Cara Berpikir Salafi-Wahabi

Berikut ini sebagian uraian dari cara berfikir Salafi Wahabi, yaitu :
1. Mengampanyekan jargon kembali kepada al-Qur’an dan hadis dengan meninggalkan madzhab fkih serta pandangan ulama terdahulu.
2. Memahami al-Qur’an dan hadis secara tekstual dan itdak menggunakan perangkat pengetahuan yang biasa digunakan ulama untuk memahami al-Qur’an dan hadis: misalnya, ushul fkih, ilmu tafsir, ilmu hadis, ilmu bahasa, dan lain-lain.
3. Memahami al-Qur’an dan hadis sepotong-sepotong dan tidak mengonfrmasi dan menyesuaikannya dengan ayat ataupun hadis lainnya.
4. Menganggap setiap amalan yang tidak ada dalil spesifknya dalam al-Qur’an dan hadis sebagai bid’ah.
5. Memahami setiap perbuatan yang tidak dilakukan Rasulullah sebagai bid’ah dan haram dilakukan.
6. Meyakini bahwa andaikan perbuatan itu boleh dilakukan, sudah past dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
7. Mengajak orang untuk kembali kepada al-Qur’an dan hadis, serta meninggalkan madzhab fkih, tetapi mereka malah sering merujuk pendapat tokoh-tokoh mereka.
8. Memahami permasalahan dari bungkusnya saja, tanpa melihat isi dan substansinya.
Diadopsi dari Buku Pintar Salafi Wahabi yang diterbitkan oleh Harakah Islamiyah