Gelar Mapaba 2021, PMII Soeprijadi Usung Tema Menciptakan Kualitas Kader Progresif dengan Kuantitas Mahasiswa Aswaja An-Nahdliyah

Blitar – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Soeprijadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar perluas pengkaderan anggota melalui kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) di Masjid Darussalam, Sumber Sanankulon, kabupaten Blitar. Jum’at(15/10/2021).
Kegiatan dengan tema “ Menciptakan kualitas kader progresif dengan kuantitas mahasiswa aswaja an-nahdliyah ” itu berlangsung dari 15 – 17  Oktober 2021 dengan diikuti oleh anggota PMII dari  Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar Fakultas Eksak.
Penulis yang juga salah satu pemateri MAPABA diberikan kesempatan untuk menjelaksan tentang analisis diri dan leadership/kepemimpinan.
Pemimpin yakni orang yang mampu mengakomodir staf dan atau anggotanya untuk melakukan tugas tertentu dalam rangka mencapai tujuan. Berikut beberapa materi yang telah tersampaikan pada kegiatan dengan peserta 85 mahasiswa saat itu.
Teori-Teori Kepemimpinan
Di antara berbagai teori mengenai lahirnya paling pemimpin ada tiga di antaranya yang paling menonjol yaitu sebagai berikut :
  • Teori Genetie dimana seorang pemimpin dilahirkan dengan bakat pemimpin.
  • Teori Sosial  bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan.
  • Teori Ekologis bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat kepemimpinan, yang kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut.
Beberapa gaya kepemimpinan
  • Gaya Kepemimpinan Otoriter  dimana pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri (pemimpin) secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang pemimpin, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
  • Gaya Kepemimpinan Demokratis dimana  pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
  • Gaya Kepemimpinan Bebas.Pemimpin jenis ini hanya terlibat dalam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
Karakteristik Kepemimpinan
  • Kepemimpinan Berdasarkan Naluri
    Dimana terjadinya kepemimpinan pada sejumlah orang disebabkan timbulnya dorongan untuk menaruh kepercayaan kepada seseorang, sehingga mereka bersedia untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu yang dikehendaki orang yang memperoleh kepercayaan itu.
  • Kepemimpinan Berdasarkan Tradisi
    Kepemimpinan ini timbul disebabkan adanya kebiasaan secara turun menurun. Kepemimpinan jenis ini terdapat baik dalam masyarakat skala besar seperti negara, maupun dalam skala kecil seperti desa. Dalam kepemimpinan jenis ini, orang-orang yang  menjadi pengikutnya tidak melakukan penilaian terhadap benar salahnya atau baik buruknya kebijakan yang dijalankan pemimpin.
  • Kepemimpinan Berdasarkan Agama
    Para pengikut berdasarkan agama acapkali bersifat fanatik, berani mati, karena matinya itu demi Tuhan penguasa dunia akhirat. Khalayak yang menjadi pengikut pimpinannya berdasarkan agama menganggap bahwa pimpinannya itu adalah orang yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya, karena sebagai tokoh agama ia selain menguasai ketentuan-ketentuan agama mengenai apa yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, ia sendiri yang pertama-tama akan mematuhinya.
  • Kepemimpinan Berdasarkan Peraturan.
    Kepemimpinan ini ditimbulkan adanya aturan yang menetapkan bahwa harus adanya seorang pemimpin diantara orang-orang mengelompokkan diri untuk mencapai suatu tujuan berdasarkan kepentingan yang sama secara bersama-sama.
Tugas & peran pemimpin
Menurut James A.F Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
  • Pemimpin bekerja dengan orang lain
    Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja, atasan atau orang lain baik dalam satu organisasi maupun diluar organisasi. Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik.
  • Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas
    Pemimpin harus dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif, dan menyelesaikan masalah secara efektif.
  • Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual
    Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadi lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
  • Pemimpin adalah seorang mediator
    Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
  • Pemimpin adalah politisi dan diplomat
    Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya
  • Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.
Penulis bersama 85 peserta mapaba usai memberikan arahan.
Mahasiswa is agent of the change. Mahasiswa adalah sebuah agen perubahan, dengan ber PMII, mahasiswa bisa menerapkan hal tersebut, yaitu dengan cara berdiskusi dan berorganisasi. Dengan mengikuti PMII , mahasiswa dapat melatih rasa tanggung jawab, jiwa kepemimpinan, dan public speaking.

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.