Bahtsul Masail

Provokasi Berdalih People Power, PWNU Jatim: Tidak Diperbolehkan

Keputusan Bahtsul Masail Kebangsaan  Pengurus Wilayah NU Jawa Timur  tentang  Hukum Menolak Hasil Pemilu dengan Dalih Kedaulatan Rakyat SK: 209/PW/A-II/L/V/2019 A. Deskripsi Masalah Eskalasi politik jelang pengumuman hasil pemilu 22 Mei 2019 terus meningkat. Narasi-narasi mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai institusi resmi negara penyelenggara pemilu terus dikembangkan. Berbagai provokasi berdalih people power atau kedaulatan rakyat, bahkan revolusi berapapun korbannya, dan tindakan inkonstitusional lain pun bermunculan demi menolak hasil pemilu. Sementara pengerahan massa dalam jumlah besar ke Ibu Kota untuk melakukan aksi demo tolak hasil

Imam Salah Baca Al-Quran, Apakah Sah Shalat Jamaahnya?

Assalamu alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail NU Online, seorang imam keliru membaca salah satu surat di Juz Amma setelah Al-Fatihah dalam sebuah shalat berjamaah belakangan ini. Kesalahan atau kekeliruan ini menjadi perbincangan publik karena dilaksanakan di stadion nasional dan di tahun politik. Pertanyaannya, bagaimana dengan status shalat berjamaahnya? Terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Romdoni/Jakarta) Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Para ulama berbeda pendapat perihal status shalat berjamaah lantaran kesalahan bacaan surat oleh imam. Perbedaan pandangan ulama perihal ini

Duduk Melipat Jari Kaki Kanan ke Arah Kiblat dalam Shalat, Wajibkah?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Redaksi Bahtsul Masa’il NU yang terhormat. Saya ingin bertanya mengenai tata cara duduk di antara dua sujud dan tahiyyat, apakah melipat jari kaki kanan menghadap ke kiblat adalah suatu keharusan (wajib)? Dan bagaimana hukumnya jika hal tersebut tidak dilakukan, baik tanpa sebab ataupun karena alasan sakit. Mohon jawabannya terima kasih. (Imam Wahyuddin) Jawaban: Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Penanya yang budiman, semoga Anda senantiasa mendapat rahmat dan hidayah Allah. Dalam fiqih shalat dikenal dua cara duduk: iftirasy dan tawaruk. Duduk iftirasy dilakukan dengan

Hukum Memakai Softlens saat Wudhu

Assalamu alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail NU Online, sekarang ini softlens, lensa mata, atau lensa kontak telah menjadi kebutuhan mereka yang mengalami masalah pada penglihatan. Mereka menggunakan softlens sebagai alternatif kacamata. Yang saya tanyakan bagaimana dengan wudhu orang yang memakai softlens. Sementara wajah termasuk bagian yang wajib dibasuh dengan air wudhu? Terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Rahmi Nurul Aini/Jakarta Selatan). Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Wudhu adalah syarat sah shalat. Jika wudhunya tidak sah, maka shalatnya tidak memenuhi

Telat Mengqadha Puasa Ramadhan karena Faktor Menyusui

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Istri saya pada Januari lalu alhamdulillah melahirkan putra pertama kami. Nah, sekarang istri masih harus menyusui sampai 6 bulan, dan terkadang dia shalat kadang juga tidak karena masih ada darah yang keluar. Sekarang dia masih punya utang puasa tahun lalu, sedangkan sebentar lagi mau masuk bulan Ramadhan. Pertanyaan saya, bagaimana cara bayar puasa tahun lalu? Apakah bisa diqadha lagi tahun depan lantaran keadaan yang saya jelaskan tadi; atau membayar fidyah? Mohon jawabannya. Terima kasih. (Fathur) Jawaban: Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Penanya yang

Hukum Shalat dengan Sisa Tinta Pemilu

Assalamu alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail NU Online, mereka yang mendatangi TPS untuk mencoblos di hari pemilihan akan diminta oleh petugas KPPS mencelupkan jarinya di bak tinta pemilu yang disediakan. Tinta itu membekas sekian hari dan tidak hilang setelah dicuci. Lalu apakah shalat yang dilakukan dengan tinta pemilu di jari sekian hari itu tetap sah? Terima kasih. (Abdul Qadir/Jakarta Pusat). Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Pertama yang harus dipahami adalah bahwa kesucian di pakaian, badan, dan di tempat shalat

Hukum Intimidasi Orang Lain untuk Kepentingan Politik

Assalamu alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail NU Online, di tahun politik banyak cara dilakukan untuk kepentingan politik. Beberapa waktu lalu sejumlah sahabat kami didatangi seseorang dengan senjata tajam agar sahabat kami menghentikan kegiatan politiknya (intimidasi). Mohon penjelasannya atas praktik intimidasi untuk tujuan politik seperti ini. Terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Irsyad /Jakarta) Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Tindakan mengancam, mengintimidasi, dan menakut-nakuti orang lain untuk kepentingan apapun termasuk kepentingan politik tidak dibenarkan dalam Islam. Selain juga bentuk pelanggaran

Hukum Mengharapkan Mati di Tanah Suci

Kematian tidak dapat diduga kapan akan tiba, tidak ada yang mengetahui kapan ajal menjemput kita. Sebagaimana difirmankan oleh-Nya, maut tidak bisa maju, tidak pula dapat mundur. Tugas manusia adalah mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan setelah mati, bukan berputus asa dengan mengharapkan kematian. Nabi Muhammad SAW melarang umatnya mengharapkan kematian karena musibah yang menimpa. Nabi mengajarkan untuk berdoa agar diberikan hal yang terbaik, mati atau hidup, bukan dengan mengharapkan kematian. Nabi SAW bersabda: لا يتمنين أحدكم الموت لضر أصابه فإن كان لا بد فاعلا

Menempelkan Kaki dengan Kaki Orang Lain dalam Merapatkan Shaf

Menyempurnakan barisan shaf shalat merupakan salah satu hal yang menjadikan shalat jama’ah menjadi lebih utama. Jika barisan shaf shalat tidak teratur, maka akan berpengaruh terhadap fadhilah jama’ah bagi para makmum yang mengikuti jamaah, sebab barisan shaf yang tidak teratur merupakan salah satu kemakruhan dalam shalat jama’ah yang menyebabkan fadhilah jamaah menjadi hilang menurut Imam Ibnu Hajar (Lihat Syekh Husein Abdullah, Itsmidul ‘Ainain, halaman 33). Dalam praktiknya, sebagian masyarakat ada yang berpandangan bahwa menyempurnakan shaf ini adalah dengan cara menempelkan kaki kita

Hukum Shalat dengan Memakai Masker

Shalat merupakan ibadah yang memiliki permasalahan yang sangat kompleks. Sejak sebelum pelaksanaan, saat pelaksanaan dan setelahnya, ada saja problematika yang menarik dipelajari hukum fiqihnya. Termasuk di antaranya adalah persoalan memakai masker. Karena pertimbangan kesehatan dan lainnya, seseorang tidak melepas maskernya saat shalat. Bagaimana hukumnya shalat memakai masker? Agama tidak melarang penggunaan berbagai atribut yang dikenakan ketika shalat, seperti sorban, selendang, peci, sajadah dan lain sebagainya. Termasuk dalam titik ini adalah masker. Asalkan benda-benda tersebut suci, maka diperbolehkan untuk dikenakan saat shalat.