Hadits

Memahami Hadits Tidak Ada Orang Berjenggot di Surga

Kita pernah mendengar riwayat Imam At-Tirmidzi yang mengisahkan bagaimana Rasulullah SAW bergurau dengan seorang perempuan tua yang meminta doanya agar Allah memasuk nenek itu ke dalam surga. “Maaf bu, surga takkan dimasuki oleh perempuan tua,” jawab Rasulullah SAW. Ketika nenek itu menangis, Rasulullah SAW meminta para sahabat mengejarnya, “Kabarkan kepadanya bahwa dia tidak akan masuk ke surga dalam keadaan usia lanjut karena Allah berfirman, ‘Sungguhnya Kami menciptakan mereka dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya,’”

Umat Islam Jangan Tertipu Slogan ‘Kembali pada Qur’an dan Hadits’

Jakarta – Nublitar.or.id – Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengingatkan umat Islam agar tidak perlu mengikuti dan tidak tertipu dengan slogan “Kembali pada Qur’an dan Hadits” yang saat ini sering digembar-gemborkan sebagian kelompok untuk menyebarkan paham mereka. Memang sudah menjadi kesepakatan umat Islam jika teks-teks suci dalam Islam, berupa al-Quran dan al-Hadits, adalah sumber dan dalil hukum yang wajib diagungkan. Pengagungan terhadapnya lanjutnya tidaklah sama dengan penggalian hukum-hukum dari Qur’an dan Hadits. Sehingga setiap muslim yang mengagungkan dan mensucikannya tidak otomatis

Tanda-tanda Kiamat dalam Hadits

Tanda-tanda kiamat dibahas di dalam banyak hadits. Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai tanda-tanda pasti kiamat sebagaimana yang disebutkan Rasul SAW dalam haditsnya. Perbedaan ini terjadi karena banyak sekali periwayatan hadits terkait tanda-tanda kiamat. Dalam hadits sendiri, banyak sekali redaksi hadits yang menyebutkan berbagai macam tanda-tanda kiamat dengan hal yang berbeda-beda setiap redaksinya. Ibnul Atsir (606 H) dalam Jāmiʽul Uṣūl fī Aḥādītsir Rasūl menyebutkan sekitar 40-an hadits yang berkaitan dengan tanda-tanda kiamat. Namun tidak semua hadits yang berkaitan dengan kiamat tersebut berstatus sahih.

Kajian Hadits Mursal

Mursal adalah hadits yang hilang atau tidak disebutkan perawi dari golongan sahabat. Ciri hadits mursal adalah sebuah hadits yang disampaikan oleh tabi’in (baik tabi’in kecil maupun besar) tanpa menyebutkan nama sahabat, dan langsung menyebut nama Rasulullah SAW. Jika ada tabiin yang menyebutkan hadits langsung dari Rasul, maka hadits tersebut adalah hadits mursal karena secara teknis seorang tabi’in tidak akan mendapatkan hadits tanpa sahabat. Contoh hadits mursal bisa kita lihat dalam Ṣaḥīḥ Muslim, dalam pembahasan jual-beli (Kitābul Buyū’) berikut: حدثني محمد بن رافع، ثنا

Sekilas Hadits Mursal Khafi

Pembagian hadits dhaif memang sangat beragam. Bahkan bisa dibilang sangat banyak sekali. Imam as-Suyuthi, mengutip Ibn Shalah, dalam Tadrîb ar-Rawi menyebutkan bahwa pembagian hadits dhaif mencapai seratusan, hanya saja, tidak semua pembagian tersebut sampai pada kita istilah dan definisi-definisinya. Khusus dalam pembagian hadits dhaif dalam segi keterputusan sanadnya ada salah satu pembagian yang disebut dengan hadits mursal khafi. Hadits mursal khafi ini berbeda dengan hadits mursal biasa atau mursal sahabi sebagaimana disebutkan dalam pembahasan sebelumnya. Jika hadits mursal biasa hanya bisa terjadi