PCNU Kota Blitar

NU Care LazisNU Wujudkan Kemandirian Jamaah dan Jamiyah Kota Blitar

Blitar – Pengurus Cabang NU Care LazisNU Kota Blitar merintis kemandirian untuk sejumlah jamaah serta jam’iyahnya. Upaya tersebut diwujudkan dalam peluncuran gerakan infaq receh di masing masing rating NU Kota Blitar serta ikut mendayagunakan semua potensi yang dimiliki jamaah NU setempat. Sejarah telah membuktikan, kekuatan kemandirian NU adalah modal dasar membangun warga makin sejahtera, pelayanan umat makin meningkat, pendidikan warga terus tercerahkan, akses kesehatan terus membaik, dan dakwah wasathiyah makin ramah nan membumi. Bendahara NU Care LazisNU Kota Blitar, Khozin Asrori, S.Kom

94 Tahun NU Terus Bersama Rakyat Kecil

Blitar – Peringatan hari lahir (harlah) ke-94 NU menjadi momentum bagi ormas Islam terbesar di Indonesia itu untuk berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat. NU akan selalu berada bersama dan memperjuangkan nasib rakyat kecil. Sejak dulu NU selalu bersama rakyat kecil, memikirkan nasib mereka yang belum baik. PCNU Kota Blitar berharap ke depannya bisa memberikan kontribusi lebih dalam mendorong kemandirian ekonomi umat. Setiap masyarakat dapat turut andil bersedekah pada gerakan koin untuk membantu warga yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Bendahara NU

Peduli Kebersihan, Puluhan Siswa SMK Islam 1 Blitar Rela Terjun Bakti Sosial

Blitar Puluhan siswa siswi SMK Islam 1 Blitar menggelar bakti sosial di Kantor PCNU Kota Blitar, pada Sabtu (15/2/2020). Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diadakan setiap semester untuk membentuk karakter siswa agar meningkatkan jiwa sosial sejak dini. Bentuk kegiatan bakti sosial yang digelar oleh siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) kelas X ini berupa mensucikan mushola dan kantor, membersihkan toilet, hingga jalan umum. Adapun peralatan-peralatan yang digunakan siswa siswi X TKJ 3, antara lain arit, pacul, sapu lidi, kanebo, hingga peralatan pel. Tidak

Aswaja NU Center Kota Blitar Sosialisasikan Wajah Muslim Indonesia

Blitar – Radikalisme berbalut pendidikan juga sudah menyasar anak remaja di Indonesia, demikian ungkap Lilik Purwandi, saat menjadi pemateri dalam acara seminar dan bedah buku “Wajah Muslim Indonesia” yang diselenggarakan Aswaja NU Center Kota Blitar, Ahad (2/2/2020) Islam yang dikenal masyarakat luas dengan sikap yang ramah dan santun, kini berubah wajah menjadi seram dan menakutkan. Meskipun hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja. Penulis buku Wajah Muslim Indonesia, Lilik Purwandi S.Si., M.Si mengatakan menurutnya radikalisme arahnya menyasar anak-anak muda yang galau. Para ekstrimisme

Pernyataan Sikap Aswaja NU Center Kota Blitar Terhadap Minuman Keras

Blitar – Ahlussunnah wal Jam’ah NU Center (ASNUTER) Kota Blitar mengeluarkan pernyataan sikap terkait minuman keras di Kota Blitar. Berikut isi pernyataan ASNUTER Kota Blitar: PERNYATAAN SIKAP ASWAJA NU CENTER KOTA BLITAR Bismillahirrahmanirrahim  Assalamualaikum Wr. Wb. Menolak segala bentuk peredaran minuman keras dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memperjual belikannya. Meminta kepada pemerintah daerah untuk meninjau kembali Perda No. 8 Tahun 2001 tentang peredaran, pengawasan dan pengawasan minuman keras yang kami pandang tidak sesuai dengan norma agama, dan nilai luhur Pancasila. Mengajak kepada seluruh elemen masyarakat

Tahukah Anda? Kenapa Kyai NU Diserang dan Dijatuhkan ?

Taukah Anda? Kenapa Sayyid Seif Alwi diserang dengan isu Habib Palsu? Kenapa Gus Muwafiq diserang dengan isu menghina Nabi? Kenapa Abuya Kyai Said di serang dengan isu Liberal? Kenapa Abah Habib Luthfi di serang dengan isu Syi’ah? Jawabannya adalah karena mereka sedang ingin memberontak dan menghancurkan Negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI)  sebagamana yang telah dilakukan di Suriah, Irak dan negara Timur Tengah lainnya. Benteng NKRI yang terdepan adalah Nahdlatul Ulama (NU). Jadi bila ingin menghancurkan NKRI, maka hancurkanlah dulu NU. Bila ingin menghancurkan NU, maka hancurkanlah

Cara Mujarab Membendung Radikalisme, Mantan Teroris: Ber NU dengan Konsisten

Blitar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, pada Ahad (1/12/2019) bertempat di Aula KPRI Kota Blitar, menggelar sarasehan menangkal gerakan radikalisme dengan moderasi agama (memperkuat dai moderat berdivisi keummatan dan kebangsaan) guna mewujudkan situasi kantibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Blitar. Acara kerjasama antara PCNU Kota Blitar dengan Kemenag Kota Blitar ini dihadiri ketua PCNU Kota Blitar Dr. Habib Bawafi.M.HI, dan Drs. Solekan. M.PdI dari Kemenag Kota Blitar. Acara tersebut dihadiri semua unsur PCNU Kota Blitar baik

Ratusan Kader NU Kota Blitar Hadir Dalam Apel 10.000 Kader PWNU Jatim

Blitar – PWNU Jatim menggelar Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah Pertama) pada pada 29-30 November 2019. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Seluruh persiapan pun telah rampung. Ada banyak agenda dalam Muskerwil ini. Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU di bawah PWNU Jatim dikonsolidir termasuk NU Blitar dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih. Khususnya antara sesama lembaga atau banom. Ada juga untuk konsolidasi internal organisasi serta sinergisitas program strategis dengan PCNU

Menjaga Negara Untuk Ibadah, Gus Karim: Ini Wajib Dilakukan Hingga Anak Cucu

Blitar – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Lailatul Ijtima’ NU bersama Nada dan Da’wah Mayangkara Group digelar di Masjid Baitul Hakim, kel. Bendo Kota Blitar. (28/11/2019) Rais Syuriah PCNU Kota Blitar, KH Abdil Karim Muhaimin, dalam sambutannya menjelaskan awal Nahdlatul Ulama didirikan. Pada tahun 1926, di Surabaya, para kiai pesantren Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) mendirikan jamiyah (organisasi) bernama Nahdlatul Ulama, kebangkitan para ulama. Konsekuensi dengan menggunakan kata nahdlatul adalah kebangkitan yang telah terangkai sejak berabad-abad lalu. Bukan kebangkitan yang tiba-tiba

Ratusan Kader NU Kota Blitar Hadir Dalam Muskerwil PWNU Jatim

Blitar – PWNU Jatim menggelar Muskerwil (Musyawarah Kerja Wilayah Pertama) pada pada 29-30 November 2019. Acara dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo. Seluruh persiapan pun telah rampung. Ada banyak agenda dalam Muskerwil ini. Dalam agenda itu, seluruh lembaga dan badan otonom NU di bawah PWNU Jatim dikonsolidir termasuk NU Blitar dan ditata ulang program-programnya agar sejalan dan tidak saling tumpang tindih. Khususnya antara sesama lembaga atau banom. Ada juga untuk konsolidasi internal organisasi serta sinergisitas program strategis dengan PCNU