PMII Jombang Instruksikan Kadernya Waspadai Keberadaan Karim

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, Jawa Timur, Irham menginstruksikan segenap jajaran pengurus PMII dan masyarakat untuk selalu mewaspadai keberadaan Komunitas Royatul Islam (Karim).
Komunitas ini dinilai cukup membahayakan  generasi bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lantaran gerakan Karim tak ubahnya HTI yang beberapa waktu lalu sudah resmi dibubarkan pemerintah.
“Kami menginstruksikan kepada anggota dan kader PMII Jombang agar selalu waspada terhadap komunitas-komunitas yang ingin mengkampeyakan paham atau ajaran radikal, khilafah dan memecah belah NU,” ucapnya, Senin (8/4).
Dari data-data yang ia terima, keberadaan dan aktivitas Karim dinilai cukup kuat berafiliasi dengan organisasi terlarang, HTI. Memang, kata dia, Karim belum punya legalitas organisasi secara resmi. Namun kehadirannya cukup perlu diwaspadai, karena melihat masifnya gerakan eks HTI belakangan ini.
“Selain itu dikuatkan dengan Porles Jombang yang juga pada akhir Maret lalu mengeluarkan surat edaran, mengimbau pada masyarakat Jombang agar mewaspadai gerakan ini,” tegasnya.
Menurut dia, dikeluarkannya surat tersebut dari penegak hukum menunjukkan bahwa Karim benar-benar dianggap membahayakan di mata Polri, khususnya di Jombang.
“Apalagi sudah ada 4 dari siswa di salah satu sekolah menengah Jombang yang terdoktrin komunitas itu,” urai Irham.
Untuk itu, kata dia, sebagai salah satu badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama yang kental dengan doktrin Pancasila dan NKRI sudah final, bertekad keras untuk tidak membiarkan komunitas atau organisasi yang ingin mengubah bentuk NKRI ini.
“Kami PMII di Jombang sebagai kota di mana banyak pendiri NU berasal, sangat mengecam keras, dan jangan sampai memberi ruang sedikitpun terhadap komunitas baru yang ingin memecah belah NU,” tegasnya.
Sebagaimana informasi yang beredar di Kota Santri ini, sejak pertengahan Maret 2019 lalu Karim sempat mengagetkan masyarakat Jombang. Pasalnya keberadaannya yang baru muncul ke permukaan tak sungkan membawa simbol-simbol yang diduga jadi HTI, seperti bendera bertuliskan kalimat tauhid dan sebagainya. (Syamsul Arifin/Muhammad Faizin)
Source: NU