Informasi

MENGCONTER NARASI RADIKALISME DI MEDIA SOSIAL DALAM KAMPUNG GLOBAL

Konsep Global Village atau dalam Bahasa Indonesia Desa Global merupakan konsep bahwa suatu saat nanti informasi akan menjadi sangat terbuka yang bisa diakses oleh siapa saja. Pemikiran ini ketika kita refeksikan di masa sekarang sangat benar dan pas sekali. Masyarakat saat ini benar-benar tidak hanya menjadi menjadi bagian dari komunitas suatu negara tertentu, melainkan juga telah menjadi warga negara internasional. Masyarakat Indonesia dengan mudah mengetahui peristiwa yang terjadi di Amerika, Eropa, dan Afrika dalam secara real time. Hal ini karena teknologi informasi

Karakteristik Generasi Digital Milenial

Tahun 2020 ini seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam memasuki revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan internet of thing sejak tahun 2000 hingga sekarang. Gerakan Aswaja dihadapkan pada generasi (santri) digital atau sering dikenal dengan digital native generation yang tidak bisa ditawar lagi. Menurut Prensky (2001), digital native adalah mereka yang lahir telah berada di lingkungan digital dan mengenal komputer, video game, internet dan telepon seluler. Periode ini diawali sejak sekitar tahun 2000. Mereka terbiasa dengan struktur kognitif yang

Quraish Shihab Peroleh Bintang Kehormatan Pemerintah Mesir Dengan Kembangkan Pemikiran Islam yang Moderat dan Toleran

Prof. Dr. M. Quraish Shihab, cendekiawan Muslim Indonesia, Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), mendapatkan Bintang Tanda Kehormatan Tingkat Pertama bidang Ilmu Pengetahuan dan Seni dari Pemerintah Mesir. Bintang Tanda Kehormatan tersebut diserahkan oleh Perdana Menteri Mesir, Musthafa Madbouli, mewakili Presiden Abdul Fattah al-Sisi, pada pembukaan Konferensi Internasional tentang Pembaharuan Pemikiran Islam yang diselenggarakan oleh Al-Azhar di Kairo, 27-28 Januari 2020. Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Mesir kepada ulama dan cendekiawan Muslim, dari dalam dan luar Mesir, yang telah berjasa dalam melakukan

SANTRI TPQ KOTA BLITAR PERINGATI HSN DENGAN DOA’ BERSAMA DAN ZIARAH

Hampir seribu Santri memadati area Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden wijaya kota Blitar. (21/10/2019) Dengan penuh seman gat para santri TPQ se Kota Blitar mengikuti acara DOA’ BERSAMA dan ZIARAH di TMP bersama dengan Komandan Kodim 0808 Blitar. Acara Doa’ bersama dan Ziarah ini adalah merupakan Rangkaian peringatan HSN yang dilaksanakan oleh LPPTKA-BKPRMI Kota Blitar. Gus Muhtar Lubbi selaku Ketua DPD BKPRMI Kota Blitar mengatakan bahwa tujuan diadakannya Doa’ bersama dan Ziarah adalah untuk memperingati Resolusi Jihad dan sekaligus mengajak para santri supaya menghargai

TQA Karangsari Diresmikan, Gus Lubby: Untuk Membentengi Anak dari Hal Negatif

NUBlitar.or.id –  Madrasah Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA), suatu lembaga pendidikan nonformal dibawah Kementerian Agama yang satu rumpun dengan TKQ (Taman Kanak Kanak Al Quran) dan TPQ (Taman Pendidikan Al Qur’an). TQA mengajarkan pedidikan Islam klasik yang mengajarkan ilmu-ilmu ke Islaman dengan pola tradisional yang merupakan kelanjutan dari TPQ. Ta’limul Qur’an masuk dalam kategori Pendidikan Diniyah Nonformal. Dalam hal ini termasuk sebagai Pendidikan Al-Qur’an sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Agama nomor 13 Tahun 2014 Pasal 45 ayat (1) huruf b diselenggarakan

Pedoman Berpolitik Warga NU

Dengan mempertimbangkan arah pembangunan politik yang dicanangkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), sebagai usaha untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan diarahkan untuk lebih memantapkan perwujudan Demokrasi Pancasila, Muktamar merasa perlu memberikan pedoman kepada warga Nahdlatul Ulama yang menggunakan hak-hak politiknya, agar ikut mengembangkan budaya politik yang sehat dan bertanggung jawab agar dapat ikut serta menumbuhkan sikap hidup yang demokratis, konstitusional serta membangun mekanisme musyawarah-mufakat dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi bersama, sebagai berikut ini. 1. Berpolitik

Potret TK Al-Hidayah Tanggung Latihan Membatik Peringati Hari Batik Nasional

Blitar – Peserta didik dan Guru TK Al-Hidayah Tanggung Kota Blitar pada hari ini, Rabu (2/10), kompak tampil mengenakan baju batik. Pemakaian baju batik ini dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2019. Sebelumnya seluruh peserta didik TK Al-Hidayah Tanggung Kota Blitar telah diimbau untuk mengenakan baju batik dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional tahun ke-10. Pemakaian baju batik pada 2 Oktober 2019 ini dilaksanakan berdasar Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional

KH Marzuki Mustamar: Waspada Gerakan Baru seiring Maraknya Demo Mahasiswa

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim mengingatkan akan munculnya gerakan baru yang menyelinap di antara maraknya aksi demo mahasiswa di berbagai wilayah. Apalagi hampir setiap demo mahasiswa itu selalu diakhiri dengan rusuh. “Semua harus waspada dan jeli. Awas ada gerakan baru seiring maraknya demo mahasiswa yang berakhir rusuh. Gerakan baru ini mencoba menggagalkan pelantikan Presiden terpilih,” ungkap KH Marzuki, Kamis (26/9/2019). Semua elemen bangsa ini harus tetap mewaspadai gerakan baru yang bisa saja menyelinap di antara gerakan mahasiswa. Ada upaya menguatkan

NUJEK, Transportasi Umat, Hadir Kapan Saja Dimana Saja

NUBLITAR- NU JEK ini sebenarnya baru digarap serius sekitar beberapa bulan yang lalu oleh empat laki – laki yang berstatus sebagai partner kerja, sahabat sekaligus keluarga ini. Mereka adalah Moch Ghozali sebagai Chief Executive Officier (CEO), Imam Syafii sebagai Chief Operation Officier (COO), Umayya sebagai Chief Technology Officier (CTO), dan Lukman Khakim sebagai Chief Finance Officier (CFO). Mereka sudah kenal lama, bahkan mereka juga sudah memiliki usaha bersama sebelum menggarap NU-JEK ini. Ada perusahaan software yang mereka kelola bersama sebelumnya. Ide membuat NU-JEK

Tangkal Intoleransi, PWNU Jatim Gelar NU Millenial Digital Camp

Generasi milenial Nahdlatul Ulama (NU) diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada semua orang. Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, HA Hakim Jayli di hari pertama kegiatan NU Millenial Digital Camp, Jumat (6/9) malam. Menurutnya, generasi milenial NU garus harus bisa membuat gerakan yang mana gerakan itu bisa menginisiasi semua orang. “Yakni gerakan yang tidak hanya menggerakkan warga NU saja, tapi gerakan yang bisa menggerakkan seluruh warga Indonesia,” jelasnya. Pria yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) TV9