin, Ketua PCNU Kota Blitar Habib Bawafi, Sekretaris Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Blitar Hakim Sisworo, dan Ketua Tim Nusantara Mart PCNU Kota Blitar Robait Usman. Hadir pula di acara itu Wali Kota Blitar Santoso dan Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Muslih.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, Dr K Habib Bawafi, M.HI memberikan pengarahan kepada jamiyah nahdliyin yang hadir. Ahad, 20/06/2021
Habib Bawafi menyampaikan bahwasan Nahdliyin banyak terdampak akibat Covid-19. Sarasehan diadakan sebagai wujud kepekaan NU terhadap warga Nahdliyin yang membahas dampak Covid-19 dalam perspektif agama, kesehatan, dan perekonomian.
Karena itu, NU dituntut mandiri lalu hadirlah inovasi dari PCNU Kota Blitar yang diinisiasi oleh Ansor untuk mendirikan Nusantara Mart. Habib mengatakan, unit usaha ini merupakan sebuah inovasi yang akan memberdayakan umat yang melibatkan seluruh elemen NU, baik dari tingkatan pengurus cabang, majelis wakil cabang, hingga tingkat ranting.
“Setelah sarasehan mendapat pengarahan lebih lanjut terkait Nusantara Mart, diharapkan kebersamaan diperlukan agar kemandirian Nahdlatul Ulama, baik dari pengurus besar, pengurus wilayah, PC, MWC, serta Ranting NU dapat terwujud,” ungkapnya.
Plt kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Muslih mengatakan bahwa pihaknya akan berseiring dengan NU dalam hal pemberdayaan masyarakat, termasuk warga NU. Pembinaan akan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap permasalahan yang terjadi bisa segera diatasi, lebih-lebih bisa dicegah sejak dini.
“Perlu pendataan di tempat ibadah dan ngaji lailatul ijtima’ yang merupakan tradisi NU perlu ditambah. Karena, jika tradisi tersebut tidak dilaksanakan, ditakutkan nilai-nilai ke-NU-an terutama pada anak generasi penerus akan hilang,” pungkas Muslih.
Penulis: Ika N Fitriani
Editor: Nur Faishal

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.