Radikalisme

Metode Penyebaran Radikalisme

Blitar, PCNU Kota Blitar berulang kali menyampaikan tentang bahaya radikalisme. Tak hanya jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Kota Blitar, sejumlah masyarakat Blitar juga turut mengutarakan itu secara terbuka kepada publik. Sempat ada usulan penggunaan istilah baru untuk disematkan pada kelompok berpaham radikal. Istilah yang diusulkan itu adalah manipulator agama. Lantas apa saja metode penyebaran radikalisme? Berikut beberapa metode yang berhasil dihimpun penulis: Buku-buku, risalah dari penjara, video provokatif Majalah, media cetak online termasuk media sosial, whatsapp, facebook, instagram, twitter, website dan lain sebagainya Melalui kegiatan

Cara Mujarab Membendung Radikalisme, Mantan Teroris: Ber NU dengan Konsisten

Blitar – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Blitar, pada Ahad (1/12/2019) bertempat di Aula KPRI Kota Blitar, menggelar sarasehan menangkal gerakan radikalisme dengan moderasi agama (memperkuat dai moderat berdivisi keummatan dan kebangsaan) guna mewujudkan situasi kantibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kota Blitar. Acara kerjasama antara PCNU Kota Blitar dengan Kemenag Kota Blitar ini dihadiri ketua PCNU Kota Blitar Dr. Habib Bawafi.M.HI, dan Drs. Solekan. M.PdI dari Kemenag Kota Blitar. Acara tersebut dihadiri semua unsur PCNU Kota Blitar baik

Karena Kalah Semua Jadi Salah

Generasi kalah, maka semuanya jadi salah. Perkara mubah jadi haram. Masalah muamalah jadi aqidah. Beda fiqh jadi dkafirkan. Ribut perkara siyasah, pahal ujungnya cuma jadi siasat. Sudah miskin tradisi dan rendah literasi, tambah lagi mental orang kalah dalam hal budaya, ekonomi dan politik. Cadar yang menutup tubuhmu itu gak seberapa. Yang parah itu kalau sampai menutupi dirimu dari pandangan dan perspektif yang berbeda seolah dirimu lebih baik dan lebih benar, dan selain dirimu dan kelompokmu keliru. Jidat hitam itu gak perlu dipersoalkan.

Pengakuan Kader, Cara Menghancurkan NKRI

Testimoni ini ditulis oleh seorang mantan kader PKS dari UI bernama Arbania Fitriani, sebagai “note” pribadi di facebook. Pertama-tama, saya menuliskan pengalaman saya ini tidak untuk menjatuhkan atau menjelek-jelekkan salah satu partai besar di Indonesia. Saya hanya ingin berbagi pengalaman untuk menjadi bahan renungan para pembaca agar dapat lebih mengenal PKS dari dalam. Tulisan ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengenal PKS secara objektif, agar rakyat Indonesia mengetahui apakah PKS benar-benar mengusung kepentingan rakyat Indonesia atau justru sedang mengkhianati masyarakat dan para kadernya