Ahlussunnah wal Jamaah

Ahlussunnah Wal Jama’ah, Ajaran dan Ciri-Cirinya

Blitar – Pandemi Covid 19 meneror masyarakat kota Blitar. Teror penyakit pernafasan, tak menyurutkan hati para pejuang. Kali ini Aswaja NU Center menggelar Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Kiswah). Ahad (5/7/2020) Berlokasi di Hall Asnuter, komplek RA Hidayatullah Kota Blitar, Ketua Aswaja NU Center (Asnuter) Kota Blitar, Kyai Sukamto Abdul Hamid menjelaskan kelompok yang diistimewakan dengan memperoleh balasan surga di antara kelompok-kelompok yang lain yaitu golongan Ahlussunah wal Jama’ah. Sebagaimana digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW. “Rasulullah mengabarkan kepada kita bahwa umatnya akan

Beragama yang Sederhana di Era Dakwah Digital: Merespon Tulisan Ulil Abshar Abdalla

Oleh Mamang M Haerudin (Aa) Kemarin. Selasa, 23 Juni 2020, Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menurunkan tulisan ringan berjudul: Perlunya Beragama yang “Ngintelek.” Saya merasa tulisan ini paling mewakili mengapa kemudian dakwah akar rumput dan dakwah digital kita “kalah saing” dan tertinggal jauh sekali. Pengajian online atau Ngaji Ihya ala Gus Ulil mau tidak mau telah menjadi rujukan utama dakwah digital kita. Harus saya akui, selain alim, Gus Ulil punya kemampuan public speaking yang menyihir. Hanya saja kemampuan sihirnya hanya menjangkau

Menuju New Normal, Aswaja NU Center Terbitkan Sikap

Blitar – New normal merupakan skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. Mengutip akun twitter Presiden Joko Widodo, @jokowi mengatakan, hidup berdampingan harus dilakukan karena virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. Berdampingan, menurut Jokowi, bukan berarti masyarakat harus menyerah. “Tapi menyesuaikan diri,” cuitnya. Hidup berdampingan di tengah-tengah virus yang belum ditemukan vaksinnya memang  menjadi tantangan baru. Masyarakat harus

Waspadai Kejahatan Wahabi : Mengubah Kitab Klasik Rujukan Aswaja

“Jangan sembarangan beli kitab klasik. Kini sejumlah kitab yang telah menjadi bacaan keluarga ahlussunnah wal jamaah sudah diacak-acak kelompok Wahabi. Terbaru muncul buku putih Ihya Ulumuddin (Imam Ghazali). Buku ini diacak-acak sesuai paham Wahabi.” KEJAHATAN kelompok Wahabi sudah kelewatan. Setelah gagal ‘memasarkan’ pahamnya lewat diskusi, debat, taushiyah, kini modus mengubah isi kitab-kitab klasik yang menjadi rujukan Aswaja (ahlussunnah wal jamaah) semakin masif dilakukan. Lihatlah, bagaimana mereka dengan seenaknya mengacak-acak isi kitab Ihya Ulumuddin karya ulama besar Imam Ghazali. Kelompok Wahabi membuat ‘buku

Rais Syuriah PCNU Kota Blitar Bimbing Seorang Mualaf Masuk Islam

Blitar, Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, Jawa Timur KH Abdil Karim Muhaimin membimbing seorang mualaf mengikrarkan dua kalimat syahadat, Senin (1/6) siang. Kali ini yang dibimbing masuk Islam oleh Gus Karim adalah seorang warga asal jalan Wr Supratman No. 92 Bendogerit Kota Blitar, Angga Hendra Setiawan. Prosesi pembacaan dua kalimat syahadat dilaksanakan di Kantor PCNU Kota Blitar dan disaksikan beberapa jamaah. Acara pembacaan ikrar dua kalimat syahadat berlangsung khidmat dan lancar turut disaksikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kota

Pedoman Umum Dan Panduan Praktis Pelaksanaan Ibadah Amaliyah Nahdliyin Kota Blitar Selama Bulan Ramadhan

Blitar – Menyikapi perkembangan Penyebaran Virus Corona di Kota Blitar dan Pelaksanaan Ibadah dan Amaliyah selama bulan Ramadhan dan bulan Syawal 1441 H. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Blitar bersama Banom dan Team SATGAS NU P3 Covid-19 menggelar rapat koordinasi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Falah Putri Jl.Manggar Sukorejo Kota Blitar, Senin (19/04/2020). Menghasilkan beberapa pedoman umum dan panduan khusus terkait Pelaksanaan Syariat Islam dan Amaliyah di bulan Romadhon 1441 H di Kota Blitar. Dengan adanya Edaran tentang Pelaksanaan Ibadah dan Amaliyah

Pemuda NU Versus Covid 19 Jilid 1

Blitar – Diisisiasi  Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) NU Center Kota Blitar, beberapa pemuda Nahdlatul Ulama (NU) melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa masjid atau mushola. Sterilisasi difokuskan pada tempat ibadah. Senin (23/3/2020) Penyemprotan dilakukan melibatkan beberapa pemuda NU. Disinfektan disemprotkan pada bagian dalam hingga area jalan sekitar mushola atau masjid. Koordinator kegiatan, Wildy Sulton menambahkan, penyemprotan menggunakan bahan dasar air, desinfektan dan pengharum dengan dosis yang telah ditetapkan sehingga aman untuk masyarakat. “Tadi penyemprotan pakai bahan desinfektan yang mudah ditemui di Blitar,” sebutnya. Wildy mengaku,

Pandemi Covid-19, PCNU Kota Blitar Berikan 5 Instruksi Penanganan Wabah

Blitar – Mananggapi persebaran virus Corona atau Covid-19 yang telah resmi masuk ke Indonesia, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar mengeluarkan surat instruksi dan anjuran resmi. Surat instruksi dan anjuran ini ditujukan kepada seluruh seluruh Pimpinan Perangkat Organisasi Mulai dari PCNU, Lembaga, Badan Otonom, Majlis Wakil Cabang (MWC), Ranting, Lembaga Pendidikan Ma’arif untuk disebarkan kepada seluruh anggota Nahdlatul Ulama. Keluarnya surat instruksi dan anjuran ini sebagai upaya penanganan persebaran virus Corona atau Covid-19 di Indonesia yang nantinya dikhawatirkan akan semakin meluas.

Sekilas Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama’ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur’an, Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu, seperti Abu Hasan Al-Asy’ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fikih mengikuti empat madzhab; Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode

ANCAMAN WAHABI DALAM KONTEKS IDEOLOGI, MILITER DAN POLITIK TERHADAP KEUTUHAN NKRI

Wahabi semakin giat menciptakan perpecahan di wilayah NKRI, tetapi Alhamdulillah keragaman NKRI selalu bersatu padu dibawah panji Pancasila. Sila ke tiga “Persatuan Indonesia” menjadi yang dipegang teguh mayoritas rakyat Indonesia untuk senantiasa waspada dari provokasi kotor dan busuk yang ditebarkan wahabi diwilayah NKRI untuk memecah belah rakyat Indonesia. Melalui rapat umum yang dikemas dalam bahasa Pengajian Umum, melalui kajian kelompok-kelompok wahabi, situs-situs internet, media cetak dan elektronik, kaum wahabi terus menerus berkoar-koar memecah belah persatuan Indonesia. Apa yang direncanakan oleh wahabi