KartaNU Tidak Ada Kelanjutannya, NU Pekalongan Ganti Dengan KitaNU

NUBLITAR.OR.ID – Mendesaknya pemutakhiran data warga NU di Kota Pekalongan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan melakukan terobosan pendataan warga NU berbasis teknologi.
Pasalnya, program kartanu yang diinisiasi PWNU Jawa Tengah tidak ada kelanjutannya sampai sekarang, bahkan dari PBNU sendiri sistemnya tidak baku, sehingga PCNU Kota Pekalongan melakukan pendataan sendiri mengganti kartanu dengan kitanu.
Ketua PCNU Kota Pekalongan, H Muhtarom kepada NU Online, Selasa (2/4) mengatakan, penggantian Kartanu ke Kartu Identitas Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kitanu) karena kebutuhan mendesak agar seluruh warga NU yang masuk dalam Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, dan IPPNU bisa memiliki kartu tunggal.
“Tidak seperti sebelumnya, ketika NU terbitkan kartanu, Muslimat, Fatayat, Ansor,IPNU, dan IPPNU juga terbitkan kartu anggota sendiri-sendiri,” jelasnya.
Tarom berharap dengan terbitnya kartu baru versi Kota Pekalongan, diharapkan Kitanu bisa menyasar seluruh nahdliyin sejak usia pelajar hingga orang tua, sehingga bisa diketahui berapa jumlah anggota NU yang sebenarnya.
“Bedanya, Kitanu lebih bisa mewadahi seluruh warga NU dengan tetap ada batasan masa berlaku yakni 5 tahun,” ujarnya.
Pembatasan ini penting dilakukan, lanjutnya, karena untuk menghindari warga yang meninggal, pindah akidah, maupun ada yang setengah NU memiliki Kitanu.
Ketua Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU Kota Pekalongan Izzul Khoirot mengatakan, dirinya yang diserahi pendataan warga NU sudah bergerak sejak pertengahan Maret lalu. Ditargetkan maksimal 6 bulan program pendataan yang berada di 47 ranting bisa tuntas.
“Ini memang model baru dan setiap saat nahdliyyin yang belum punya Kitanu bisa melakukan pemotretan di PCNU Kota Pekalongan dengan membawa surat pernyataan dan rekomendasi dari Ranting NU setempat,” jelas Izul. (Muiz)