Bahtsul Masail

Ratusan Kader NU Kota Blitar Hadir Dalam Apel 10.000 Kader PWNU Jatim

Blitar – PWNU Jatim menggelar Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah Pertama) pada pada 29-30 November 2019. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Seluruh persiapan pun telah rampung. Ada banyak agenda dalam Muskerwil ini. Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU di bawah PWNU Jatim dikonsolidir termasuk NU Blitar dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih. Khususnya antara sesama lembaga atau banom. Ada juga untuk konsolidasi internal organisasi serta sinergisitas program strategis dengan PCNU

Hukum Salam Lintas Agama

Islam sebagai agama kerahmatan selalu menebarkan pesan-pesan kedamaian di tengah manusia. Pesan kedamaian dalam wujud menebarkan salam secara verbal juga telah menjadi tradisi agama tauhid sejak Nabi Adam As yang terus diwarisi hingga sekarang. “Mengucapkan salam secara verbal merupakan tradisi Nabi Adam As dan keturunannya dari para nabi dan wali.” (Al-Mula Ali al-Qari, Mirqah al-Mafatih Syarh Misykah al-Mashabih, XIII/431) Nabi Ibrahim As mengucapkan salam kepada ayahnya yang masih belum bertauhid. “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu dan Aku akan memintakan ampunan bagimu kepada Tuhanku.

Hukum Perempuan Berpidato Dihadapan Jama’ah Laki-laki

Deskripsi masalah Sekelompok jamaah putri mengadakan pengajian atau pertemuan, Undangan yang hadir disitu tidak hanya khusus putri melainkan banyak undangan dari orang laki-laki, biasanya tempat duduk laki –laki di depan tanpa di pisah oleh satir, serta petugas dalam acara tersebut semuanya perempuan baik pembawa acara, sambutan atau penceramah. Pertanyaaan : Bagaimana hukumnya perempuan berpidato ( MC, sambutan, ceramah) dihadapan laki-laki ? Jawaban : Tidak di perbolehkan, kecuali memenuhi syarat –syarat di antaranya: » Menutup aurat » Adanya satir antara laki-laki dan perempuan. » Tidak hawatir akan menimbulkan fthnah

Hukum Datang ke Kyai untuk Melancarkan Usaha

Deskripsi masalah. Seorang datang ke Kyai / dukun lalu orang itu berkata: “Yai/ Mbah .. saya minta sesuatu agar usaha saya lancar” atau “ Saya mohon saran, agar saya di beri kesembuhan “ Kemudian sang kyai memberikan sesuatu (barang) kepada orang tersebut, dan akhirnya pemohon berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Pertanyaan: a. Bolehkah ucapan orang yang datang ke kyai / mbah dukun seperti dalam diskripsi ? kalau tidak boleh bagaimana kata-kata yang paling tepat? b. Bagaimana hukumnya memberi barang kepada orang/ pemohon yang tidak jelas

Hukum Membantu dan Mendukung Kampanye Haram

Hukum membantu dan mendukung kampanye haram Pertanyaan a. Mendukung dan membantu kampanye yang jelas melakukan keharaman apakah termasuk I’anah ‘Alal haram ( menolong terhadap keharaman )? b. Siapa saja yang di maksud  نم  dalam hadits ….. هديب ه يغيلف اركنم مكنم ىأر نم ? Jawaban: a. Termasuk I’anah ‘alal haram sehingga hukum mendukung dan membantunya juga haram, Referensi: 128 ص يناثلا ءزجلا قيفرلا داعسإ ىلا )ندبلا( لك) يش�اعم نمو لصف( ىلع يا)يش�اعلا ىلع ةناعلا( اهنمو لاق نأ مث هريغ وا لعفوا لوقب ا يش�اعم نم ةيصعم كلذك اهيلع ةناعلا تناك ةريبك

Hukum Menggunakan Wifi Tanpa Izin

Kang bejo ketika menggunakan HP androidnya iseng-iseng mencari sinyal WIFI di sekitar rumahnya, ketemulaah sinyal WIFI yang cukup kuat dari salah satu tetangganya, kemudian kang bejo mencoba menyambung sinyal WIFI tadi dengan kata sandi yang di acak olehnya, beruntungnya kang bejo karena dengan kata sandi yang di acak tadi, HP androidnya bisa tersambung dengan WIFI tetangganya. Pertanyaan: Bagaimana hukum kang bejo menggunakan WIFI tetangganya sesuai deskripsi di atas? Jawaban : Hukumnya haram Referensi kitab : الفقه الإسلامي وأدلته للزحيلي (6/ 4786) تحريم الغصب: ثبت تحريم

Hukum Menguburkan Mayit Muslim Baru Di Area Pemakaman Umum

Sebagaimana telah diterangkan dalam kitab-kitab salaf bahwa tidak boleh mengubur mayit di area pekuburan orang non muslim demikian pula sebaliknya, hal ini apabila di terapkan dalam kontek ke-indonesiaan tentu masih menyisakan kejanggalan mengingat rata-rata area pemakaman adalah bersifat umum artinya siapapun dan dengan latar belakang agama apapun punya hak yang sama atas pemakaman tersebut, sehingga banyak mayit orang Islam bercampur menjadi satu dengan mayit non muslim dalam satu area pemakaman. Pertanyaan: Bagaimanakah hukum menguburkan mayit muslim baru di area pemakaman umum,

Provokasi Berdalih People Power, PWNU Jatim: Tidak Diperbolehkan

Keputusan Bahtsul Masail Kebangsaan  Pengurus Wilayah NU Jawa Timur  tentang  Hukum Menolak Hasil Pemilu dengan Dalih Kedaulatan Rakyat SK: 209/PW/A-II/L/V/2019 A. Deskripsi Masalah Eskalasi politik jelang pengumuman hasil pemilu 22 Mei 2019 terus meningkat. Narasi-narasi mendelegitimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai institusi resmi negara penyelenggara pemilu terus dikembangkan. Berbagai provokasi berdalih people power atau kedaulatan rakyat, bahkan revolusi berapapun korbannya, dan tindakan inkonstitusional lain pun bermunculan demi menolak hasil pemilu. Sementara pengerahan massa dalam jumlah besar ke Ibu Kota untuk melakukan aksi demo tolak hasil

Imam Salah Baca Al-Quran, Apakah Sah Shalat Jamaahnya?

Assalamu alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail NU Online, seorang imam keliru membaca salah satu surat di Juz Amma setelah Al-Fatihah dalam sebuah shalat berjamaah belakangan ini. Kesalahan atau kekeliruan ini menjadi perbincangan publik karena dilaksanakan di stadion nasional dan di tahun politik. Pertanyaannya, bagaimana dengan status shalat berjamaahnya? Terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Romdoni/Jakarta) Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Para ulama berbeda pendapat perihal status shalat berjamaah lantaran kesalahan bacaan surat oleh imam. Perbedaan pandangan ulama perihal ini

Duduk Melipat Jari Kaki Kanan ke Arah Kiblat dalam Shalat, Wajibkah?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Redaksi Bahtsul Masa’il NU yang terhormat. Saya ingin bertanya mengenai tata cara duduk di antara dua sujud dan tahiyyat, apakah melipat jari kaki kanan menghadap ke kiblat adalah suatu keharusan (wajib)? Dan bagaimana hukumnya jika hal tersebut tidak dilakukan, baik tanpa sebab ataupun karena alasan sakit. Mohon jawabannya terima kasih. (Imam Wahyuddin) Jawaban: Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Penanya yang budiman, semoga Anda senantiasa mendapat rahmat dan hidayah Allah. Dalam fiqih shalat dikenal dua cara duduk: iftirasy dan tawaruk. Duduk iftirasy dilakukan dengan