Khilafah

Fakta Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara, Ustadz Arif: Islam Berkembang Melalui Budaya

Blitar – Pembelokan sejarah yang dilakukan kelompok khilafahisme selama ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Termasuk bagi kalangan masyarakat Blitar. Perlu kiranya masyarakat yang tahu untuk meluruskan sejarah yang terbelok itu. Diskusi pelurusan sejarah yang dilakukan Aswaja Center Kota Blitar pada acara Podcast Aswaja, menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Peserta sangat antusias memperhatikan kata demi kata yang terucap dari Arif Muzayin, badayawan-sejarawan Blitar. Seperti mengutip Republika.co.id Film “Jejak Khilafah di Nusantara” yang tayang secara virtual selalu menyisakan polemik. Tayangan tersebut pun akhirnya diblokir

NU – PKI SETERU ABADI

Oleh Ayik Heriansyah, Pengurus LD PWNU Jabar 1. PKI dan NU seteru abadi baik secara agama maupun politik. PKI anti agama, NU sangat agamis. PKI ingin membentuk negara komunis, NU mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45. 2. Perseteruan NU dan PKI berujung pada bentrok fisik. Sejak pra pemberontakan PKI di Madiun 1948 sampai pra G 30 S 1965 benturan-benturan fisik terus terjadi. Benturan-benturan fisik ini tercatat di buku putih yang diterbitkan oleh PBNU dengan judul BENTURAN NU VS PKI. 3. Pada

Aswaja NU Center Kota Blitar Sosialisasikan Wajah Muslim Indonesia

Blitar – Radikalisme berbalut pendidikan juga sudah menyasar anak remaja di Indonesia, demikian ungkap Lilik Purwandi, saat menjadi pemateri dalam acara seminar dan bedah buku “Wajah Muslim Indonesia” yang diselenggarakan Aswaja NU Center Kota Blitar, Ahad (2/2/2020) Islam yang dikenal masyarakat luas dengan sikap yang ramah dan santun, kini berubah wajah menjadi seram dan menakutkan. Meskipun hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja. Penulis buku Wajah Muslim Indonesia, Lilik Purwandi S.Si., M.Si mengatakan menurutnya radikalisme arahnya menyasar anak-anak muda yang galau. Para ekstrimisme

Pengakuan Kader, Cara Menghancurkan NKRI

Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama Arbania Fitriani, sebagai “note” pribadi di facebook. Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam. Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya