Penamaan dan Sejarah Kelahiran Wahabi

Wahabi adalah sebutan bagi kelompok yang mengikuti ajaran & pemikiran Muhamad bin Abdul Wahab yang muncul di Najed (sekarang Arab Saudi) pada abad 18 M. Kelahiran wahabi beberapa abad yang lalu, tak terlepas dari sejarah politik keluarga/dinasti Sa’ud yang ingin menguasai Hijaz (Makkah & Madinah) dan dunia Islam.
Kelompok ini termasuk kelompok separatis dan gerakannya berkedok memurnikan (purifikasi) tauhid & menjauhkan manusia dari kemusyrikan. Kelompok ini tidak sekadar menjadi gerakan pemikiran keagamaan, tetapi ia sudah menjelma menjadi agama (agama baru) di dalam agama. Kelompok dengan ajarannya sangat membahayakan bagi masa depan Multikulturalisme di Indonesia.
Sadar bahaya gerakan kelompok ini, ulama Nusantara pada tahun 1924 (tak lama setelah Kesultanan Hasyimiyah di Makkah direbut Abdul Aziz bin Sa’ud (Wahabi)) membentuk Komite Hijaz yang dipimpin KH Wahab Chasbullah, untuk menghadap & meminta raja Abdul Aziz agar berkenan menghentikan peninggalan berharga ulama ulama terdahulu. Dan, ini berhasil. Komite Hijaz ini jg menjadi salah satu cikal bakal berdirinya NU.
Kelompok wahabi ini juga menamakan diri dengan beberapa sebutan Al-Muwahidun, yaitu sekelompok orang2 yang senantiasa berpegang teguh terhadap ajaran tauhid. Juga menamakan diri dengan Al-Muslimun, yaitu orang-orang yang berserah diri kepada Allah.
Mereka sengaja menggunakan dua istilah penyebutan diri ini sebagai pembeda dengan kelompok di luar dirinya. Mereka menyebut di luar kelompoknya dengan sebutan Al-Musyrikun, yaitu sekelompok orang yang suka melestarikan tradisi (yang dalam pandangan mereka) syirik, seperti tawasulan, tabarukan, dll.
Kadang, mereka menggunakan sebutan As-Salafiyah (sekelompok orang yang secara akidah & perbuatan mengikuti lelaku salafus shalih) untuk mengelabui umat Islam, tetapi sebenarnya ajaran yang mereka usung itu bertentangan dengan semangat dan ajaran ulama-ulama salafus Shalih.
Wallahu a’lam bi ash-shawab
H. M. Abd Rouf, Lc, Grad. Dip, MA.
Peneliti Aswaja NU Center kota Blitar

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.