Uniknya Masyarakat Gedog Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Kota Blitar – Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Di Kota Blitar, banyak sekali keragaman budaya, juga tradisi, termasuk pada saat merayakan hari besar Islam seperti Maulid Nabi. Setiap kecamatan memiliki budaya sendiri dalam memperingati Maulid Nabi, yang dalam Islam merupakan peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.
Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Mutaalimin, Muhtar Lubby, M.Ag mengatakan, makna dari peringatan Maulid Nabi adalah sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dan menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan bagi umat Islam.
“Inti dari acara Maulidan adalah mempertebal keimanan, meyakinkan tentang keesaan Allah, dan berusaha menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri tauladan. Dan jangan lupa untuk terus belajar mengaji,” kata Gus Lubby, saat menghadiri pengajian atau Parade Sholawat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah di halaman Masjid Nurul Huda Ngegong Gedog Kota Blitar, Ahad (17/11/19).
Gus Lubby mengapresiasi penyelenggaraan Parade Sholawat di halaman Masjid Nurul Huda tersebut karena dinilai merupakan bentuk dukungan masyarakat untuk shalawat.
Kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H diawali sholawat Nabi Muhammad SAW oleh semua Umat Muslim yang hadir.
Pewarta: Alim Sulaiman

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.