Aswaja NU Center Kota Blitar

Menuju New Normal, Aswaja NU Center Terbitkan Sikap

Blitar – New normal merupakan skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. Mengutip akun twitter Presiden Joko Widodo, @jokowi mengatakan, hidup berdampingan harus dilakukan karena virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. Berdampingan, menurut Jokowi, bukan berarti masyarakat harus menyerah. “Tapi menyesuaikan diri,” cuitnya. Hidup berdampingan di tengah-tengah virus yang belum ditemukan vaksinnya memang  menjadi tantangan baru. Masyarakat harus

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Haul KH Basuni Digelar Online

Blitar – Lingkungan Langgar Al Hikmah bakal lebih ramai minggu ini. Gawe besar berupa Haul Abah KH Basuni bakal digelar. Persiapan untuk menggelar acara bersejarah bagi anak cucu Bani Basuni yang beralamat di Jalan Seruni No 35 Kepanjenkidul Kota Blitar Jatim itu bakal digelar online. Acara tersebut memang sengaja digelar online, mengikuti instruksi pemerintah terkait penanganan pencegahan COVID 19 di Kota Blitar. Seluruh anak, cucu hingga cicit KH Basuni diajak bergabung dalam acara tersebut. Salah satu dzuriyah Bani KH Basuni, Lilik Ernawati

Pemuda NU Versus Covid 19 Jilid 1

Blitar – Diisisiasi  Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) NU Center Kota Blitar, beberapa pemuda Nahdlatul Ulama (NU) melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa masjid atau mushola. Sterilisasi difokuskan pada tempat ibadah. Senin (23/3/2020) Penyemprotan dilakukan melibatkan beberapa pemuda NU. Disinfektan disemprotkan pada bagian dalam hingga area jalan sekitar mushola atau masjid. Koordinator kegiatan, Wildy Sulton menambahkan, penyemprotan menggunakan bahan dasar air, desinfektan dan pengharum dengan dosis yang telah ditetapkan sehingga aman untuk masyarakat. “Tadi penyemprotan pakai bahan desinfektan yang mudah ditemui di Blitar,” sebutnya. Wildy mengaku,

Ats-Tsawabit dan Al-Mutaghayirat Dalam Tradisi Pemikiran Islam

Blitar – Ahlussunah Wal Jama’ah NU Center (ASNUTER) Kota Blitar menggelar Kajian Islam Ahlussunah Wal Jama’ah (Kiswah) perdana di Hall Asnuter Jl. Kalimantan, komplek RA Hidayatullah Kota Blitar, Jawa Timur. Ahad (1/3/2020) Hadir sebagai pemateri utama, alumnus Universitas Al Azhar Mesir, Ustadz H. M. Abd Rouf, Lc., Grad.Dip, MA menjelaskan kegiatan kiswah dalam rangka mengupayakan terwujudnya risalah islamiyah Ahlussunah Wal Jama’ah di kota Blitar. Pada pertemuan tersebut ingin menggali pembaharuan pemikiran Islam berdasarkan konteksnya. Menurut dia, pembaharuan pemikiran Islam penting dilakukan untuk

Memahami Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dengan Benar

Blitar – Tim Aswaja NU Center Kota Blitar menebar virus-virus Aswaja An-Nahdliyah kepada para santri di Kunir Wonodadi Kab Blitar. Sebagai wujud gerakan Ahlussunnah wal Jamaah Lintas Area. Sabtu (22/2/2020). Amar ma’rūf nahi munkar adalah salah satu pilar agama Islam yang sangat penting. Tegaknya amar ma’rūf nahi munkar akan menjamin tegaknya Islam dan baiknya masyarakat. Sebaliknya, diabaikannya amar ma’rūf nahi munkar akan menyebabkan maraknya kemunkaran. Pelaksanaan terhadap ajaran amar ma’ruf nahi munkar seringkali dilakukan dengan cara -cara yang justru didalam prespektif

Apakah Wahabi Termasuk Golongan Ahlussunah wal Jamaah?

Golongan Wahabi TIDAK termasuk dalam golongan Ahlussunah wal Jamaah, karena: 1. Golongan Aswaja sama sekali tidak mengkafirkan sesama muslim, yang masih shalat menghadap kiblat. 2. Golongan Aswaja senantiasa bersikap moderat (tawasuth), seimbang (tawazun), dan adil/lurus (‘adalah). 3. Golongan Aswaja senantiasa memegang teguh madzhab (bermadzhab). 4. Dalam Muktamar International Aswaja yang dihadiri oleh ulama seluruh dunia Islam, yang diselenggarakan di Chech, Agustus 2016, menegaskan bahwa yang disebut golongan Aswaja saat ini adalah mereka yang secara akidah mengikuti Imam al-Asyari dan al-Maturidi, dan secara fikih mengikuti

Pendapat Para Ulama Tentang Wahabi

Yang jelas, kelompok wahabi ini memiliki pemahaman yang ekstrim, kaku & keras. Mereka menolak rasionalisme, tradisi & beragam khazanah intelektual Islam. Bahkan, mereka ini dikategorikan sebagai Neo-khawarij pada zaman ini. Mengenai kelompok ini, Imam Ash-Shawi (ulama terkemuka abad 12 H. & semasa dengan Abdul Wahab) mengatakan dalam kitab Hasyiah Jalalainnya: هَذِهِ اْلآَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ اْلآَنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِأَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمُ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ عَلىَ شَيْءٍ

Penamaan dan Sejarah Kelahiran Wahabi

Wahabi adalah sebutan bagi kelompok yang mengikuti ajaran & pemikiran Muhamad bin Abdul Wahab yang muncul di Najed (sekarang Arab Saudi) pada abad 18 M. Kelahiran wahabi beberapa abad yang lalu, tak terlepas dari sejarah politik keluarga/dinasti Sa’ud yang ingin menguasai Hijaz (Makkah & Madinah) dan dunia Islam. Kelompok ini termasuk kelompok separatis dan gerakannya berkedok memurnikan (purifikasi) tauhid & menjauhkan manusia dari kemusyrikan. Kelompok ini tidak sekadar menjadi gerakan pemikiran keagamaan, tetapi ia sudah menjelma menjadi agama (agama baru) di

Upaya Meraba Wajah Muslim Indonesia di Masa Depan

Sebetulnya, seperti apa wajah umat Islam Indonesia? Banyak peristiwa besar yang berkaitan dengan umat Islam terjadi beberapa tahun belakangan ini, mulai dari aksi 212 hingga terpilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai wapres. Lantas, siapa yang yang jadi representasi Islam Indonesia? Apakah kelompok 212 yang anti Ahok, atau sosok KH. Ma’ruf Amin yang seorang NU, atau seperti Jokowi; muslim, tidak berlatar pesantren, berpartai PDIP, berasal dari Solo yang kental kultur Jawa? Pertanyaan-pertanyaan itu mengiringi pembacaan saya terhadap buku Wajah Muslim Indonesia besutan Hasanuddin