Pemilu

NU Factor Jokowi Menang

Setelah melalui kontestasi yang melelahkan, saya bersyukur Jokowi-KMA akhirnya menang melawan narasi politik identitas. Unggul 55 persen boleh dibilang tidak setimpal dibandingkan dengan apa yang sudah dicapai Jokowi selama 4 setengah tahun. Bandingkan dengan kemenangan SBY di periode kedua yang menyentuh angka 66 persen. Kerja-kerja nyata Jokowi, yang secara teori adalah aset paling tangible untuk dibarter dengan dukungan elektoral seperti pembangunan infrastruktur yg massif, bagi-bagi sertifikat, segala jenis Kartu Indonesia Sejahtera, dll ternyata sama sekali tdk dibeli oleh rakyat Indonesia. Jokowi

Pasca Pemilu 2019, PCNU Kota Blitar Inisiasi ‘Blitar Damai Untuk NKRI’

Blitar – Pemungutan suara pemilu 2019 telah berakhir, namun ‘perang’ antarpendukung belum usai. Untuk menyejukkan suhu politik ini, sejumlah elemen di Kota Blitar mendeklarasikan ikrar damai pascapemilu. Berbagai elemen masyarakat menginisiasi acara ‘Blitar Damai Untuk NKRI’, Kamis (25/4/2019) malam. Rangkaian acara ikrar damai diselenggarakan di halaman kantor Walikota Blitar dipimpin oleh ketua MUI kota Blitar, KH Subakir, M.Ag di ikuti perwakilan dari semua elemen. Di antaranya ptl Walikota Blitar, PCNU Kota Blitar, Pengurus Muhamadiyah Kota Blitar, kepala kemenag Kota Blitar, kapolres Kota Blitar,

PWNU Jatim : Tetap Jaga Persaudaraan Usai Pemilu

Surabaya, NUBlitar.or.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) menghimbau kepada seluruh elemen, baik kontestan, tim sukses, aparat keamanan, tokoh agama, dan tokoh politik, yang terlibat dalam pemilihan umum (pemilu) Indonesia 2019 agar bersama-sama menciptakan suasana politik yang damai, tidak memprovokasi rakyat dengan berita bohong dan ujaran kebencian, serta menerima hasil pemilu dengan lapang dada. PWNU berseru, sesuai dengan peraturan yang ada maka siapapun yang merasa keberatan dengan hasil pemilu bisa menempuh jalur konstitusi yang ada. Tidak dengan menggunakan

Lailatul Ijtima, Kebiasaan Warga NU Kota Blitar Jelang Hari Coblosan

Blitar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Blitar beserta warga NU agar menggelar lailatul ijtima’ sehari sebelum pemungutan suara, Selasa malam, 16 April 2019. Diharapkan, dengan berkumpul-kumpul dalam kegiatan positif, persatuan, kedamaian, dan keamanan bangsa tetap terjaga meski masyarakat beda-beda pilihan politik. Lailatul ijtima’ sebetulnya kebiasaan yang rutin dilakukan di lingkungan Nahdliyin. Khusus di detik-detik pelaksanaan Pemilu. Sesuai arahan PWNU Jatim,  Rais Syuriah PCNU Kota Blitar KH A. Karim Muhaimin  menginstruksikan kegiatan positif itu agar digelar oleh seluruh Ranting NU se-Kota

Sejarah PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)

Nublitar.or.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 1998 (29 Rabi’ul Awal 1419 Hijriyah) yang dideklarasikan oleh para kiai-kiai Nahdlatul Ulama, seperti Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid, A. Mustofa Bisri, dan A. Muhith Muzadi. Berdirinya PKB berawal dari lengsernya Presiden Soeharto dari kursi kepresidenan pada 21 Mei 1998. Peristiwa ini menandai lahirnya era reformasi di Indonesia. Sehari setelah peristiwa bersejarah itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapatkan usulan dari para warga NU di seluruh pelosok Tanah

Kyai Ma’ruf Amin Didukung Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur

Salah satu prinsip dasar yang harus dimiliki seorang santri adalah selalu menjaga ketersambungan dengan kyainya. Ketersambungan yang dimaksud adalah dengan menjalankan dawuh atau nasihat-nasihat dan perintah dari kyai. Bahasa pesantren menyebutnya dengan istilah sami’na wa atha’na. Memilih pemimpin adalah untuk keselamatan negeri, untuk keselamatan generasi. Memilih Kyai Ma’ruf Amin yang Ahlussunnah wal Jama’ah ini didukung oleh Nahdlatul Ulama se Jawa Timur, diantaranya: NU BANGKALAN NU BANYUWANGI NU BLITAR NU BOJONEGORO NU BONDOWOSO NU GRESIK NU JEMBER NU JOMBANG NU KABUPATEN MALANG NU KABUPATEN PASURUAN NU KABUPATEN PROBOLINGGO NU KEDIRI NU KOTA BLITAR NU KOTA BATU NU

NU Kota Blitar Tulus Mengabdi

NU Kota Blitar tulus mengabdi untuk kesahihan bangsa ini, untuk kesalehan bangsa ini. Memilih Kyai Ma’ruf Amin bukan semata memilih pemimpin. Lebih dari itu adalah ikhtiar untuk keselamatan negeri, untuk keselamatan generasi. Pilpres kali ini bukan hanya tentang 1 & 2. Namun yang lebih penting adalah pertempuran antara Ahlussunnah Wal Jamaah (NU) dan Radikalis/Ekstrimis. Jangan diam saja, ambil bagian, jangan tunda kesempatan, kunci rapat pintu penyesalan. NU Kota Blitar Bersatu Membangun Indonesia  

Ma’ruf Amin Dapat Sambutan Meriah dari Ribuan Banser di Lamongan

Lamongan – NUBLITAR.OR.ID – Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menghadiri acara apel kesetiaan kader Banser dan GP Ansor bertajuk “Satu Komando Satu Barisan Mengawal Kyai Sampai Mati” di Desa Banyubang, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). Ia disambut meriah oleh ribuan kader Banser dan GP Ansor dari beberapa daerah di Jawa Timur tersebut. Ma’ruf baru sempat hadir di lokasi pada sore hari. Acara sendiri sudah dimulai pada siang hari. Tidak banyak yang disampaikan pasangan Joko Widodo

Ma’ruf Amin Minta Banser Jaga dan Bela NKRI

NUBLITAR.OR.ID – Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menghadiri Apel Akbar Banser se-Lamongan di Lapangan Banyubang, Solokuro, Lamongan, Rabu (10/4/2019). Ma’ruf menanyakan kesiapan Banser membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ulama. “Siap membela NKRI? Siap membela Kiai? Siap mengawal NU?” ujar Ma’ruf dalam sambutannya di Lapangan Banyubang, Solokuro, Lamongan, Rabu (10/4/2019). Dijawab ribuan Banser dengan, “Siap!”. Ma’ruf mengatakan, seluruh anggota Banser harus siap setiap saat karena bagi NU, NKRI adalah harga mati. “Indonesia negeriku, engkau panji martabatku. Siapa datang

KH Marzuki Mustamar: Saya Tak Rela Dunia-Akhirat Bendera NU Digunakan Kampanye Sandiaga Uno

Pamekasan — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim), Marzuki Mustamar mengatakan, tidak rela bendera NU digunakan kampanye oleh cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Sandiaga diketahui menggunakan bendera NU saat berkampanye di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, Kamis 4 April 2019. Kiai Marzuki mengatakan, bendera NU sebagai simbol ahlussunnah wal jamaah, tidak boleh digunakan oleh kelompok yang menentang NU dan punya niat untuk menghancurkan NU dan Indonesia. “Kejadian di Lumajang itu, bendera NU diapakai kampanye cawapres nomor urut 02, saya tidak