Apakah Wahabi Termasuk Golongan Ahlussunah wal Jamaah?

Golongan Wahabi TIDAK termasuk dalam golongan Ahlussunah wal Jamaah, karena:
1. Golongan Aswaja sama sekali tidak mengkafirkan sesama muslim, yang masih shalat menghadap kiblat.
2. Golongan Aswaja senantiasa bersikap moderat (tawasuth), seimbang (tawazun), dan adil/lurus (‘adalah).
3. Golongan Aswaja senantiasa memegang teguh madzhab (bermadzhab).
4. Dalam Muktamar International Aswaja yang dihadiri oleh ulama seluruh dunia Islam, yang diselenggarakan di Chech, Agustus 2016, menegaskan bahwa yang disebut golongan Aswaja saat ini adalah mereka yang secara akidah mengikuti Imam al-Asyari dan al-Maturidi, dan secara fikih mengikuti salah satu madzhab empat, yaitu Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali, serta secara tasawuf mengikuti Imam al-Junaid, dan ulama-ulama tasawuf yang sejalan denganya. Karena ulama-ulama ini, dan ulama-ulama lain yang sejalan dengan mereka, dari dulu hingga sekarang adalah pengawal wahyu dan sebenarnya, dan pembawa misi Islam yang rahmatal lil alamiin.
Muktamar ini juga meluruskan klaim wahabi sebagai golongan yang paling merepresentasikan golongan Aswaja. Nyatanya, Wahabi bertolak belakang dengan semangat, doktrin, dan ajaran Aswaja, dan oleh sebab itu, Wahabi dalam muktamar international ini disepakati tidak masuk (dikeluarkan dari) dalam golongan Ahlussunah wal Jamaah. Sehingga distorsi paham Aswaja yang selama ini diidentikkan dengan Wahabi, dan bernuansakan kekerasan dan pembid’ahan, dapat ditarik ke dalam relnya yang benar.
Wallahu a’lam bi ash-shawab
H. M. Abd Rouf, Lc, Grad. Dip, MA.
Peneliti Aswaja NU Center kota Blitar

1 Comment

  • Wow that was odd. I just wrote an really long comment but after I clicked submit my comment didn’t
    show up. Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyhow, just wanted to
    say fantastic blog!

    먹튀 19 September 2020

Leave a comment

Your email address will not be published.