Turba PCNU, Kiai Muhtar Lubby: Raih Ridho Allah dengan Berjam’iyyah

Turba PCNU 2022

Blitar, nublitar.or.id

Kiai Muhtar Lubby, Rais Syuriyah Pengurus Cabang  Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar menyampaikan, berjami’yyah merupakan salah satu jalan untuk meraih ridho Allah SWT.

“Berjam’iyyah serta berkhidmah di Nahdlatul Ulama merupakan pilihan yang tepat sebagai tempat berinteraksi sosial untuk meraih ridho Allah SWT,” ujarnya.

Hal itu disampaikan dalam acara Turun ke Bawah (Turba) PCNU Kota Blitar di Mushola Ni’matulloh Dawuhan Kota Blitar, Rabu (14/9/2022).

Dia mengatakan, berjama’ah dan jam’iyyah di Nahdlatul Ulama sebenarnya kebutuhan yang bersifat dhorury, yaitu kebutuhan yang bersifat wajib dan mendesak.

Menurutnya, seseorang pada hakikatnya oleh Allah SWT diciptakan tidak bisa hidup sendiri.

“Kita semua mengenakan pakaian begini saja sudah jasa dari 10, 20 bahkan 30 orang untuk membuatnya, mulai dari yang menanam pohonnya sampai yang menjahit. Artinya apa, kita semua ditakdir oleh Allah SWT sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, termasuk akhirat, untuk meraih surga kita tidak bisa hidup sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pengasuh Ponpes Bustanul Muta’allimin Kota Blitar ini menuturkan bahwa kita butuh tempat berinteraksi sosial yang bisa membawa kebaikan.

“Karena kebutuhan dhorury kita, untuk menjadi baik butuh berinteraksi sosial, ber-ijtima’, ber-ijtihad, ber-mukholatoh dengan orang-orang yang bisa membawa kebaikan kepada kita sendiri, keluarga, anak, dan cucu kita. Maka di sinilah pentingnya kita yang sebagai makhluk sosial, untuk bersosial kita harus bersosial yang membawa kepada jannatunna’im, membawa ridho Allah SWT,” tuturnya.

Dijelaskan, pada dasarnya dan hakikatnya manusia butuh serta harus berkumpul karena untuk menjadi baik, tidak bisa baik sendiri. Maka, perkumpulan atau organisasi ini wajib.

“Berkumpul itu wajib, cari perkumpulan yang sambung sampai dangan Nabi Muhammad SAW, perkumpulan yang jelas, perkumpulan yang diridhoi oleh Allah SWT,” ujar putra Almaghfurlah KH Halim Zahid ini.

Selain itu, jam’iyyah Nahdlatul Ulama merupakan as-sawadul a’dzam, merupakan perkumpulan yang mayoritas, yang dijamin tidak mungkin keliru atau salah.

“Artinya apa, ketika jam’iyyah Nahdlatul Ulama sudah dijamin tidak mungkin menyimpang dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Maka, dengan mengajak keluarga, tetangga, saudara, teman untuk masuk ke jam’iyyah Nahdlatul Ulama merupakan ibadah dengan derajat yang tinggi nilainya di hadapan Allah SWT,” terangnya.

Menutup sambutannya, Kiai Muhtar Lubby berpesan kepada para hadirin untuk tetap menjaga semangat berjam’iyyah.

“Menjadi pengurus NU beserta lembaga dan Banomnya merupakan martabat yang tinggi di sisi Allah SWT. Ketika kita beribadah sendiri manfaatnya hanya untuk diri sendiri, tapi jika berkhidmah berarti anfa’uhum linnas. Maka, saya minta pengurus di antara kita jangan ragu, pelit, untuk meluangan waktu, tenaga, pikiran, dan mungkin harta kita untuk khidmah di jam’iyyah Nahdlatul Ulama karena itu akan membawa tingginya derajat kita di sisi Allah SWT,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada acara ini juga disalurkan Buku Yasin Wakaf terbitan PC LTN NU Kota Blitar untuk kelompok atau majelis yasinan di ranting NU setempat. Selain itu, Turba ini bergilir ke ranting NU dalam rangka silatuturrahim dan konsolidasi jam’iyyah menuju 1 abad usia Nahdlatul Ulama.

Kontributor : Water Tri Laksono

 

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.