Informasi

Tangkal Intoleransi, PWNU Jatim Gelar NU Millenial Digital Camp

Generasi milenial Nahdlatul Ulama (NU) diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada semua orang. Hal ini disampaikan Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, HA Hakim Jayli di hari pertama kegiatan NU Millenial Digital Camp, Jumat (6/9) malam. Menurutnya, generasi milenial NU garus harus bisa membuat gerakan yang mana gerakan itu bisa menginisiasi semua orang. “Yakni gerakan yang tidak hanya menggerakkan warga NU saja, tapi gerakan yang bisa menggerakkan seluruh warga Indonesia,” jelasnya. Pria yang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) TV9

Simfoni Keragaman Budaya Warga Surabaya

Kemajuan teknologi dan informasi tidak hanya berdampak positif, tetapi memiliki dampak negatif terutama menyangkut sikap intoleransi dan radikalisme mengarah pada terorisme. Generasi milenial harus terus diberikan pendidikan karakter untuk membentengi diri dari serangan hal-hal negatif tersebut. Derasnya arus informasi di media sosial juga membuat generasi milenial kelimpungan dalam memilah informasi, sehingga informasi yang berseliweran dikhawatirkan bermuatan paham radikal. Car Free Day Surabaya adalah tempat yang pas untuk menikmati long weekend. Jika beruntung, kita bisa melihat parade multi kultural yang memikat. Kegiatan

Dalil Maulid Nabi

Orang pertama yang menyelenggarakan perayaan maulid nabi adalah Raja Mudzofaruddin Abu Said al-Kaukaburii ibnu Zainuddin Ali bin Baktakin. Pendapat para ulama’ tentang Maulid Nabi. Syeikh Taqiyudin Ibnu Taymiah Beliau berkata: “mengagungkan maulid nabi adalah menganndung pahala yang sangat agung, karena hal itu adalah wujud ta’dzim kepada Rasulullah.” ( Al-halabi “sirah halabiah”,juz.1,hal.83-84) Imam Jalaluddin as-Suyuthi Beliau berkata: “perayaan maulid nabi adalah bid’ah hasanah. Orang yang merayakannya diberi pahala olehnya.” Imam Suyuthi juga berkata: “disunnahkan bagi kita untuk menampakkan rasa syukur atas lahirnya Rasulullah. Dan juga beliau berkata: