Informasi

Puluhan Masjid di Kota Blitar Kembali Disemprot Disinfektan, Begini Suasananya

Blitar – Penyemprotan disinfektan kembali dilakukan di masjid-masjid di Kota Blitar, Jawa Timur. Kegiatan kali ini menjadi bagian dalam meningkatkan protokol kesehatan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan di Kota Blitar. Juga untuk menekan angka penyebaran covid-19 dan sebagai persiapan sholat idul adha. Relawan NU menggelar penyemprotan desinfektan sebagai langkah NU peduli kesehatan di kota Blitar. Sabtu, 17/07/2021 Pantauan NUBlitar di lokasi, penyemprotan ini dibagi menjadi 3 wilayah kecamatan di kota Blitar, yakni kecamatan kepanjenkidul, kecamatan sukorejo, dan kecamatan sananwetan.

NU dan Tantangan Cryptocurrency di Era Milenial, Gus Karim: Harus Terus Lestarikan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah

Blitar – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (lakpesdam) Kota Blitar terus melakukan kajian isu-isu strategis dan pemberdayaan manusia untuk transformasi sosial. Kali ini Lakpesdam Kota Blitar menggelar Djagong Maton bertema NU dan Tantangan Demokrasi di Era Milenial di Ponpes Nurul Ulum Kota Blitar. (Jum’at, 7 /5/2021) Dalam sambutannya, Walikota Blitar, Drs Santoso, M.Pd yang diwakili oleh Gigih Mardana, M.Si menjelaskan bahwa generasi muda di eranya selalu memiliki konstribusi, untuk itu NU harus merangkul generasi milenial. “Canggih nya teknologi dan media sosial harus

Khotmil Qur’an Sebagai Refleksi Harlah GP Ansor 87

Blitar – Setiap umat muslim selalu dianjurkan untuk senantiasa membaca kitab suci Alquran. Selain mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, membaca Alquran juga merupakan upaya untuk mencapai kelapangan hidup agar terhindar dari segala kesempitan. Dilansir dari laman NU Online, seorang mukmin yang senantiasa membaca Alquran digambarkan dalam hadits Abu Dawud, seperti buah yang wangi dan manis. Sedangkan seorang mukmin yang tidak suka membaca Alquran seolah-olah seperti buah yang rasanya manis akan tetapi tidak memiliki aroma wangi. Seseorang yang senantiasa

Harlah ke-71, Fatayat NU Kota Blitar Gelar Berbagai Aksi Demi Ketahanan Perempuan

Blitar – Dalam rangka menyambut Hari Lahir ke-71 (Harlah) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU),  Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Blitar gelar berbagai aksi kegiatan. Acara tersebut di antaranya ziarah muassis, khatmil qur’an, ramadhan sehat cegah stunting bersama ibu hamil, pertasyarufan mukena hingga pengibaran bendera Fatayat NU di Kota Blitar. Rangkaian tersebut diawali dengan kegiatan ziarah muassis yang dilaksanakan makam Bung Karno (Presiden RI pertama). Kemudian secara berturut-turut ziarah ke Bpk KH Solihin (mantan ketua NU) , Mbah KH Ma’ruf  (sesepuh NU), KH

Peduli Korban Gempa Kesamben, NU Salurkan Bantuan

Blitar, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) – Care Lembaga Amil Zakat Infak Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Blitar menyerahkan bantuan kepada masyarakat korban gempa, Selasa (13/04/2021). Sasarannya yakni korban gempa yang berada di wilayah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. “Bantuan dari LAZISNU itu berkah,” ungkap Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Blitar, K Yusuf Afandi Reky disela-sela menyerahkan bantuan kepada warga Dusun Rembang Desa Tepas Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar yang rumahnya terdampak gempa hingga hampir roboh. Tentu saja berkah, sebab bantuan dari

Langkah Awal Terwujudnya Umat Ideal

Langkah awal menuju terwujudnya umat yang ideal (seperti yang dicita-citakan) atau biasa disebut Mabadi’ Khaira Ummah merupakan perilaku (akhlak) yang diharapkan dimiliki oleh kaum Nahdliyin. Hal ini perlu dicanangkan demi terbentuknya umat terbaik yakni umat yang mampu melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.  Tentunya dengan cara yang baik. Menegakkan yang benar (amar ma’ruf) dengan cara yang baik dan melarang yang salah (nahi mungkar) dengan cara yang baik pula. Dengan demikian Mabadi’ Khaira Ummah sesuai dengan Firman Allah surat Ali Imron ayat 110, yang

Meninjau Yayasan Pendidikan Fatayat NU Kota Blitar, Kelompok Bermain Nurul Huda. Begini Detailnya !

Blitar – Kelompok bermain (KB) atau playgroup merupakan bagian dari pendidikan anak usia dini (PAUD). PAUD sendiri terbagi menjadi 2 jalur, yaitu pendidikan non-formal untuk usia 2-4 tahun (KB) dan pendidikan formal untuk usia 4-6 tahun (taman kanak-kanak/TK). Dalam KB, anak-anak dibimbing agar kepribadian, kecerdasan, bakat, kemampuan, minat dan keterampilannya dapat berkembang secara optimal. Kegiatan belajar di KB harus bersifat menyenangkan dan tidak membebani si kecil. Saat dikonfirmasi NUBlitar Online, wakil ketua Fatayat NU Kota Blitar, Erma Tut Chusnia, S.Pd,  menjelaskan beberapa manfaat si

Aswaja dan Politik

Tradisi Ahlussunnah Wal Jama’ah lahir dari kalangan sahabat Nabi yang bersikap netral (tidak memihak) dalam perebutan kekuasaan. Pada waktu itu berkembang berbagai aliran teologis (kalam) yang saling bersaing. Aliran-aliran tersebut antara lain: Khawarij, Syiah, dan Muktazilah. Kelahiran aliran teologi tidak terjadi tanpa sebab dan seringkali ada kepentingan politik di dalamnya Asal usul kelompok Aswaja nampak pada para sahabat yang bersikap netral dalam perebutan kekuasaan setelah masa Khulafaur Rasyidin. Meski demikian, aliran teologi Aswaja lahir atas prakarsa Khalifah Abdul Malik untuk menciptakan ketertiban

Shalawat, Kyai Sukamto: Sebagai Pematik Terkabulnya Doa

Blitar – Salah satu hikmah bershalawat adalah mereka yang bershalawat memiliki kesamaan aktivitas dengan malaikat, yaitu bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Kali ini Aswaja Center menggandeng Majlis Az Zayn  menggelar Ratibul Hadad dan Sholawat Untuk Bumi Bung Karno dengan dukungan NU Care LAZISNU di Auditorum PCNU Kota Blitar, Jl Cisadane 9 Bendo Kota Blitar. (Ahad,31/1/2021) Ketua Aswaja NU Center Kota Blitar, Kyai Sukamto Abdul Hamid menjelaskan pentingnya membaca sholawat bagi masyarakat nahdliyin. “Keutamaan membaca shalawat disebutkan dalam riwayat Imam Muslim,  pahala bagi

Sikapi Corona, Ustadz Khusnuddin MA Jelaskan Pentingnya Hibah, Hadiah, dan Shodaqoh

Blitar – Di tengah pandemi saat ini, di mana masyarakat dihadapkan pada wabah Corona Virus, umat Islam harus memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya dengan memperbanyak shodaqoh. “Perbanyak shodaqoh, baik harta benda. Bersikap ramah dan perilaku saling menolong kepada sesama,” Ustadz Khusnuddin , S.Sos., MA, Ketua MWC NU Sukorejo Kota Blitar. Dalam tausiyahnya kepada mahasiswa IAIN Kediri secara online via aplikasi Zoom ini, Ustadz Khusnuddin menegaskan agar umat Islam senantiasa memperbanyak hibah, hadiah, dan shodaqoh kepada sesama