Hoax

Daftar Media Islam Radikal (Salafi-Wahabi) Versi Siber NU

Daftar media Islam radikal (Salafi-Wahabi) versi siber NU yang dikembangkan Tim Cyber NU dan LTNNU PBNU ini harus dipahami semu akalangan. Tim Cyber NU dan LTNNU PBNU beberapa waktu lalu memang merilis website-website Islam radikal yang perlu diwaspadai. Website-website ini terbiasa memposting artikel radikal dan sangat berhahaya bagi umat Islam. Tim Cyber NU dan LTNNU PBNU merilis website-website islam radikal yang perlu diwaspadai. Website-website ini terbiasa memposting artikel dan berita berbau sara dan mengancam NKRI. LEVEL I Arrahmah Media http://arrahmah.com Voa Islam http://voa-islam.com Al Mustaqbal

Menangkal Hoaks dengan Ilmu Manthiq Untuk Penguatan Literasi Publik

NUBITAR.OR.ID – Garut. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) dan Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU kembali mengadakan Ngaji Teknologi. Kali ini dilaksanakan di PCNU Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa, (2/4). Sebelumnya dilaksanakan di Bogor, Bandung, dan Majalengka. Pada pembukaan, Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Garut KH Aceng Irfan Nauval mengatakan, ilmu-ilmu pesantren seperti ilmu manthiq bisa menjadi solusi untuk meminimalisasi maraknya berita bohong atau hoaks. “Kayfiyat dalam menerima informasi dalam ilmu manthiq adalah bisa mentashawur dan mentashdiq,” kata kiai dari Pondok Pesantren

Gus Mus Diserang Video Hoaks Beraroma Politis

NUBLITAR.OR.ID -Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah KH Mustofa (Gus Mus) mendapat serangan dari oknum yang tidak bertanggung jawab melalui sebuah potongan-potongan video wawancara Gus Mus yang digabung dengan pidato KH Ma’ruf Amin. Gus Mus menyebut video hoaks yang memfitnah dirinya ini merupakan rekayasa yang keterlaluan dan tak sebanding dengan keuntungan politik sesaat. “Gara-gara kepentingan politik sesaat, ada manusia yang tega membuat editan seperti ini. Rekayasa keterlaluan semacam ini sama sekali tidak sebanding dengan keuntungan politis –kalau memang ada– yang

Doa Bernada Mengancam Tuhan gara-gara Pilpres?

Salah satu tata cara berdoa memang hendaknya dilakukan dengan redaksi yang mantap dan mendesak seperti “Ya Allah kabulkan doaku”, bukan dengan redaksi yang setengah-setengah semisal “Ya Allah kabulkanlah bila Engkau berkenan”. Meskipun redaksi doa terkesan memaksa, tetap saja tak ada yang bisa memaksa Allah. Nabi Muhammad bersabda: لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ: اللهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، اللهُمَّ ارْحَمْنِي إِنْ شِئْتَ، لِيَعْزِمْ فِي الدُّعَاءِ، فَإِنَّ اللهَ صَانِعٌ مَا شَاءَ، لَا مُكْرِهَ لَهُ “Janganlah sekali-kali seseorang dari kalian mengatakan; ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau