Puasa

Cara Sah Menentukan Awal Ramadhan

Nublitar.or.id – Metodologi penentuan awal bulan Qamariah, baik untuk menandai permulaan Ramadhan, Syawal dan bulan lainnya harus didasarkan pada penglihatan bulan secara fisik (rukyatul hilal bil fi’ly). Sedangkan metode perhintungan astronomi (hisab) dipakai untuk membantu prosesi rukyat. Disampaikan oleh KH Nasrudin diikuti oleh warga nahdliyin dan muslimat NU kota Blitar (Ahad,14/04/2019) Cara Sah Menentukan Awal Ramadhan dengan Rukyatul Hilal disampaikan disela-sela Pengajian Ahad Wage NU di Madjid Agung Kota Blitar (Ahad, 14/04/2019) Jumhurul madzahib (mayoritas imam madzhab selain madzhab Syafi’iyyah) berpendapat bahwa

Shalat Tahajud Berjamaah, Bolehkah?

Shalat tahajud didefinisikan oleh para ulama sebagai shalat yang dilakukan setelah melaksanakan shalat isya’ dan dilaksanakan setelah tidur. Terlaksananya dua hal ini (dilaksanakan setelah tidur dan setelah melaksanakan shalat isya’) merupakan syarat yang harus terpenuhi, agar shalat yang dilakukan di malam hari dapat dihitung sebagai ibadah shalat tahajud. Dengan demikian, akan tergolong dalam anjuran yang dijelaskan dalam Al-Qur’an: وَمِنْ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَك عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu.