Pemilu

PWNU Jatim : Tetap Jaga Persaudaraan Usai Pemilu

Surabaya, NUBlitar.or.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) menghimbau kepada seluruh elemen, baik kontestan, tim sukses, aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh politik, yang terlibat dalam pemilihan umum (pemilu) Indonesia 2019 agar bersama-sama menciptakan suasana politik yang damai, tidak memprovokasi rakyat dengan berita bohong dan ujaran kebencian, serta menerima hasil pemilu dengan lapang dada. PWNU berseru, sesuai dengan peraturan yang ada maka siapapun yang merasa keberatan dengan hasil pemilu bisa menempuh jalur konstitusi yang ada. Tidak dengan menggunakan

Lailatul Ijtima, Kebiasaan Warga NU Kota Blitar Jelang Hari Coblosan

Blitar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Blitar beserta warga NU agar menggelar lailatul ijtima’ sehari sebelum pemungutan suara, Selasa malam, 16 April 2019. Diharapkan, dengan berkumpul-kumpul dalam kegiatan positif, persatuan, kedamaian, dan keamanan bangsa tetap terjaga meski masyarakat beda-beda pilihan politik. Lailatul ijtima’ sebetulnya kebiasaan yang rutin dilakukan di lingkungan Nahdliyin. Khusus di detik-detik pelaksanaan Pemilu. Sesuai arahan PWNU Jatim,  Rais Syuriah PCNU Kota Blitar KH A. Karim Muhaimin  menginstruksikan kegiatan positif itu agar digelar oleh seluruh Ranting NU se-Kota

Sejarah PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)

Nublitar.or.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 1998 (29 Rabi’ul Awal 1419 Hijriyah) yang dideklarasikan oleh para kiai-kiai Nahdlatul Ulama, seperti Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid, A. Mustofa Bisri, dan A. Muhith Muzadi. Berdirinya PKB berawal dari lengsernya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan pada 21 Mei 1998. Peristiwa ini menandai lahirnya era reformasi di Indonesia. Sehari setelah peristiwa bersejarah itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapatkan usulan dari para warga NU di seluruh pelosok Tanah

Kyai Ma’ruf Amin Didukung Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur

Salah satu prinsip dasar yang harus dimiliki seorang santri adalah selalu menjaga ketersambungan dengan kyainya. Ketersambungan yang dimaksud adalah dengan menjalankan dawuh atau nasihat-nasihat dan perintah dari kyai. Bahasa pesantren menyebutnya dengan istilah sami’na wa atha’na. Memilih pemimpin adalah untuk keselamatan negeri, untuk keselamatan generasi. Memilih Kyai Ma’ruf Amin yang Ahlussunnah wal Jama’ah ini didukung oleh Nahdlatul Ulama se Jawa Timur, diantaranya: NU BANGKALAN NU BANYUWANGI NU BLITAR NU BOJONEGORO NU BONDOWOSO NU GRESIK NU JEMBER NU JOMBANG NU KABUPATEN MALANG NU KABUPATEN PASURUAN NU KABUPATEN PROBOLINGGO NU KEDIRI NU KOTA BLITAR NU KOTA BATU NU

NU Kota Blitar Tulus Mengabdi

NU Kota Blitar tulus mengabdi untuk kesahihan bangsa ini, untuk kesalehan bangsa ini. Memilih Kyai Ma’ruf Amin bukan semata memilih pemimpin. Lebih dari itu adalah ikhtiar untuk keselamatan negeri, untuk keselamatan generasi. Pilpres kali ini bukan hanya tentang 1 & 2. Namun yang lebih penting adalah pertempuran antara Ahlussunnah Wal Jamaah (NU) dan Radikalis/Ekstrimis. Jangan diam saja, ambil bagian, jangan tunda kesempatan, kunci rapat pintu penyesalan. NU Kota Blitar Bersatu Membangun Indonesia  

Ma’ruf Amin Dapat Sambutan Meriah dari Ribuan Banser di Lamongan

Lamongan – NUBLITAR.OR.ID – Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menghadiri acara apel kesetiaan kader Banser dan GP Ansor bertajuk “Satu Komando Satu Barisan Mengawal Kyai Sampai Mati” di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). Ia disambut meriah oleh ribuan kader Banser dan GP Ansor dari beberapa daerah di Jawa Timur tersebut. Ma’ruf baru sempat hadir di lokasi pada sore hari. Acara sendiri sudah dimulai pada siang hari. Tidak banyak yang disampaikan pasangan Joko Widodo

Ma’ruf Amin Minta Banser Jaga dan Bela NKRI

NUBLITAR.OR.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menghadiri Apel Akbar Banser se-Lamongan di Lapangan Banyubang, Solokuro, Lamongan, Rabu (10/4/2019). Ma’ruf menanyakan kesiapan Banser membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ulama. “Siap membela NKRI? Siap membela Kiai? Siap mengawal NU?” ujar Ma’ruf dalam sambutannya di Lapangan Banyubang, Solokuro, Lamongan, Rabu (10/4/2019). Dijawab ribuan Banser dengan, “Siap!”. Ma’ruf mengatakan, seluruh anggota Banser harus siap setiap saat karena bagi NU, NKRI adalah harga mati. “Indonesia negeriku, engkau panji martabatku. Siapa datang

KH Marzuki Mustamar: Saya Tak Rela Dunia-Akhirat Bendera NU Digunakan Kampanye Sandiaga Uno

Pamekasan — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), Marzuki Mustamar mengatakan, tidak rela bendera NU digunakan kampanye oleh cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Sandiaga diketahui menggunakan bendera NU saat berkampanye di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, Kamis 4 April 2019. Kiai Marzuki mengatakan, bendera NU sebagai simbol ahlussunnah wal jamaah, tidak boleh digunakan oleh kelompok yang menentang NU dan punya niat untuk menghancurkan NU dan Indonesia. “Kejadian di Lumajang itu, bendera NU diapakai kampanye cawapres nomor urut 02, saya tidak

NU Lumajang Protes Keras Sandiaga Uno Kibarkan Bendera NU di Kampanye

LUMAJANG — Saat berkampanye di Lumajang pada 4 April 2019 lalu, cawapres Sandiaga Uno sempat mengibarkan bendera NU dari atas panggung. NU Lumajang memprotes keras aksi Sandi ini. “Mencermati adanya kegiatan pengibaran ‘Bendera NU’ pada kegiatan kampanye akbar paslon 02 di Lumajang pada April 2019, pengurus NU Lumajang menyampaikan kekecewaan dan nota keberatan,” kata Rais NU Lumajang KH Husni Zuhri dalam pernyataan mereka yang dikutip pada Sabtu 6 April 2019. Pernyataan ini diteken oleh para pengurus NU Lumajang lainnya. Kembali ke isi

Hukum Shalat dengan Sisa Tinta Pemilu

Assalamu alaikum wr. wb. Redaksi bahtsul masail NU Online, mereka yang mendatangi TPS untuk mencoblos di hari pemilihan akan diminta oleh petugas KPPS mencelupkan jarinya di bak tinta pemilu yang disediakan. Tinta itu membekas sekian hari dan tidak hilang setelah dicuci. Lalu apakah shalat yang dilakukan dengan tinta pemilu di jari sekian hari itu tetap sah? Terima kasih. (Abdul Qadir/Jakarta Pusat). Jawaban Penanya yang budiman, semoga dirahmati Allah SWT. Pertama yang harus dipahami adalah bahwa kesucian di pakaian, badan, dan di tempat shalat