Aswaja NU Center Kota Blitar

Apakah Wahabi Termasuk Golongan Ahlussunah wal Jamaah?

Golongan Wahabi TIDAK termasuk dalam golongan Ahlussunah wal Jamaah, karena: 1. Golongan Aswaja sama sekali tidak mengkafirkan sesama muslim, yang masih shalat menghadap kiblat. 2. Golongan Aswaja senantiasa bersikap moderat (tawasuth), seimbang (tawazun), dan adil/lurus (‘adalah). 3. Golongan Aswaja senantiasa memegang teguh madzhab (bermadzhab). 4. Dalam Muktamar International Aswaja yang dihadiri oleh ulama seluruh dunia Islam, yang diselenggarakan di Chech, Agustus 2016, menegaskan bahwa yang disebut golongan Aswaja saat ini adalah mereka yang secara akidah mengikuti Imam al-Asyari dan al-Maturidi, dan secara fikih mengikuti

Pendapat Para Ulama Tentang Wahabi

Yang jelas, kelompok wahabi ini memiliki pemahaman yang ekstrim, kaku & keras. Mereka menolak rasionalisme, tradisi & beragam khazanah intelektual Islam. Bahkan, mereka ini dikategorikan sebagai Neo-khawarij pada zaman ini. Mengenai kelompok ini, Imam Ash-Shawi (ulama terkemuka abad 12 H. & semasa dengan Abdul Wahab) mengatakan dalam kitab Hasyiah Jalalainnya: هَذِهِ اْلآَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ اْلآَنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِأَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمُ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ عَلىَ شَيْءٍ

Penamaan dan Sejarah Kelahiran Wahabi

Wahabi adalah sebutan bagi kelompok yang mengikuti ajaran & pemikiran Muhamad bin Abdul Wahab yang muncul di Najed (sekarang Arab Saudi) pada abad 18 M. Kelahiran wahabi beberapa abad yang lalu, tak terlepas dari sejarah politik keluarga/dinasti Sa’ud yang ingin menguasai Hijaz (Makkah & Madinah) dan dunia Islam. Kelompok ini termasuk kelompok separatis dan gerakannya berkedok memurnikan (purifikasi) tauhid & menjauhkan manusia dari kemusyrikan. Kelompok ini tidak sekadar menjadi gerakan pemikiran keagamaan, tetapi ia sudah menjelma menjadi agama (agama baru) di

Upaya Meraba Wajah Muslim Indonesia di Masa Depan

Sebetulnya, seperti apa wajah umat Islam Indonesia? Banyak peristiwa besar yang berkaitan dengan umat Islam terjadi beberapa tahun belakangan ini, mulai dari aksi 212 hingga terpilihnya KH. Ma’ruf Amin sebagai wapres. Lantas, siapa yang yang jadi representasi Islam Indonesia? Apakah kelompok 212 yang anti Ahok, atau sosok KH. Ma’ruf Amin yang seorang NU, atau seperti Jokowi; muslim, tidak berlatar pesantren, berpartai PDIP, berasal dari Solo yang kental kultur Jawa? Pertanyaan-pertanyaan itu mengiringi pembacaan saya terhadap buku Wajah Muslim Indonesia besutan Hasanuddin