Abdullah_Umar

About Abdullah Umar

This author Abdullah Umar has created 74 entries.

Pentingnya Branding Bagi LazisNU

Branding pada dasarnya adalah sebuah usaha yang masuk dalam strategi filantropi. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa brand adalah nama, logo, simbol dan hal lainnya yang bisa mengidentifikasikan sebuah usaha sosial. Branding tidak hanya penting untuk bisnis konvensional, tetapi juga NU Care lazisNU, yang notabene merupakan lembaga pengelola zakat, infaq dan shadaqah yang telah dipercaya masyarakat. Tujuannya untuk lebih cepat mengenalkan LazisNU, baik untuk layanan infaq, zakat dan shodaqoh. Dalam Madrasah Desain Filantropi (MDF) yang digelar NU Care LazisNU di Kampung Coklat

Bangun Kepercayaan Masyarakat, NU Care LazisNU Jatim Gelar Rakorwil

Blitar – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) NU Care-LazisNU PWNU Jawa Timur yang digelar di Kampung Coklat Kab. Blitar pada 25 Desember 2019, berhasil memperoleh kepercayaan masyarakat. Ketua PWNU Jatim, KH Muhammad Mahfud mengatakan NU memiliki kelebihan amalan dakwah yang kuat. “NU memang sedikit melemah di Jawa Barat tetapi amaliyah ubudiyah nya berhasil” ucapnya tegas. Dalam hidup bermasyarakat, kepercayaan adalah sesuatu hal yang sangat mahal nilainya dan untuk mendapatkannya pun perlu perjuangan apalagi mempertahankan yang namanya kepercayaan. Ketika seseorang dipercaya di lingkungan masyarakat,

Tahukah Anda? Kenapa Kyai NU Diserang dan Dijatuhkan ?

Taukah Anda? Kenapa Sayyid Seif Alwi diserang dengan isu Habib Palsu? Kenapa Gus Muwafiq diserang dengan isu menghina Nabi? Kenapa Abuya Kyai Said di serang dengan isu Liberal? Kenapa Abah Habib Luthfi di serang dengan isu Syi’ah? Jawabannya adalah karena mereka sedang ingin memberontak dan menghancurkan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI)  sebagamana yang telah dilakukan di Suriah, Irak dan negara Timur Tengah lainnya. Benteng NKRI yang terdepan adalah Nahdlatul Ulama (NU). Jadi bila ingin menghancurkan NKRI, maka hancurkanlah dulu NU. Bila ingin menghancurkan NU, maka hancurkanlah

Gelar Pelantikan Pengurus Sananwetan, Khozin Asrori: Harus Bisa Menjaga dan Mengawal Aqidah Aswaja

Blitar – Dalam rangka memperkuat kepenguruan di tiap-tiap ranting, pengurus Ansor dan Fatayat Sananwetan menggelar Parade Sholawat dan Pelantikan pengurus ranting Ansor dan Fatayat NU di Balai Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Sabtu (7/12) Pelantikan pengurus ini penting untuk melanjutkan tali estafet perjuangan menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan aqidah Ahlussunah Wal Jama’ah An-Nahdliyah yang menjadi pedoman Nahdlatul Ulama (NU). Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sananwetan, Khozin Asrori, S.T mengatakan Aswaja adalah kelompok yang mengikuti rasulullah dan mengikuti sahabatnya. Menurutnya, berdasarkan

Cerdas Bermedsos

Perkembangan teknologi yang terus menerus semakin pesat membuat media sosial menjadi pilihan utama masyarakat dalam berkomunikasi diera sekarang ini, banyak masyarakat sekarang ini yang tidak bisa dipisahkan dengan Media sosial dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kebebasan setiap orang dalam membuat serta membagikan informasi baik yang positip maupun yang negative semakin tidak terkendali, dan yang paling memprihatinkan adalah semakin banyaknya kita temukan berita hoax di media social, banyak kita jumpai ujaran kebencian dan fitnah dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada orang

Santri Buktikan Kebenaran Ceramah Gus Muwafiq

Blitar – Jebolan Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep Ustaz Ahmad Fauzan Rofiq membedah ceramah kontroversial KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq secara ilmiah. Magister pendidikan tersebut menguatkan betapa isi ceramah Gus Muwafiq yang dipermasalahkan ternyata memang ada dasarnya. “Namun beliau tetap minta maaf sebagai wujud kerendahhatiannya. Kita meributkan soal agama, karena kebodohan kita sendiri, ilmu kita dangkal, ngajinya baru tarikh terjemahan, tapi berani menghakimi kiai,” sesal Ustadz Fauzan Rofiq, Selasa (3/12). Menurutnya, ada tiga narasi yang dianggap kontroversial dari ceramah Gus Muwafiq. Pertama, Nabi

Metode Penyebaran Radikalisme

Blitar, PCNU Kota Blitar berulang kali menyampaikan tentang bahaya radikalisme. Tak hanya jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, sejumlah masyarakat Blitar juga turut mengutarakan itu secara terbuka kepada publik. Sempat ada usulan penggunaan istilah baru untuk disematkan pada kelompok berpaham radikal. Istilah yang diusulkan itu adalah manipulator agama. Lantas apa saja metode penyebaran radikalisme? Berikut beberapa metode yang berhasil dihimpun penulis: Buku-buku, risalah dari penjara, video provokatif Majalah, media cetak online termasuk media sosial, whatsapp, facebook, instagram, twitter, website dan lain sebagainya Melalui kegiatan

Cara Mujarab Membendung Radikalisme, Mantan Teroris: Ber NU dengan Konsisten

Blitar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, pada Ahad (1/12/2019) bertempat di Aula KPRI Kota Blitar, menggelar sarasehan menangkal gerakan radikalisme dengan moderasi agama (memperkuat dai moderat berdivisi keummatan dan kebangsaan) guna mewujudkan situasi kantibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Blitar. Acara kerjasama antara PCNU Kota Blitar dengan Kemenag Kota Blitar ini dihadiri ketua PCNU Kota Blitar Dr. Habib Bawafi.M.HI, dan Drs. Solekan. M.PdI dari Kemenag Kota Blitar. Acara tersebut dihadiri semua unsur PCNU Kota Blitar baik

Perkuat Jaringan, IPNU-IPPNU Gelar Makesta Raya

Malang, NU Jatim Online Kader Nahdatul Ulama hendaknya dipersiapkan dengan matang. Salah satunya lewat Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU). Begitu pula yang diupayakan oleh Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU dan IPPNU Universitas Islam Malang (Unisma). Mereka menggelar acara Makesta Raya pada Sabtu (30/11) hingga Ahad (1/12) di Pondok Pesantren Hidayatut Tholibin, Malang. “Kami mengadakan Makesta Raya ini agar yang kemarin belum ikut bisa turut serta. Ini juga salah satu program

Ratusan Kader NU Kota Blitar Hadir Dalam Apel 10.000 Kader PWNU Jatim

Blitar – PWNU Jatim menggelar Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah Pertama) pada pada 29-30 November 2019. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Seluruh persiapan pun telah rampung. Ada banyak agenda dalam Muskerwil ini. Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU di bawah PWNU Jatim dikonsolidir termasuk NU Blitar dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih. Khususnya antara sesama lembaga atau banom. Ada juga untuk konsolidasi internal organisasi serta sinergisitas program strategis dengan PCNU