Daerah

Ajarkan Ahlak Nabi ke Siswa, RA Imam Bonjol Gelar Maulid

Blitar – Raudhatul Athfal (RA) Imam Bonjol menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jl Cisadane, Bendo, Kota Blitar, Selasa (12/11/2019). Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Blitar, KH Muhtar Lubby, M.Ag mengatakan, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang menjadi agenda tahunan ini, sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikannya. “Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW kita laksanakan dengan melibatkan guru, orangtua dan anak-anak TK. Ini menjadi agenda tahunan kami,” katanya. RA Imam Bonjol menggelar maulid di

PP Bustanul Muta’allimin: Pergantian Nama OSIS dengan Komisariat IPNU-IPPNU Lebih Tepat

NUBlitar – Instruksi Pengurus Cabang (PC) NU kota Blitar terkait perubahan nama dari OSIS ke Komisariat IPNU-IPPNU sangat tepat. Sebab perubahan nama tersebut lebih pas untuk menggambarkan identitas pelajar NU. Program ini sebagai langkah membangun identitas NU dikalangan pelajar Maarif NU kota Blitar sekaligus implementasi pembelajaran mapel Pendidikan Aswaja dan Ke NU an secara langsung. Demikian diungkapkan Waka Kesiswaan Bustanul Muta’allimin, Chotibul Umam, S.Pd  saat dikonfirmasi dalam pemilihan ketua komisariat IPNU IPPNU di kelas dan  serambi masjid pondok pesantren Bustanul Muta’allimin. Sabtu (12/10). Chotibul

Potret TK Al-Hidayah Tanggung Latihan Membatik Peringati Hari Batik Nasional

Blitar – Peserta didik dan Guru TK Al-Hidayah Tanggung Kota Blitar pada hari ini, Rabu (2/10), kompak tampil mengenakan baju batik. Pemakaian baju batik ini dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2019. Sebelumnya seluruh peserta didik TK Al-Hidayah Tanggung Kota Blitar telah diimbau untuk mengenakan baju batik dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional tahun ke-10. Pemakaian baju batik pada 2 Oktober 2019 ini dilaksanakan berdasar Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional

Bendera Tauhid Dijadikan Kedok, Ansor Apresiasi Kapolres Teladan

Gresik, NUBLITAR – Kerja keras pasti membuahkan hasil maksimal. Apapun jenis pekerjaannya, ketika berikhtiar secara sungguh-sungguh, hasilnya akan sesuai harapan. Hal tersebut tercermin dari sosok Kepala Polisi Resort (Kapolres) Gresik Jawa Timur, AKBP Wahyu Sri Bintoro yang telah dipromosikan menjadi kepala bagian pembinaan karir dan biro sumber daya manusia (Kabag Binkar RoSDM) Polda Jatim beberapa waktu lalu. Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gresik bersama jajaran anggota menggelar konferensi pers di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gresik. Kegiatan dilaksanakan untuk

UNU Blitar Tingkatkan Mutu Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0

Blitar – Di era yang serba digital sekarang ini dunia pendidikan khususnya pendidikan tinggi berlomba-lomba menjadikan kampus berbasis teknologi. Sudah banyak perguruan tinggi di Indonesia yang mewujudkannya. Hal itu dilakukan sekaligus untuk mewujudkan upaya perguruan tinggi tersebut untuk menyandang status ‘world class university’. Cyber University atau Cyber Campus ini di singgung oleh Prof. Dr. Mansyur Ramli, S.E., M.Si dalam Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Di Era Revolusi Industri 4.0 di UNU Blitar (26/6/2019). Cyber Campus merupakan bentuk upaya untuk menjadikan perguruan tinggi berbasis teknologi

Langgar An Nur Plosokerep, Saksi Bisu Perjuangan Pangeran Diponegoro di Blitar

Sejarah mencatatat bahwa dalam perjuangannya melawan penjajah Belanda, Pangeran Diponegoro menggunakan strategi perang gerilya dan bersembunyi di hutan-hutan sebagai basis pertahanan. Dalam persembunyiannya, Pangeran Diponegoro beserta pengikutnya selalu meninggalkan jejak di tempat yang pernah disinggahinya ketika sembunyi dari kejaran pasukan Belanda. Salah satunya ketika Pangeran Diponegoro berada di wilayah Blitar. Ada sebuah langgar (musala) yang diyakini masyarakat sekitar sebagai peninggalan Pangeran Diponegoro bersama pengikutnya. Langgar bernama An Nur ini berada di Jalan Kemuning, Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. “Masyarakat biasa menyebutnya

Melihat Lebih Dekat Tradisi ‘Kupatan’ di Plosokerep Kota Blitar

Blitar – Pada umumnya, puncak kemeriahan Perayaan Idul Fitri terjadi pada hari H lebaran. Namun di Plosokerep, Kota Blitar puncak kemeriahan justru juga terjadi pada H+7 atau yang biasa disebut Lebaran Ketupat. Warga saling bersilaturahmi dan anjangsana ke rumah sanak saudara untuk bermaaf-maafan. Tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Sebab para tokoh agama dan sebagian besar masyarakat terlebih dahulu melaksanakan puasa sunnah Syawal selama enam hari sebelum Lebaran Ketupat. Menurut pengurus Langgar An Nur, Bapak Isman Hadi,  tradisi Lebaran Ketupat

Meriahkan Ramadhan, Nahdliyin Plosokerep Gelar Malam Ganjil Iktikaf Dan Sahur Bersama

BLITAR KOTA-Selama Romadhon 1440 Hijriah, masjid Ussisa Littaqwa memiliki banyak kegiatan untuk mengisi bulan penuh berkah ini. Mulai pagi hingga malam, rangkaian agenda positif berlangsung untuk memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Salah satu yang menarik perhatian jamaah adalah ngaji pasan sore hari jelang waktu berbuka. Praktis mendekati waktu berbuka puasa, masjid yang berada di Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, selalu didatangi jamaah. Baik masyarakat sekitar maupun orang luar Kelurahan Plosokerep. Untuk pengajian sore ada tiga pemateri yang digilir dengan tema-tema tertentu. “Masing-masing

Corak dan Karakteristik Ulama Indonesia Abad ke-17

Salah satu hasil riset Balai Penelitian Pengembangan (Balai Litbang) Makassar Kementerian Agama tahun 2018 menyatakan Gowa dan Takalar di Provinsi Sulawesi Selatan pernah menjadi sentra pembentukan jaringan intelektual ulama pada pertengahan abad ke-17. Diawali dengan sentra-sentra kaderisasi ulama angngaji kitta yang tadinya membanggakan berubah menjadi kemerosotan. Misalnya di Bontoala, Makkasar sebagai basis pengembangan Islam, hancur karena terjadinya perang Rompegading tahun 1824. Setelah pusat pemerintahan dan institusi syara di Bontoala, Makassar lenyap, kegiatan berpindah ke Labuang Maros, Sulawesi Selatan. Begitupun dengan kaderisasi ulama

KH Abdussalam Shokhib: Santri Harus Respons Perubahan Zaman

Jombang — Pengasuh Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Jawa Timur KH Abdussalam Shokhib mengajak para santri agar bisa merespons perubahan zaman. Menurutnya, perubahan zaman yang tiap saat terjadi dengan begitu cepat, sehingga para santri harus menyikapi dengan benar agar tidak tergilas oleh arus itu. “Kita tiap saat merasakan perubahan zaman yang begitu cepat. Kita sebagai santri harus bisa menyikapi dengan benar, tidak boleh tergilas oleh arus perubahan itu,” ucapnya. Ia pun mengutip ucapan dari Al-Ghazali yang menyatakan bahwa santri yang cerdas adalah