IPNU IPPNU

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Blitar Wafat

Blitar, Inna lilllahi wa inna ilaihi roji’un, Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar KH Achfas Zen wafat pagi ini Rabu (23/9) sekitar pukul 08.00. Almarhum wafat pada usia 77 tahun meninggalkan 6 anak dan 10 cucu. Kehilangan Kiai Achfas yang  juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Putri Bustanul Muta’allimat (salah satu pesantren tua di kota Blitar), adalah duka sedalam-dalamnya bagi PCNU Kota Blitar, warga NU, dan masyarakat pada umumnya. Keponakan KH Achfas Zen, yang juga pengurus Pondok Pesantren Putri Bustanul

Amaliah Aswaja, Kyai Sukamto: Harus Ada Fikroh, Harokah dan Ghirah.

Blitar – Perkembangan radikalisme semakin hari dinilai semakin merajalela, sebab itu perlu diantisipasi agar tidak semakin tumbuh subur. Dinilai efektif cegah radikalisme, Aswaja  Center Kota Blitar telah melakukan pencegahan secara dini dan telah terbukti dengan menggelar Kajian Islam Ahlussunah wal Jama’ah (Kiswah) di Pondok Pesantren Bustanul Muta’allimin, Kota Blitar. Ahad, 30/08/2020. Ketua Aswaja Center Kota Blitar, Jatim, Kyai Sukamto Abdul Hamid mengajak seluruh warga dan pengurus NU untuk secara kolektif menjalankan harakah, fikrah dan ghirrah dalam ber NU. “Sejak awal, Nahdlatul Ulama

Sikap Aswaja An Nahdliyah Terhadap Hari Besar Keagamaan dan Kenegaraan

Blitar – Islam sebagai agama samawi memiliki banyak ciri khas (khashaish) yang membedakannya dari agama lain. Ciri khas Islam yang paling menonjol adalah tawassuth, tasamuh, i’tidal dan tawazun. Tawassuth berarti mengambil jalan tengah, yaitu sikap tidak condong kepada ekstrem kanan maupun kelompok ekstrem kiri. Tasamuh berarti toleran, maksudnya Islam itu toleran terhadap perbedaan pandangan dalam masalah agama budaya dan adat istiadat.I’tidal artinya tegak lurus yaitu sikap tegak menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan bersama. Dan tawazun

Bantu Tuntaskan Permasalahan Sosial Dampak Covid-19, NU Care Lazisnu Kota Blitar Salurkan Zakat Fitrah

Blitar – Tiap tahun, umat Muslim dengan kondisi berkecukupan di seluruh dunia menunaikan zakat fitrah sebagai kewajiban di bulan Ramadan. Zakat fitrah merupakan harta berupa uang atau beras sebagai bentuk penyucian jiwa yang diberikan kepada kelompok rentan. Bagi pandangan ulama terdahulu, zakat fitrah sejatinya diberikan di akhir Ramadan agar Muslim yang masuk dalam kelompok rentan bisa ikut merayakan Idul Fitri. Tapi di tengah pandemi Covid-19, pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan lebih cepat, kata ketua NU Care Lazisnu Kota Blitar, Alim Sulaiman,

Potret Gotong Royong Warga NU Kota Blitar Saat Pademi Covid 19

Blitar – Merebaknya penyebaran virus COVID-19 ternyata tidak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan saja, melainkan sektor ekonomi. Sejak pertengahan Maret lalu, dampak COVID-19 menghantam para pekerja, khususnya pekerja sektor informal yang mengandalkan upah harian seperti pedagang, buruh lepas, dan lainnya. Terkait situasi ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar bersama Muslimat NU, Fatayat NU dan Ansor mengadakan program patungan untuk semua. Donasi yang didapat akan disalurkan melalui Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Blitar. Ketua NU Care

Pemuda NU Versus Covid 19 Jilid 3, Peduli Antar Umat Beragama

Blitar – Upaya pencegahan virus corona atau Covid-19 dilakukan pemuda NU, yang terdiri dari Lazisnu, Ansor, Banser dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Para relawan ini menggelar penyemprotan disinfektan ke puluhan masjid, mushola, gereja, hingga klenteng, Ahad (29/3/2020). Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Blitar, Hartono, S.T., M.MPd, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian NU dalam pencegahan Covid-19. Dana bersumber dari NU Care Lazisnu, relawan NU dan bantuan masyarakat. “Kegiatan penyemprotan sasarannya tempat ibadah mulai dari masjid, mushola, gereja dan

Cegah Corona, Ansor Semprot Disinfektan 400 Masjid

Blitar – Ansor, Banser dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kab Blitar mengadakan kegiatan penyemprotan disinfektan di 400 mushola/langgar dan masjid se kabupaten untuk mencegah penyebaran virus corona. Penyemprotan dilakukan dengan menggandeng Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) sebagai bentuk kepedulian pemuda Nahdlatul Ulama (NU) dalam pencegahan virus dan bakteri. Ahad (29/3). Kasatkorcab Banser Kab Blitar sekaligus koordinator kegiatan, M. Mahmudi menyatakan penyemprotan desinfektan di 400 mushola/langgar dan masjid se-kabupaten Blitar ini telah digelar mulai hari Kamis (26/3). Penyemprotan digelar terutama

Pemuda NU Versus Covid 19 Jilid 1

Blitar – Diisisiasi  Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) NU Center Kota Blitar, beberapa pemuda Nahdlatul Ulama (NU) melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa masjid atau mushola. Sterilisasi difokuskan pada tempat ibadah. Senin (23/3/2020) Penyemprotan dilakukan melibatkan beberapa pemuda NU. Disinfektan disemprotkan pada bagian dalam hingga area jalan sekitar mushola atau masjid. Koordinator kegiatan, Wildy Sulton menambahkan, penyemprotan menggunakan bahan dasar air, desinfektan dan pengharum dengan dosis yang telah ditetapkan sehingga aman untuk masyarakat. “Tadi penyemprotan pakai bahan desinfektan yang mudah ditemui di Blitar,” sebutnya. Wildy mengaku,

Ats-Tsawabit dan Al-Mutaghayirat Dalam Tradisi Pemikiran Islam

Blitar – Ahlussunah Wal Jama’ah NU Center (ASNUTER) Kota Blitar menggelar Kajian Islam Ahlussunah Wal Jama’ah (Kiswah) perdana di Hall Asnuter Jl. Kalimantan, komplek RA Hidayatullah Kota Blitar, Jawa Timur. Ahad (1/3/2020) Hadir sebagai pemateri utama, alumnus Universitas Al Azhar Mesir, Ustadz H. M. Abd Rouf, Lc., Grad.Dip, MA menjelaskan kegiatan kiswah dalam rangka mengupayakan terwujudnya risalah islamiyah Ahlussunah Wal Jama’ah di kota Blitar. Pada pertemuan tersebut ingin menggali pembaharuan pemikiran Islam berdasarkan konteksnya. Menurut dia, pembaharuan pemikiran Islam penting dilakukan untuk

OTOKRITIK BUAT NAHDLATUL ULAMA

Oleh: Mamang M Haerudin (Aa) Fenomena penolakan pengajian dan perusakan plang NU di dua daerah yang berbeda, yang terjadi belum lama ini menunjukkan bahwa virus kebencian terhadap NU hampir di ujung tanduk. Seperti pelampiasan awal dari sekian lamanya dendam kesumat terhadap NU. Kita tahu bersama NU itu Ormas terbesar/mayoritas dan dekat dengan Pemerintah. Yang terakhir ini akan menjadi kecemburuan sekaligus senjata ampuh untuk terus menonjok NU. Saya bermaksud menyampaikan otokritik. Agar sekarang dan ke depan NU semakin rendah hati dan merangkul. 1. Para