Buku Gratis

Piagam Perjuangan Kebangsaan NU

Ketika NU Kembali ke Khittah 1926 di mana NU tidak lagi menjadi partai politik atau bagian dari partai politik dan tidak terikat oleh partai politik manapun, dengan sendirinya masyarakat yang selama ini cara berpolitiknya ditentukan oleh pimpinan pusat organisasi mengalami banyak kebingungan. Mengingat adanya perubahan politik dari stelsel kelompok atau organisasi menjadi stelsel individual ini, NU merasa perlu memberi petunjuk agar warganya tetap menggunakan hak politik mereka secara benar dan bertangung jawab. Karena itulah, lima tahun setelah keputusan Muktamar Situbondo

Dalil Bersalaman Setelah Shalat

Bersalaman setelah shalat adalah sesuatu yang dianjurkan dalam islam karena bisa menambah eratnya persaudaraan sesama umat Islam. Aktftas ini sama sekali tidak merusak shalat seseorang karena dilakukan setelah prosesi shalat selesai dengan sempurna. Berikut ini adalah beberapa dalilnya. Diriwayatkan dari al-Barro’ dari Azib RA. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah ada dua orang muslim yang saling bertemu kemudian saling bersalaman kecuali dosa-dosa keduanya diampuni oleh Allah sebelum berpisah.” (HR. Abu Daawud) Diriwayatkan dari sahabat Yazid bin Aswad bahwa ia shalat subuh bersama Rasulullah, lalu setelah

Dalil Shalat Dzuhur Setelah Shalat Jum’at

Mayoritas ulama’ ahli fqh dari kalangan madzhab Syaf’i, Hanaf, Maliki, dan Hambali, bersepakat atas dibolehkannya (jawaz) shalat dzuhur setelah shalat jum’at. Dengan beberapa sebab di bawah ini: Ketika banyak didirikan shalat jum’at dalam satu tempat (kampung) Ketika jama’ah jum’at tidak ada yang memenuhi syarat-syarat jum’at Ketika seorang ma’mum masbuk tidak menemui rekaatnya imam secara utuh. Akan tetapi mayoritas ulama’ fiqh tersebut di atas berbeda pendapat mengenai hukum shalat dzuhur setelah shalat jum’at tersebut. Imam Syaf’i berpendapat Ketika terdapat suatu wilayah yang luas dan banyak penduduknya, lalu

Dalil Lafadz Sayyidina Dalam Sholawat

Mengenai dalil-dalil yang membolehkan untuk menambahi lafadz sayyidina dalam sholawat adalah sebagai berikut: Dalil al-Qur’an. Qur’an surat Ali Imron ayat: 39 Artinya : Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”. Qur’an Surat an-Nur ayat: 63 Artinya : Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu sepert panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian

Dalil Puji-Pujian Setelah Adzan

Sesungguhnya membaca sholawat kepada Nabi setelah adzan adalah sunnah hukumnya, dan tidak ada perbedaan pendapat di dalamnya. Hal ini berdasarkan hadist yang diriwayatkan Imam Muslim (hadist no.384), dan Abu Dawud (hadis no.523). yaitu. Ketika kalian mendengarkan adzan maka jawablah, kemudian setelah itu bacalah sholawat kepadaku. (idza sami’tum nida’a faquluu matsalu ma yaqulu tsumma shollu ‘alaiya). Pendapat di atas ini juga didukung oleh Imam Jalaludin as-Suyuthi, Ibnu Hajar al-Haitsami, Syeikh Zakariya al-Anshori, dan lain lain. Imam Ibnu Abidin mengatakan, bahwa pendapat yang didukung

Dalil Maulid Nabi

Orang pertama yang menyelenggarakan perayaan maulid nabi adalah Raja Mudzofaruddin Abu Said al-Kaukaburii ibnu Zainuddin Ali bin Baktakin. Pendapat para ulama’ tentang Maulid Nabi. Syeikh Taqiyudin Ibnu Taymiah Beliau berkata: “mengagungkan maulid nabi adalah menganndung pahala yang sangat agung, karena hal itu adalah wujud ta’dzim kepada Rasulullah.” ( Al-halabi “sirah halabiah”,juz.1,hal.83-84) Imam Jalaluddin as-Suyuthi Beliau berkata: “perayaan maulid nabi adalah bid’ah hasanah. Orang yang merayakannya diberi pahala olehnya.” Imam Suyuthi juga berkata: “disunnahkan bagi kita untuk menampakkan rasa syukur atas lahirnya Rasulullah. Dan juga beliau berkata:

Dalil Pahala Bacaan Ayat-Ayat Al- Qur’an Kepada Mayit

Berikut ini adalah Pendapat para ulama’ tentang sampainya pahala bacaan ayat-ayat Al-Qur’an kepada mayit. Pendapat ulama’ Madzhab Syaf’iyah Imam Syaf’i Imam Syaf’i berkata bahwa, disunnahkan membacakan ayat-ayat al-Qur’an kepada mayit, dan jika sampai khatam al-Qur’an maka akan lebih baik ( Nawawi “majmu’”, juz.5, hal.294) Imam al-Hafdz Jalaluddin Suyuthi Imam as-Suyuthi menjelaskan bahwa, jumhur ulama’ salaf telah berpendapat dengan pendapat yang mengatakan “sampainya pahala bacaan terhadap mayit”. Imam Nawawi Imam Nawawi berkata, “Disunnahkan bagi orang yang ziarah kubur untuk membaca ayat-ayat al-Qur’an lalu setelahnya diiringi berdo’a untuk mayit.” Imam

Dalil Ziarah Kubur

Kita telah diperintah untuk ziarah kubur, Rasulullah SAW dan para sahabat juga pernah ziarah kubur. Jadi tidak ada dasar sama sekali untuk melarang ziarah kubur, karena kita semua tahu bahwa Rasulullah pernah ziarah ke makam Baqi’ dan mengucapkan kata-kata yang ditujukan kepada para ahli kubur di makam Baqi’ tersebut. Dalil-dalil tentang ziarah kubur Artinya : Rasulullah SAW bersabda: Dahulu aku telah melarang kalian berziarah ke kubur. Namun sekarang, berziarahlah kalian ke sana. (HR. Muslim) Artinya : Dari Abu Hurairoh RA. Berkata, Rasulullah SAW bersabda: Aku

Dalil Tabaruk (Meminta Barokah)

Istilah barokah mengandung makna yang bermacam-macam, yaitu disesuaikan dengan penggunaan lafadz tersebut dalam rangkaian sebuah kalimat. Barokah antara lain mengandung makna ziyadah dan nama (pertambahan). Kedua arti lafadz tersebut mencakup sesuatu yang dapat diraba (arab: hissi) dan yang tidak dapat diraba (arab: ma’nawi), artinya berwujud nyata maupun tidak nyata secara bersamaan. Barokah pada hakikatnya adalah sebuah rahasia Allah dan pancaran dari-Nya yang bisa diperoleh oleh siapa pun yang dikehendaki-Nya. Seseorang bisa dikatakan mendapatkan barokah ketika ia mampu memperlihatkan tanda-tanda berupa peningkatan

Dalil Tawasul Dan Istighotsah

Tawasul adalah salah satu jalan dari berbagai jalan tadzorru’ kepada Allah. Sedangkan Wasilah adalah setiap sesuatu yang dijadikan oleh Allah sebagai sabab untuk mendekatkan diri kepadanya. Sebagaimana firmannya : Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Q.S.al-Maidah.35). Adapun istighotsah adalah meminta pertolongan kepada orang yang memilikinya, yang pada hakikatnya adalah Allah semata. Akan tetapi allah membolehkan pula meminta pertolongan (istighotsah) kepada para nabi dan para walinya. Dalil-dalil Tawasul