Wahabi

Pencopotan Atribut FPI, Ansor Blitar : TNI Sudah Gregetan

BLITAR – Sikap keras TNI yang menyerukan pembubaran FPI (Front Pembela Islam) serta diikuti pembersihan atribut FPI di Jakarta, dinilai Ansor NU Kabupaten Blitar, sebagai hal yang wajar. Menurut Ketua Ansor NU Kabupaten Blitar Aminudin Fahruda, TNI memiliki komitmen dan tanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI. “Wajar jika TNI bersikap demikian. Karena TNI memiliki tanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Aminudin Fahruda kepada Sindonews.com Jumat (20/11/2020). Belum lama ini seluruh atribut FPI termasuk baliho Imam Besar

Apakah Wahabi Termasuk Golongan Ahlussunah wal Jamaah?

Golongan Wahabi TIDAK termasuk dalam golongan Ahlussunah wal Jamaah, karena: 1. Golongan Aswaja sama sekali tidak mengkafirkan sesama muslim, yang masih shalat menghadap kiblat. 2. Golongan Aswaja senantiasa bersikap moderat (tawasuth), seimbang (tawazun), dan adil/lurus (‘adalah). 3. Golongan Aswaja senantiasa memegang teguh madzhab (bermadzhab). 4. Dalam Muktamar International Aswaja yang dihadiri oleh ulama seluruh dunia Islam, yang diselenggarakan di Chech, Agustus 2016, menegaskan bahwa yang disebut golongan Aswaja saat ini adalah mereka yang secara akidah mengikuti Imam al-Asyari dan al-Maturidi, dan secara fikih mengikuti

Pendapat Para Ulama Tentang Wahabi

Yang jelas, kelompok wahabi ini memiliki pemahaman yang ekstrim, kaku & keras. Mereka menolak rasionalisme, tradisi & beragam khazanah intelektual Islam. Bahkan, mereka ini dikategorikan sebagai Neo-khawarij pada zaman ini. Mengenai kelompok ini, Imam Ash-Shawi (ulama terkemuka abad 12 H. & semasa dengan Abdul Wahab) mengatakan dalam kitab Hasyiah Jalalainnya: هَذِهِ اْلآَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ اْلآَنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِأَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمُ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ عَلىَ شَيْءٍ

Penamaan dan Sejarah Kelahiran Wahabi

Wahabi adalah sebutan bagi kelompok yang mengikuti ajaran & pemikiran Muhamad bin Abdul Wahab yang muncul di Najed (sekarang Arab Saudi) pada abad 18 M. Kelahiran wahabi beberapa abad yang lalu, tak terlepas dari sejarah politik keluarga/dinasti Sa’ud yang ingin menguasai Hijaz (Makkah & Madinah) dan dunia Islam. Kelompok ini termasuk kelompok separatis dan gerakannya berkedok memurnikan (purifikasi) tauhid & menjauhkan manusia dari kemusyrikan. Kelompok ini tidak sekadar menjadi gerakan pemikiran keagamaan, tetapi ia sudah menjelma menjadi agama (agama baru) di

PMII Jombang Instruksikan Kadernya Waspadai Keberadaan Karim

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, Jawa Timur, Irham menginstruksikan segenap jajaran pengurus PMII dan masyarakat untuk selalu mewaspadai keberadaan Komunitas Royatul Islam (Karim). Komunitas ini dinilai cukup membahayakan  generasi bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lantaran gerakan Karim tak ubahnya HTI yang beberapa waktu lalu sudah resmi dibubarkan pemerintah. “Kami menginstruksikan kepada anggota dan kader PMII Jombang agar selalu waspada terhadap komunitas-komunitas yang ingin mengkampeyakan paham atau ajaran radikal, khilafah dan memecah belah NU,” ucapnya,

TARGET WAHABI: NU BUBAR 2025-2030

Nahdliyin di mana pun berada wajib ngerti !!! Target wahabi beserta underbownya adalah NU harus bubar tahun 2025-2030. Warga NU harus pahami methode pecah-belah oleh para antek-antek asing, yang kini mereka melepaskan peliharaannya yakni wahabi. Untuk mencabik-cabik bahkan menghabisi ahlu sunnah wal jamaah/ NU) sampai hanya tersisa tulang-belulangnya, lalu TNI dan POLRI dengan mudah akan dijadikan budaknya !!! Poin-poin hasil halaqoh Netizen NU Jawa Barat pada 19 Januari 2017 disebarkan seluas-luasnya kepada warga Indonesia, Umum, agar tidak anggap remeh Ancaman terhadap Bangsa