Ajaran dan Doktrin Wahabi

**Sejak kemunculannya, kelompok ini memiliki doktrin yang berbahaya, yang menjadi karakteristik dasar gerakannya, yaitu:
~*Suka mengafirkan setiap orang yang secara akidah & madzhab berbeda dengan mereka.
~*Akidah mereka ini pada dasarnya akidah yang berasal dari pemikiran Ibnu Taimiyah, yaitu memtajsimkan/menjisimkan san menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya.
~*Akidah/tauhid bagi mereka ada tiga (trilogi tauhid): tauhid Uluhiyah, tauhid Rububiyah, tauhid aswa wa shifat. Dalam pandangan mereka, orang penganut Aswaja Nahdliyah termasuk pelaku syirik. Sebab hanya mengimani tauhid rububiyah saja (yaitu tauhid yang mengimani bahwa Allah itu pencipta & pengatur segala sesuatu di alam ini), tanpa mengimani tauhid uluhiyah (mengesakan Allah). Karna orang2 Aswaja Nahdliyah adalah para pelaku tawasul, tabarukan, istigisah dll, yang menurut mereka perbuatan itu tidak mencerminkan keimanan pada tauhid uluhiyah. Sehingga masuk dalam kategori syirik pada Allah.
~*Pembagian tauhid ini berasal dari Ibnu Taimiyah dan dielaborasi & dikuatkan oleh Abdul Wahab dalam kitabnya yang bernama “At-tauhid”.
~*Pembagian tauhid ini tidak ada landasannya dalam pemikiran salafus sholeh sebelum Ibnu Taimiyah. Dengan demikian, mereka telah melakukan Bid’ah akidah yang sangat berbahaya.
~*Pembagian tauhid menjadi tiga tersebut, sebenarnya adalah sumber kekacauan di dunia Islam. Sebab dalam pandangan mereka mengimani salah satu tauhid tidak lah cukup, harus ketiga-tiganya. Sehingga para penganut Aswaja Nahdliyah dalam pandangan mereka itu, lebih musyrik ketimbang masyarakat Jahiliyah zaman Nabi. Karna sudah tahu bentuk Uluhiyah Allah, tapi tetap saja melakukan perbuatan-perbuatan yang menurut mereka musyrik. Shingga dengan demikian, pelaku syirik ini boleh dibunuh, harta bendanya boleh dijarah, dll. Intinya: Trilogi tauhid mereka ini adalah sumber kekacauan & akar-akar radikalisme dalam beragama.
~*Dalam kitab at-tauhid karya Abdul Wahab tersebut terdapat doktrin: umat Islam saat ini harus kembali pada Al-Quran & as-Sunnah secara langsung. Artinya, dalam memahami al-quran & hadis tidak perlu menggunakan perantaraan/pemahaman para ulama-ulama klasik yang terdapat dalam karya-karya mereka salam berbagai bidang keilmuan.
~*Pemahaman pengikut wahabi tentang al-quran & hadis merasa lebih baik, meskipun itu orang awam, ketimbang pemahaman ulama-ulama klasik. Sebab, jargon mereka adalah hum rijal wa nahnu rijal (ulama klasik itu adalah manusia & kita juga manusia–yang lebih paham akan kondisi saat ini).
~*Mereka anti madzhab (tidak bermadzhab) sebab masing-masing dari mereka boleh melakukan ijtihad sendiri.
**Berpegang pada ajaran tauhid itu pula, wahabi membid’ah-bid’ahkan dan menolak tasawuf dan tarekat, serta menzidiqkan, bahkan memusyrikkan para pelaku tasawuf.
Wallahu a’lam bi ash-shawab
H. M. Abd Rouf, Lc, Grad. Dip, MA.
Peneliti Aswaja NU Center kota Blitar

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.