Memahami Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dengan Benar

Blitar – Tim Aswaja NU Center Kota Blitar menebar virus-virus Aswaja An-Nahdliyah kepada para santri di Kunir Wonodadi Kab Blitar. Sebagai wujud gerakan Ahlussunnah wal Jamaah Lintas Area. Sabtu (22/2/2020).
Amar ma’rūf nahi munkar adalah salah satu pilar agama Islam yang sangat penting. Tegaknya amar ma’rūf nahi munkar akan menjamin tegaknya Islam dan baiknya masyarakat. Sebaliknya, diabaikannya amar ma’rūf nahi munkar akan menyebabkan maraknya kemunkaran. Pelaksanaan terhadap ajaran amar ma’ruf nahi munkar seringkali dilakukan dengan cara -cara yang justru didalam prespektif agama tidak dibenarkan, bahkan dapat dikategorikan dengan kekerasan yang mengatas namakan agama, banyak orang yang melakukan nahi munkar tetapi tidak mengurangi kemunkaran justru menambah kemungkaran.
Padahal dalam agama Islam selalu diajarkan tentang rasa kasih sayang, saling menghargai, sabar dan sikap perduli terhadap orang lain. Sebagaimana aktivitas dakwah yang KH. Hasyim Asy’ari lakukan, dakwah yang berlandaskan keadilan, kasih sayang, sabar,ikhlas, saling menghargai, dan sikap peduli terhadap orang lain.
Peneliti Aswaja NU Center Kota Blitar, H. M. Abd Rouf, Lc., Grad.Dip, MA menjelaskan bahwa sebetulnya KH Hasyim Asy’ari memahami kerangka amar ma’ruf nahi mungkar dalam konteks yang sangat toleran.  Kalau di dalam Al-Quran, amar ma’ruf nahi mungkar itu semuanya lebih bersifat lebih preventif.
“Jadi amar dalam amar ma’ruf  itu adalah mengajak untuk mengerjakan. Sebetulnya amar ma’ruf  kalau dalam bahasa Arabnya  bukan memerintahkan tapi mengajak kepada kebaikan. Sementara nahi mungkar itu adalah mencegah kemungkaran .”
“Sementara saudara kita yang berbeda paham pemahaman keislaman nya menafsirkan nahi mungkar adalah mencegah kemungkaran menggunakan kekerasan. Begitu juga amar ma’ruf , yaitu mengajak kepada kebaikan kalau mau, kalau tidak mau ya harus menggunakan kekerasan. Silahkan cek video-video amar ma’ruf nahi mungkar di youtube.com. ” Ucap alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini.
Kemudian bagaimana sikap Ahlussunnah Wal Jama’ah ketika mengajak kepada kebaikan. Ustadz Rouf merinci seperti berikut “Seperti mengajak pada kebaikan, kalau mau alhamdulillah, tapi kalau tidak mau ya sudah. Misalkan saja, kita mengajak orang untuk Shalat dalam melakukan kebaikan, kita lakukan dakwah dengan kebijaksanaan.” Ungkap ayah satu anak ini.
Beberapa ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah yang menjadi ciri ajaran dan selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Pertama adalah tawassuth yaitu sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Kedua, at-tawazun atau seimbang dalam segala hal, termasuk dalam penggunaan dalil ‘aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Ketiga, al-i’tidal atau tegak lurus. Keempat adalah amar ma’ruf nahi mungkar , yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
“Pemahaman-pemahaman amar ma’ruf nahi mungkar  itu mengajak dan mencegah bukanlah pemerintah dengan paksaan hingga merusak atau melarang dengan kekerasan.” Katanya.
Pada hakikatnya amar ma’ruf nahi munkar merupakan bagian dari upaya menegakkan agama dan kemaslahatan di tengah-tengah umat. Dan melarang untuk mencegah adalah konsep dari nahi mungkar.
Dialog interaktif  sinau bareng sambung roso ini di gelar oleh Insan Nusantara yang bertempat di Markas Pusat Latihan PORSIGAL Kunir Wonodadi, Kab Blitar. Dihadiri puluhan ahli beladiri.

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.