Informasi

Beragama yang Sederhana di Era Dakwah Digital: Merespon Tulisan Ulil Abshar Abdalla

Oleh Mamang M Haerudin (Aa) Kemarin. Selasa, 23 Juni 2020, Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menurunkan tulisan ringan berjudul: Perlunya Beragama yang “Ngintelek.” Saya merasa tulisan ini paling mewakili mengapa kemudian dakwah akar rumput dan dakwah digital kita “kalah saing” dan tertinggal jauh sekali. Pengajian online atau Ngaji Ihya ala Gus Ulil mau tidak mau telah menjadi rujukan utama dakwah digital kita. Harus saya akui, selain alim, Gus Ulil punya kemampuan public speaking yang menyihir. Hanya saja kemampuan sihirnya hanya menjangkau

Berbagi Pengalaman Corona; Anda Mungkin Mengidap Tapi Tidak Tahu

Oleh Hilman Fajrian* Mayoritas orang punya imunitas atau daya tahan tubuh yang baik. Tapi belum tentu mereka memiliki imun terhadap rasa takut. Terlebih lagi tanggungjawab pada orang lain. Saya bukan dokter. Sehingga yang akan saya sampaikan berikut bukanlah sebuah rujukan medis. Saya hanya seseorang yang berbagi pengalaman tinggal selama sebulan di kawasan pandemi Corona/Covid pada Februari lalu: Taiwan dan Singapura. Alhamdulillah saya sehat sampai hari ini — tak memiliki gejala sakit. Saya di Taiwan sejak 8-25 Februari. Lalu di Singapore 26 Feb –

3 Pesan Penting PCNU Kota Blitar Saat Lantik Ranting NU Bendo

Blitar – Saat melantik secara terpadu Pengurus Ranting NU Bendo, Rais Syuriah Nahdlatul Ulama Kota Blitar, KH Abdil Karim Muhaimin mengingatkan kepada para pengurus untuk senantiasa meningkatkan semangat dalam berkhidmah di ormas terbesar di Indonesia yang merupakan warisan para ulama tersebut. Selasa (17/3//2020) Menurutnya ada tiga semangat yang perlu dijaga yaitu semangat menjaga, mengawal dan melestarikan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, semangat menjaga negara untuk ibadah, dan semangat menjaga kerukunan, ketentraman dan keamanan masyarakat. Dalam sambutannya KH Abdil Karim Muhaimin menjelaskan awal Nahdlatul

Sekilas Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama’ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur’an, Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu, seperti Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fikih mengikuti empat madzhab; Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode

PCNU Kota Blitar Berikan Ijazah Tangkal Musibah pada Masyarakat

Blitar – Beberapa puluh warga Indonesia positif virus Corona dan puluhan pasien suspect Corona di meninggal. Masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan dan berdoa. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar bahkan memberikan ijazah pada masyarakat agar terhindar dari musibah bertempat di Kantor PCNU Kota Blitar. Ahad (15/3/2020) Sesaat sebelum pelaksanaan Ijazah dimulai, Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar, KH Abdul Karim Muhaimin sempat ngaji kitab Kitab Nashaih al-Ibad. Sebuah kitab kuning karya syeh ibnu hajar al-asqolani, berisi rangkuman peringatan dan nasihat dalam

ANCAMAN WAHABI DALAM KONTEKS IDEOLOGI, MILITER DAN POLITIK TERHADAP KEUTUHAN NKRI

Wahabi semakin giat menciptakan perpecahan di wilayah NKRI, tetapi Alhamdulillah keragaman NKRI selalu bersatu padu dibawah panji Pancasila. Sila ke tiga “Persatuan Indonesia” menjadi yang dipegang teguh mayoritas rakyat Indonesia untuk senantiasa waspada dari provokasi kotor dan busuk yang ditebarkan wahabi diwilayah NKRI untuk memecah belah rakyat Indonesia. Melalui rapat umum yang dikemas dalam bahasa Pengajian Umum, melalui kajian kelompok-kelompok wahabi, situs-situs internet, media cetak dan elektronik, kaum wahabi terus menerus berkoar-koar memecah belah persatuan Indonesia. Apa yang direncanakan oleh wahabi

Mari Sekolahkan Putra Putri Kita di Sekolah NU

Gelorakan Semangat Juang NU. Maraknya aksi kekerasan dalam beberapa periode ini tak lepas dari kurangnya kontrol masyarakat dalam membendung faham-faham radikalisme di negeri ini. Faham-faham tersebut telah didesain rapi, terorganisir dan massif lewat berbagai forum kajian dan dunia pendidikan. Secara tidak sadar para generasi muda di negeri ini telah dicekoki beragam faham radikal, di bangku sekolah hingga kuliah. Minimnya pengetahuan agama ala ahlussunnah wal jamaah annahdliyah menjadikan mereka dengan mudah dicuci otaknya. Dalam waktu yang tidak lama, telah lahir para generasi berjubah

Daftar Perguruan Tinggi yang Berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama di Indonesia

Berikut ini informasi kampus Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia yang perlu diketahui. Bagi siapa saja yang ingin kuliah insyaallah selamat dari radikalisme. Berikut daftar Perguruan Tinggi yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama: 1. Universitas NU Gorontalo 2. Universitas NU Sulawesi Tenggara 3. Universitas NU Samarinda Kaltim 4. Universitas NU Kalsel 5. Universitas NU Kalbar 6. Universitas NU Blitar 7. Universitas NU Lampung 8. Universitas NU Sumbar 9. Universitas NU NTB 10. Universitas NU Malut 11. Universitas NU Jakarta 12. Universitas NU Cirebon 13. Universitas NU Purwokerto 14. Universitas NU Cilacap 15. Universitas Maarif NU Kebumen 16. Universitas NU Jogjakarta 17. Universitas

Ats-Tsawabit dan Al-Mutaghayirat Dalam Tradisi Pemikiran Islam

Blitar – Ahlussunah Wal Jama’ah NU Center (ASNUTER) Kota Blitar menggelar Kajian Islam Ahlussunah Wal Jama’ah (Kiswah) perdana di Hall Asnuter Jl. Kalimantan, komplek RA Hidayatullah Kota Blitar, Jawa Timur. Ahad (1/3/2020) Hadir sebagai pemateri utama, alumnus Universitas Al Azhar Mesir, Ustadz H. M. Abd Rouf, Lc., Grad.Dip, MA menjelaskan kegiatan kiswah dalam rangka mengupayakan terwujudnya risalah islamiyah Ahlussunah Wal Jama’ah di kota Blitar. Pada pertemuan tersebut ingin menggali pembaharuan pemikiran Islam berdasarkan konteksnya. Menurut dia, pembaharuan pemikiran Islam penting dilakukan untuk

OTOKRITIK BUAT NAHDLATUL ULAMA

Oleh: Mamang M Haerudin (Aa) Fenomena penolakan pengajian dan perusakan plang NU di dua daerah yang berbeda, yang terjadi belum lama ini menunjukkan bahwa virus kebencian terhadap NU hampir di ujung tanduk. Seperti pelampiasan awal dari sekian lamanya dendam kesumat terhadap NU. Kita tahu bersama NU itu Ormas terbesar/mayoritas dan dekat dengan Pemerintah. Yang terakhir ini akan menjadi kecemburuan sekaligus senjata ampuh untuk terus menonjok NU. Saya bermaksud menyampaikan otokritik. Agar sekarang dan ke depan NU semakin rendah hati dan merangkul. 1. Para