Islam Nusantara

Konsep Ahlussunah wal Jamaah dalam Harlah NU 94

Blitar –  Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sananwetan Kota Blitar, Jawa Timur, bersinergi untuk menggelar Harlah NU ke 94. Kerjasama keduanya diwujudkan dalam diba’an dan pengajian rutin. Diungkap oleh alumnus Universitas Al Azhar Mesir, Ustadz H. M. Abd Rouf, Lc., Grad.Dip, MA di Masjid Hidayatullah Kota Blitar. Ahad (8/3/2020) Ust Rouf menjelaskan, siapa itu Ahlussunah wal Jamaah? Secara sekilas, pertanyaan ini mungkin amat mudah dijawab. Apalagi bagi warga Nahdliyin—yang setiap hari secara doktrinal mengikuti dan mengamalkan tradisi Aswaja

Daftar Perguruan Tinggi yang Berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama di Indonesia

Berikut ini informasi kampus Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia yang perlu diketahui. Bagi siapa saja yang ingin kuliah insyaallah selamat dari radikalisme. Berikut daftar Perguruan Tinggi yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama: 1. Universitas NU Gorontalo 2. Universitas NU Sulawesi Tenggara 3. Universitas NU Samarinda Kaltim 4. Universitas NU Kalsel 5. Universitas NU Kalbar 6. Universitas NU Blitar 7. Universitas NU Lampung 8. Universitas NU Sumbar 9. Universitas NU NTB 10. Universitas NU Malut 11. Universitas NU Jakarta 12. Universitas NU Cirebon 13. Universitas NU Purwokerto 14. Universitas NU Cilacap 15. Universitas Maarif NU Kebumen 16. Universitas NU Jogjakarta 17. Universitas

GOYANGAN JARI MENGGERAKKAN NEGERI

Era digital tak bisa dihindari. Ini juga yang digarap media. Memenuhi kebutuhan pembaca. Tidak hanya cukup menyajikan cetak. Suguhan media berbalut digital harus disiapkan untuk menjawab kebutuhan pembaca. Ya, perubahan zaman saat ini ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lihatlah. Banyak produk telekomunikasi maupun elektronik mengggunakan teknologi digital. Setidaknya, narasi tersebut memotret teknologi berkembang pesat. Berpacu dengan waktu. Menghilangkan sekat jarak. Dunia dalam lipatan. Dalam genggaman. Ini juga paralel dengan pertumbuhan media yang pesat. Dalam berbagai diskusi, tak jarang disampaikan, saat

Memahami Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dengan Benar

Blitar – Tim Aswaja NU Center Kota Blitar menebar virus-virus Aswaja An-Nahdliyah kepada para santri di Kunir Wonodadi Kab Blitar. Sebagai wujud gerakan Ahlussunnah wal Jamaah Lintas Area. Sabtu (22/2/2020). Amar ma’rūf nahi munkar adalah salah satu pilar agama Islam yang sangat penting. Tegaknya amar ma’rūf nahi munkar akan menjamin tegaknya Islam dan baiknya masyarakat. Sebaliknya, diabaikannya amar ma’rūf nahi munkar akan menyebabkan maraknya kemunkaran. Pelaksanaan terhadap ajaran amar ma’ruf nahi munkar seringkali dilakukan dengan cara -cara yang justru didalam prespektif

Meraba Islam di Indonesia, Kini dan Nanti

Islam datang dengan penuh kelembutan, didakwahkan oleh manusia yang penuh teladan dan diakui kebenarannya oleh lawan dan kawan. Islam tidak mengatur urusan ibadah semata, namun segala sisi kehidupan manusia. Komprehensif. Islam merupakan agama Allah yang langsung diturunkan kepada suri teladan terbaik bagi umat manusia, Nabi Muhammad Saw. Muhammad Saw membawa Islam dengan penuh kelembutan, tak ada satu helai pun bulu dari umatnya yang runtuh karena kekerasan. Beliau juga berpesan, “Tidaklah dikatakan muslim bila ia tidak mampu melindungi orang di sampingnya dari

Upaya Meraba Wajah Muslim Indonesia di Masa Depan

Sebetulnya, seperti apa wajah umat Islam Indonesia? Banyak peristiwa besar yang berkaitan dengan umat Islam terjadi beberapa tahun belakangan ini, mulai dari aksi 212 hingga terpilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai wapres. Lantas, siapa yang yang jadi representasi Islam Indonesia? Apakah kelompok 212 yang anti Ahok, atau sosok KH. Ma’ruf Amin yang seorang NU, atau seperti Jokowi; muslim, tidak berlatar pesantren, berpartai PDIP, berasal dari Solo yang kental kultur Jawa? Pertanyaan-pertanyaan itu mengiringi pembacaan saya terhadap buku Wajah Muslim Indonesia besutan Hasanuddin

Menjaga Negara Untuk Ibadah, Gus Karim: Ini Wajib Dilakukan Hingga Anak Cucu

Blitar – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Lailatul Ijtima’ NU bersama Nada dan Da’wah Mayangkara Group digelar di Masjid Baitul Hakim, kel. Bendo Kota Blitar. (28/11/2019) Rais Syuriah PCNU Kota Blitar, KH Abdil Karim Muhaimin, dalam sambutannya menjelaskan awal Nahdlatul Ulama didirikan. Pada tahun 1926, di Surabaya, para kiai pesantren Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) mendirikan jamiyah (organisasi) bernama Nahdlatul Ulama, kebangkitan para ulama. Konsekuensi dengan menggunakan kata nahdlatul adalah kebangkitan yang telah terangkai sejak berabad-abad lalu. Bukan kebangkitan yang tiba-tiba

PELANTIKAN PENGURUS RANTING NU LINGKUNGAN SANGUT

Pelantikan Pengurus Ranting NU Lingkungan Sangut Kelurahan Bendo.(29/10/2019) Pelantikan Pengurus Ranting NU Lingkungan sangut dilaksanakan pada hari selasa malam rabu bertepatan dengan kegiatan rutin Turba PCNU Kota Blitar. Terpilih sebagai ketua Ranting NU Sangut KH.Yazid Mujiono, yang dalam sambutannya memohon doa’ restu kepada para hadirin supaya mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Turut Hadir Camat Kepanjenkidul Bapak Parminto yang juga memberi sambutan pada acara tersebut, dalam sambutannya beliau mengutip dawuh pendiri NU Syeikh Hasyim Asy’ari “Barang siapa yang merawat NU maka aku anggap sebagai

Ratusan Santri TPQ Kota Blitar Meriahkan HSN dengan Lomba Sepak Bola Santri

Blitar-Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019,  Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al Qur’an (LPPTKA)-BKPRMI Kota Blitar menyelenggarakan lomba sepak bola santri. Alim Sulaiman S,Pd I selaku Direktur  (LPPTKA) Kota Blitar menjeskan bahwa lomba sepak bola santri ini di ikuti oleh para santri TPQ usia dibawah 8 tahun memperebutkan Piala Ketua DPD BKPRMI Kota Blitar, bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para santri supaya tambah rajin mengaji di TPQ. Dan juga sebagai wahana sillaturrohmi antar santri TPQ se Kota Blitar. Pemandangan unik

Fikih Pergundikan, Dikaji Tapi Disepelekan Pesantren

Oleh Dr. M. Ishom el-Saha, M.Ag Rame mendiskusikan Disertasi seorang doktor bertemakan Milk al-Yamin (Pergundikan) jadi teringat guru saya al-maghfurlah Kiai Ishaq Mranggen Demak. Hampir semua kitab fiqh saya pelajari di bawah bimbingan pengasuh Pesantren Pesantren Raudhatuttalibin Mranggen itu. Uniknya pada saat pengajian sudah sampai Bab Penyelesaian sengketa (Kitab al-aqdhiyah wa al-syahadah) dan akan beranjak ke Bab terakhir kitab fiqh, yakni Kitab al-Itqi (Kitab Perbudakan), beliau selalu berkata “pengajian sudah khatam”. Bagi beliau, tujuan belajar fiqh di luar masalah ubudiah ialah untuk