PBNU

SEJARAH LAHIRNYA NAHDLATUL ULAMA

Nahdlatul Ulama disingkat NU, merupakan suatu Jam’iyah Diniyah Islamiyah yang berarti Organisasi Keagamaan Islam. Didirikan di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 M / 16 Rajab 1344 H. Organisasi ini merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di dunia. Untuk mengetahui lebih dalam tentang NU secara lebih utuh, berikut ini adalah sejarah lahirnya NU. A. SITUASI MENJELANG LAHIRNYA NU Berakhirnya perang dunia pertama berdampak besar terhadap dunia islam. Para cendikiawan muslim di negara Islam mencoba menawarkan gagasan baru dalam rangka pembaharuan dalam Islam.

Sikap PBNU Terhadap RUU HIP PERKUAT PANCASILA SEBAGAI KONSENSUS KEBANGSAAN

بسم الله الرحمن الرحيم Setelah melakukan pengkajian mendalam terhadap Naskah Akademik, rumusan draft RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan Catatan Rapat Badan Legislasi DPR RI Dalam Pengambilan Keputusan atas Penyusunan RUU HIP tanggal 22 April 2020, serta mencermati dengan seksama dinamika yang berkembang di masyarakat, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) perlu menyampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Bahwa segala ikhtiar untuk mengawal, melestarikan, dan mempertahankan Pancasila sebagai falsafah bangsa, dasar negara, dan konsensus nasional patut didukung dan diapresiasi di tengah ancaman ideologi transnasionalisme

Mengenang Gus Sholah di Mata KH Ma’ruf Amin

Blitar – Gus Sholah atau KH Salahuddin Wahid tutup usia pada Minggu. Gus Sholah meninggal di RS Harapan Kita Jakarta, 2 Februari 2020 pada pukul 20:55 WIB. Menurut putranya Irfan Wahid, kondisi kesehatan sang ayah memang menurun sejak dua minggu lalu. Saat itu, Gus Sholah mengalami gangguan di organ jantung. “Ada keluhan ritme jantung yang tidak beraturan. Dilakukanlah ablasi (operasi) semacam kateter untuk mengisolir elektromagnetik liar,” ujar Irfan dalam akun Twitternya. Kepergian pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur itu meninggalkan duka yang

Quraish Shihab Peroleh Bintang Kehormatan Pemerintah Mesir Dengan Kembangkan Pemikiran Islam yang Moderat dan Toleran

Prof. Dr. M. Quraish Shihab, cendekiawan Muslim Indonesia, Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), mendapatkan Bintang Tanda Kehormatan Tingkat Pertama bidang Ilmu Pengetahuan dan Seni dari Pemerintah Mesir. Bintang Tanda Kehormatan tersebut diserahkan oleh Perdana Menteri Mesir, Musthafa Madbouli, mewakili Presiden Abdul Fattah al-Sisi, pada pembukaan Konferensi Internasional tentang Pembaharuan Pemikiran Islam yang diselenggarakan oleh Al-Azhar di Kairo, 27-28 Januari 2020. Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Mesir kepada ulama dan cendekiawan Muslim, dari dalam dan luar Mesir, yang telah berjasa dalam melakukan

Tahukah Anda? Kenapa Kyai NU Diserang dan Dijatuhkan ?

Taukah Anda? Kenapa Sayyid Seif Alwi diserang dengan isu Habib Palsu? Kenapa Gus Muwafiq diserang dengan isu menghina Nabi? Kenapa Abuya Kyai Said di serang dengan isu Liberal? Kenapa Abah Habib Luthfi di serang dengan isu Syi’ah? Jawabannya adalah karena mereka sedang ingin memberontak dan menghancurkan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI)  sebagamana yang telah dilakukan di Suriah, Irak dan negara Timur Tengah lainnya. Benteng NKRI yang terdepan adalah Nahdlatul Ulama (NU). Jadi bila ingin menghancurkan NKRI, maka hancurkanlah dulu NU. Bila ingin menghancurkan NU, maka hancurkanlah

Ratusan Kader NU Kota Blitar Hadir Dalam Apel 10.000 Kader PWNU Jatim

Blitar – PWNU Jatim menggelar Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah Pertama) pada pada 29-30 November 2019. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Seluruh persiapan pun telah rampung. Ada banyak agenda dalam Muskerwil ini. Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU di bawah PWNU Jatim dikonsolidir termasuk NU Blitar dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih. Khususnya antara sesama lembaga atau banom. Ada juga untuk konsolidasi internal organisasi serta sinergisitas program strategis dengan PCNU

Menelusuri Sumbangsih Komite Hijaz NU

Kerajaan Turki Utsmani yang dianggap ”pusat kekuasaan” politik Islam (khalifah / imamah ’udhma) pada Perang Dunia I berpihak kepada Jerman dan sekutunya yang ternyata kalah. Sebagai pihak yang kalah perang, mengalami berbagai hal yang sangat merugikan, menyakitkan, dan merendahkan martabatnya, yaitu harus menuruti kehendak yang menang perang, pusat pemerintahannya diduduki, dan daerah jajahannya dibagi-bagi di antara pihak yang menang perang. Irak dan sekitarnya diambil Inggris, Lebanon diambil Perancis, dan sebagainya. Ada yang luar biasa dari akibat kalah perangnya Turki ini. Pertama, pusat

Pedoman Berpolitik Warga NU

Dengan mempertimbangkan arah pembangunan politik yang dicanangkan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), sebagai usaha untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan diarahkan untuk lebih memantapkan perwujudan Demokrasi Pancasila, Muktamar merasa perlu memberikan pedoman kepada warga Nahdlatul Ulama yang menggunakan hak-hak politiknya, agar ikut mengembangkan budaya politik yang sehat dan bertanggung jawab agar dapat ikut serta menumbuhkan sikap hidup yang demokratis, konstitusional serta membangun mekanisme musyawarah-mufakat dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi bersama, sebagai berikut ini. 1. Berpolitik

Piagam Perjuangan Kebangsaan NU

Ketika NU Kembali ke Khittah 1926 di mana NU tidak lagi menjadi partai politik atau bagian dari partai politik dan tidak terikat oleh partai politik manapun, dengan sendirinya masyarakat yang selama ini cara berpolitiknya ditentukan oleh pimpinan pusat organisasi mengalami banyak kebingungan. Mengingat adanya perubahan politik dari stelsel kelompok atau organisasi menjadi stelsel individual ini, NU merasa perlu memberi petunjuk agar warganya tetap menggunakan hak politik mereka secara benar dan bertangung jawab. Karena itulah, lima tahun setelah keputusan Muktamar Situbondo

Revolusi Industri 4.0, KH Said Aqil Siroj: Manfaatkan Semaksimal Mungkin

Blitar Online – Kehadiran revolusi industri 4.0 sangatlah menantang zaman saat ini. Ia bisa meruntuhkan hubungan manusia mengingat kemudahan komunikasi mampu mendekatkan yang jauh, tetapi dalam waktu yang sama juga menjauhkan yang dekat. “Untungnya di NU ini bentengnya masih ada, yaitu majelis tahlilan, majelis yasinan, maulid diba,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan pada Grand Opening Bengkel Kreatif Hello Indonesia (BKHI) Nahdlatul Ulama di Bengkel Kreatif Hello Indonesia, Jalan Merpati Raya, Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang