Abdullah_Umar

About Abdullah Umar

This author Abdullah Umar has created 150 entries.

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Blitar Wafat

Blitar, Inna lilllahi wa inna ilaihi roji’un, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar KH Achfas Zen wafat pagi ini Rabu (23/9) sekitar pukul 08.00. Almarhum wafat pada usia 77 tahun meninggalkan 6 anak dan 10 cucu. Kehilangan Kiai Achfas yang  juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Putri Bustanul Muta’allimat (salah satu pesantren tua di kota Blitar), adalah duka sedalam-dalamnya bagi PCNU Kota Blitar, warga NU, dan masyarakat pada umumnya. Keponakan KH Achfas Zen, yang juga pengurus Pondok Pesantren Putri Bustanul

Di Tengah Pandemi, PAC Ansor Sukorejo Gelar Diklat Yang Aman Dan Tangguh

Blitar – Masa pandemi covid-19 tak menghalangi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sukorejo untuk melaksanakan berbagai aktivitas. Salah satunya menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD), untuk kaderisasi dan syarat kepengurusan PAC dan Ranting. (18/9) “Peserta pelatihan merupakan para anggota, pengurus ranting dan pengurus PAC. Semuanya wajib mengikuti berbagai diklat dasar. Diantaranya Diklat SAR, PKD dan DTD ,” ujar Ketua PC GP Ansor Kota Blitar, Hartono, ST., M.MPd Hartono menjelaskan berbagai diklat GP Ansor yang wajib diikuti. “Ada Pendidikan dan Latihan Dasar

Walikota Blitar Dukung Diklat GP Ansor Demi Menegakkan NKRI

Blitar – NKRI memiliki filsafat pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda suku bangsa, agama, bahasa, dan adat istiadat namun tetap satu jua. Yang terlahir dari pengorbanan jutaan jiwa dan raga pejuang bangsa yang bertekat mempertahankan keutuhan bangsa. Tak terkecuali masyarakat kota Blitar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya warga Kota Blitar senantiasa menggelorakan spirit cinta tanah air adalah bagian dari iman. Dalam sambutannya saat menghadiri Diklat Terpadu Dasar (DTD) kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Blitar, Walikota Blitar, Drs. H

Potret Penyaluran Santunan Yatim Piatu di Pondok Pesantren Al-Muhsin Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 terus mewabah, ditandai dengan jumlah angka kasus yang bertambah. Pemerintah terus berusaha mengurangi penyebaran Covid-19 dengan berbagai kebijakan. Anjuran jaga jarak , memakai masker, cucitangan dan di rumah saja terus disosialisasikan. Akan tetapi, pemerintah tak bisa jadi entitas sendiri yang bisa menangani persoalan ini. Apalagi banyak masyarakat yang kesulitan mencukupi kebutuhan keluarganya, terutama keluarga ekonomi kelas bawah seperti keluarga anak yatim. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyantuni anak yatim, salah satunya dengan berbagi. Berbagi dapat membantu meringankan beban

Fenomena Pendidikan Agama Islam Di Masa Pandemi

Blitar – Ber bulan bulan pandemi melanda. Semua kegiatan termasuk proses belajar mengaji diberhentikan dan dilanjutkan belajar  melalui daring. Pendidikan agama bagi generasi muda merupakan investasi penting jangka panjang harus tetap diberikan sejak dini. Karena agama merupakan pondasi dasar yang harus dimiliki oleh setiap anak. Dengan agama anak-anak lebih mengetahui arti pentingnya spiritualitas bagi masa depannya. Hal itu disampaikan oleh Kasi Pemda Kemeng Kota Blitar, H. Habiburohman, M.Ag saat menjadi narasumber acara Podcast Aswaja yang diselenggarakan di Studio Aswaja, jalan Cisadane

Berikut Daftar Media Online NU se Jawa Timur Untuk Perubahan Lebih Baik

Blitar – Media informasi portal berita, berperan penting terhadap pembaruan informasi (update) yang tengah berlangsung di era digital saat ini. Bahkan, media informasi bisa menjadi ‘senjata’ personal bagi organisasi. Ada beberapa alasan media bisa menjadi tool penting bagi organisasi agar tidak buta informasi. Media adalah perantara untuk menyuarakan aspirasi. Jika organisasi ‘bertumpu’ penuh kepada satu media yang terpercaya, setiap informasi yang ia sampaikan pasti valid, dan akan terus didengarkan publik. Ini bisa menggerakan orang-orang untuk melakukan perubahan dalam perilaku. Untuk itu perlu

Berjuang Melawan Lupa, Khittoh Terbentuknya Nahdlatul Ulama

Blitar – Nahdlatul Ulama (NU) telah mengalami perjalanan panjang sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Tahun 1984 melalui mukatamarnya di Situbondo, NU menyatakan sikap kembali ke khittah 1926. Gagasan kembali ke khittah 1926 ini sudah melalui proses perjalanan panjang, berdasarkan introspeksi dari kalangan tokoh-tokohnya sendiri. Kembali pada tujuan pendirian organisasi, memikirkan yang lebih luas dari pada sekedar kekuasaan. Rais Syuriah PCNU Kota Blitar, KH Abdil Karim Muhamin mengajak sekaligus memberitahukan kepada nahdliyin Kota Blitar dalam memilih pemimpin untuk kembali pada AD/ART

Fakta Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara, Ustadz Arif: Islam Berkembang Melalui Budaya

Blitar – Pembelokan sejarah yang dilakukan kelompok khilafahisme selama ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Termasuk bagi kalangan masyarakat Blitar. Perlu kiranya masyarakat yang tahu untuk meluruskan sejarah yang terbelok itu. Diskusi pelurusan sejarah yang dilakukan Aswaja Center Kota Blitar pada acara Podcast Aswaja, menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Peserta sangat antusias memperhatikan kata demi kata yang terucap dari Arif Muzayin, badayawan-sejarawan Blitar. Seperti mengutip Republika.co.id Film “Jejak Khilafah di Nusantara” yang tayang secara virtual selalu menyisakan polemik. Tayangan tersebut pun akhirnya diblokir

Potret Pelatihan Asesor Kompetensi UNU Blitar

Blitar – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar merupakan lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini semata-mata demi kualitas mahasiswa yang lebih baik. LSP UNU Blitar mengelar pelatihan asesor kompetensi, berlokasi di kampung Coklat , Jl. Banteng – Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 / 06, Kademangan, Plosorejo, Kec. Kademangan, Blitar, Jawa Timur. Selasa-Sabtu, 1-5 September 2020. Berikut potret pelaksanaan pelatihan asesor kompetensi saat itu. Peserta dan Asesor berfoto bersama

Amaliah Aswaja, Kyai Sukamto: Harus Ada Fikroh, Harokah dan Ghirah.

Blitar – Perkembangan radikalisme semakin hari dinilai semakin merajalela, sebab itu perlu diantisipasi agar tidak semakin tumbuh subur. Dinilai efektif cegah radikalisme, Aswaja  Center Kota Blitar telah melakukan pencegahan secara dini dan telah terbukti dengan menggelar Kajian Islam Ahlussunah wal Jama’ah (Kiswah) di Pondok Pesantren Bustanul Muta’allimin, Kota Blitar. Ahad, 30/08/2020. Ketua Aswaja Center Kota Blitar, Jatim, Kyai Sukamto Abdul Hamid mengajak seluruh warga dan pengurus NU untuk secara kolektif menjalankan harakah, fikrah dan ghirrah dalam ber NU. “Sejak awal, Nahdlatul Ulama