Deradikalisasi

Antara Nahdliyin dan Wahabi (2)

Memang diakui, tradisi keilmuan pesantren melalui kitab-kitab Fiqh yang menjadi acuan Nahdliyin tdak terlalu mengedepankan dalil-dalil naqli Al-Qur’an dan Hadits dalam menjelaskan ajaran-ajaran prakts (amaliyah) sehari-hari. Mengapa? Karena para ulama yang menulisnya (muallif) lebih memposisikan diri sebagai guru atau pembimbing umat yang kebanyakan awam katmbang memposisikan diri sebagai professor yang hendak menggugah pemikiran dan penalaran para mahasiswanya. Disamping itu, menghadirkan dalil Qur’an atau Hadits asal comot lepas dari konteksnya, dan memaknainya secara harfyah akan melahirkan distorsi makna. Bahkan ketka kita memilih

Daftar Media Online Aswaja NU yang Berpengaruh di Indonesia

Daftar media online Aswaja NU yang paling berpengaruh ini merupakan situs, website atau portal dan media online yang sudah terindeks aliran atau faham ahlussunnah waljamaah annahdliyah. Lebih tepatnya, media Aswaja NU, bukan NU garis lurus, melengkung atau garis bujur. Selama ini memang banyak kader NU kebingungan, baik yang di wilayah pusat maupun kalangan bawah. Banyak orang mencari informasi yang digali dan dicari oleh kader NU seperti Media Aswaja, berita Islam Aswaja, media Aswaja instagram, media Aswaja facebook, twitter. Kemudian, dari riset

Daftar Media Islam Radikal (Salafi-Wahabi) Versi Siber NU

Daftar media Islam radikal (Salafi-Wahabi) versi siber NU yang dikembangkan Tim Cyber NU dan LTNNU PBNU ini harus dipahami semu akalangan. Tim Cyber NU dan LTNNU PBNU beberapa waktu lalu memang merilis website-website Islam radikal yang perlu diwaspadai. Website-website ini terbiasa memposting artikel radikal dan sangat berhahaya bagi umat Islam. Tim Cyber NU dan LTNNU PBNU merilis website-website islam radikal yang perlu diwaspadai. Website-website ini terbiasa memposting artikel dan berita berbau sara dan mengancam NKRI. LEVEL I Arrahmah Media http://arrahmah.com Voa Islam http://voa-islam.com Al Mustaqbal

Turba, Langkah PCNU Kota Blitar Menangkal Radikalisme dan Perkuat Aswaja

Blitar – Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar akan melakukan kunjungan Turun ke Bawah (Turba) ke 35  ranting di Kota Patria ini. Kunjungan Turba ini dilaksanakan untuk menyosialisasikan program kerja sekaligus langkah nyata memperkuat paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah di kalangan pengurus dan warga NU. Dalam sambutannya, Rais PCNU Kota Blitar, KH. Abdul Karim Muhaimin mengatakan ” Tujuan utama diadakan Turba adalah penguatan organisasi dan jam’iyyah. Seperti kita ketahui bersama bahwa sejak berdirinya NU sampai sekarang, Islam selalu

Khilafah dalam Pandangan NU

Setelah Khilafah Turki Utsmani berakhir pada 3 Maret 1924, beberapa kalangan menilai peran Islam dalam pentas politik global selama lebih dari 13 abad juga berakhir. Dan keberadaan umat Islam mulai saat itu telah terpuruk, baik dalam bidang politik, ekonomi, militer, budaya, sains-teknologi maupun yang lainnya. Selain itu, “penjajahan modern” yang dilancarkan Barat terhadap dunia Islam disinyalir kuat menjadi faktor terpenting yang membangkitkan eskalasi “kerinduan” beberapa kelompok umat Islam terhadap sistem Khilafah Islamiyah yang pernah mengantarkan kejayaan Islam di masa silam. Maka,

Salah Kaprah soal Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah

Kenyataan bahwa hingga saat ini masih ada sekelompok umat Islam yang gigih memperjuangkan khilafah menunjukkan kesalahapahaman dalam menerjemahkan bentuk negara dalam Islam. Khilafah diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir, dan juga ISIS yang berupaya membentuk kekhilafahan di Irak dan Suriah. Islamic state atau negara Islam menjadi tujuan utama perjuangan mereka. Namun, kondisi nyata di mana mereka melakukan kekerasan, teror, dan pembunuhan dalam memperjuangkan khilafah menjadi tanda tanya besar, benarkah sistem khilafah atau daulah Islamiyah seperti itu yang mereka perjuangkan? Mendasarkan diri pada sejumlah

UPAYA SISTEMATIS DAN TERENCANA KAUM ISLAMIS (PKS) MENGUASAI PTN-PTN DI INDONESIA

Blitar – Tanpa disadari, ada upaya sistematis dan terencana untuk menguasai perguruan tinggi negeri di Indonesia oleh gerakan yang bisa disebut sebagai Islamis. Cita-cita mereka adalah menjadikan Indonesia sebagai Daulah Islamiyah, atau negara islam yang menjalankan hukum sebagaimana tertulis dalam Al Quran dan Hadits/Sunnah (ucapan atau perbuatan Nabi Muhammad). Aktor utamanya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Gerakan ini sudah bekerja lebih dari 20 tahun. Dan kini mereka sudah berhasil menancapkan kekuatan yang dalam di berbagai perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia, termasuk UI,

Waspada HASMI, Apa dan Siapa Kelompok Ini?

Sebuah kelompok bernama HASMI atau Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami menyangkal tudingan teroris untuk mereka yang telah tersebar luas di berbagai media massa. Dikatakan ormas Islam ini yang berkonsentrasi pada dakwah umum, sosial dan pendidikan. Hasmi merupakan Ormas Islam resmi yang terdaftar di Kemdagri dirjen kesbangpol dengan no 01-00-00/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak tahun 2005 yang berdomisili di jalan raya Cimanglid Gang Purnama RT 05/01 Sukamantri Tamansari Bogor dan bergerak dalam bidang dakwah umum, sosial dan pendidikan.(4) PCNU Pamekasan, KH Abdul Ghoffar, Sabtu

Semua Tradisi Hasilkan Pahala Di Tangan Walisongo

Wakil Katib PWNU Jawa Tengah, KH Nasrulloh Afandi mengatakan para dai millenial perlu meniru cara dakwah Walisongo. Pasalnya setiap hal dari kebinekaan sebagai multiadat dan tradisi yang ada di Nusantara, ditangan Walisongo dikemas sebagai sarana untuk menghasilkan pahala. “Misalnya saja Kanjeng Sunan Kalijaga. Di tangannya, semua keragaman tradisi dirangkul dan dikemas sebagai sarana dakwah, plus menghasilkan pahala,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin (29/4) malam. Ia menegaskan hal seperti itu perlu kembali dan terus digalakkan. Mengingat sekarang ini bermunculan orang-orang yang mendeklarasikan