Sholat

SHALAT TARAWIH (Risalah Ramadhan 3)

A. Ketentuan Shalat Tarawih Shalat Tarawih merupakan shalat sunnat yang sangat dianjurkan untuk mengamalkannya dengan secara berjama’ah . Hukumnya sunnat muakad, melakukannya tiap dua raka’at salam . Perhatikan Hadits Nabi berikut: اَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ جَوْفِ الَّيْلِ لَيَالِيَ مِنْ رَمَضَاَنَ, وَهِيَ ثَلاَثٌ مُتَفَرِّقَةٌ لَيْلَةُ الثَّالِثِ وَالْخَامِسِ وَالسَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ, وَصَلَّى فِى الْمَسْجِدِ وَصَلَّى النَّاسُ بِصَلاَتِهِ فِيْهَا, وَكَانَا يُصَلِّى بِهِمْ ثَمَانَ رَكَعَاةٍ وَيُكَمِّلُوْنَ بَقِيَهَا فِيْ بُيُوْتِهِمْ فَكَانَ يُسْمَعُ لَهُمْ اَزِيْزٌ كَاَزِيْزِ النَّحْلِ (رواه البخاري) Bahwasanya Rasulullah SAW keluar waktu tengah malam malam

Mengapa Jumlah Rakaat Tarawih Berbeda-beda? Ini Penjelasannya

Salah satu perdebatan yang muncul tiap bulan Ramadhan adalah polemik jumlah rakaat shalat Tarawih. Di Indonesia, setidaknya ada dua kubu soal tarawih ini: kalangan yang shalat tarawih 8 rakaat, dan kalangan yang tarawih 20 rakaat. Tentu hal ini mudah kita dapati. Mulanya pemahaman akan adanya shalat tarawih di bulan Ramadhan ini adalah bentuk riil dari hadits Nabi: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa bangun (shalat malam) di bulan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka diampuni baginya dosa-dosa

Shalat-shalat Wajib Selain Shalat Fardhu Lima Waktu

Syariat Islam mengharuskan bagi para pemeluknya untuk melaksanakan berbagai kewajiban. Salah satu kewajiban itu adalah shalat. Melaksanakan shalat bagi umat Islam adalah hal yang wajib dilakukan dengan ketentuan lima kali dalam sehari. Kewajiban ini secara eksplisit dijelaskan dalam Al-Qur’an: فَسُبْحَانَ الله حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ وَلَهُ الحمد فِي السماوات والأرض وَعَشِيّاً وَحِينَ تُظْهِرُونَ Artinya: “Maka bertasbihlah kepada Allah pada petang hari dan pagi hari (waktu subuh) dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur

Imam Salah Baca Al-Quran, Apakah Sah Shalat Jamaahnya?

Assalamu alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail NU Online, seorang imam keliru membaca salah satu surat di Juz Amma setelah Al-Fatihah dalam sebuah shalat berjamaah belakangan ini. Kesalahan atau kekeliruan ini menjadi perbincangan publik karena dilaksanakan di stadion nasional dan di tahun politik. Pertanyaannya, bagaimana dengan status shalat berjamaahnya? Terima kasih. Wassalamu alaikum wr. wb. (Romdoni/Jakarta) Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Para ulama berbeda pendapat perihal status shalat berjamaah lantaran kesalahan bacaan surat oleh imam. Perbedaan pandangan ulama perihal ini

Duduk Melipat Jari Kaki Kanan ke Arah Kiblat dalam Shalat, Wajibkah?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Redaksi Bahtsul Masa’il NU yang terhormat. Saya ingin bertanya mengenai tata cara duduk di antara dua sujud dan tahiyyat, apakah melipat jari kaki kanan menghadap ke kiblat adalah suatu keharusan (wajib)? Dan bagaimana hukumnya jika hal tersebut tidak dilakukan, baik tanpa sebab ataupun karena alasan sakit. Mohon jawabannya terima kasih. (Imam Wahyuddin) Jawaban: Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Penanya yang budiman, semoga Anda senantiasa mendapat rahmat dan hidayah Allah. Dalam fiqih shalat dikenal dua cara duduk: iftirasy dan tawaruk. Duduk iftirasy dilakukan dengan

Suara Adzan dari Banyak Arah, Mana yang Harus Dijawab?

Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Masjid dan mushalla pun tersebar di mana-mana. Bahkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengklaim bahwa Indonesia memiliki masjid dan mushalla terbanyak di dunia. Tak ayal jika suara adzan satu per satu saling bersahut. Mendengar adzan yang saling bersahut tersebut, manakah adzan yang harus kita jawab? Apakah hanya satu saja atau semua adzan yang kita dengar. Bahkan hadits telah menyebutkan anjuran untuk menjawab adzan tersebut: إِذَا سَمِعْتُمِ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ Artinya, “Jika kalian

Hukum Meninggalkan Jumat karena Ketiduran

Kewajiban shalat Jumat sangat terang sekali disampaikan dalam beberapa argumentasi. Ayat Al-Qur’an, hadits Nabi, dan statemen para ulama telah banyak menyinggungnya. Demikian pula dengan ancaman orang yang meninggalkannya. Dalam sebuah hadits dinyatakan bahwa  orang yang meninggalkan Jumat selama tiga kali, Allah membekukan hatinya. Namun tidak ada manusia yang lepas dari kesalahan selain para nabi, terkadang karena tidurnya sangat nyenyak sehingga berdampak pada peninggalan Jumat. Bisa jadi karena terlalu capek, kebiasaan atau hal lainnya. Pertanyaannya adalah, bagaimana hukumnya meninggalkan Jumat karena ketiduran? Persoalan

4 Hikmah Penting Lailatul Ijtima’ & Isro’ Mi’roj Ranting NU Tanjungsari Kota Blitar

NUBLITAR.OR.ID – Semangat menggerakkan terus digelorakan NU Kota Blitar hingga ke level bawah. Di Ranting NU Tanjungsari misalnya, rombongan masyarakat menghadiri lailatul ijtima’ Isro’ Mi’roj yang diselenggarakan di lokasi masjid Baiturahman Jl Asahan Tanjungsari Kota Blitar pada Sabtu, 29 Maret 2019. Ranting NU Tanjungsari bekerjasama dengan MWC NU Kec Sukorejo melaksanakan Lailatul Ijtima’, Isro’ Mi’roj Nabi SAW dan Harlah 96 NU. Acara ini di hadiri oleh seluruh Pengurus Ranting NU Kel Sukorejo, warga NU Kel Sukorejo, jamaaah Masjid Bairurahman TanjungSari, Pengurus

Tidak Shalat Selama Bertahun-tahun, Apakah Wajib Qadha?

Seorang Muslim dalam menjalani dinamika kehidupannya pasti tidak lepas dengan pasang surut dalam hal ketaatannya menjalankan kewajiban agama. Terlebih bagi orang awam yang hidup jauh dari pengayoman ulama atau sebenarnya berada dalam lingkungan yang islami, hanya saja ia merasa belum mendapatkan hidayah untuk taat melaksanakan kewajiban agama, hingga akhirnya dalam menjalani kesehariannya selama bertahun-tahun ia tidak melaksanakan shalat. Seiring lewatnya tahun demi tahun, ia mulai tersadar dan merasa menyesal tidak melaksanakan kewajiban shalat, hingga akhirnya ia berinisiatif mulai sejak saat itu

Menempelkan Kaki dengan Kaki Orang Lain dalam Merapatkan Shaf

Menyempurnakan barisan shaf shalat merupakan salah satu hal yang menjadikan shalat jama’ah menjadi lebih utama. Jika barisan shaf shalat tidak teratur, maka akan berpengaruh terhadap fadhilah jama’ah bagi para makmum yang mengikuti jamaah, sebab barisan shaf yang tidak teratur merupakan salah satu kemakruhan dalam shalat jama’ah yang menyebabkan fadhilah jamaah menjadi hilang menurut Imam Ibnu Hajar (Lihat Syekh Husein Abdullah, Itsmidul ‘Ainain, halaman 33). Dalam praktiknya, sebagian masyarakat ada yang berpandangan bahwa menyempurnakan shaf ini adalah dengan cara menempelkan kaki kita