Meraba Islam di Indonesia, Kini dan Nanti

Islam datang dengan penuh kelembutan, didakwahkan oleh manusia yang penuh teladan dan diakui kebenarannya oleh lawan dan kawan. Islam tidak mengatur urusan ibadah semata, namun segala sisi kehidupan manusia. Komprehensif. Islam merupakan agama Allah yang langsung diturunkan kepada suri teladan terbaik bagi umat manusia, Nabi Muhammad Saw.
Muhammad Saw membawa Islam dengan penuh kelembutan, tak ada satu helai pun bulu dari umatnya yang runtuh karena kekerasan. Beliau juga berpesan, “Tidaklah dikatakan muslim bila ia tidak mampu melindungi orang di sampingnya dari gangguan lisan dan tangannya”.
Indonesia merupakan negara yang 85 persen penduduknya beragama Islam, menjadikannya negara muslim terbesar di dunia. Indonesia juga yakin, Islam adalah agama rahmatal lil alamin yang membawa kebenaran dan kedamaian.
Meski demikian, hal itu diingkari oleh sejumlah negara Eropa dan Amerika karena aksi teroris seperti Osama bi Laden, Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS), Al-Qaeda, dan lain sebagainya. Itulah yang menyebabkan Islam digeneralisasi sebagai agama penghasil teroris.
Indonesia adalah negara Islam terluas, tapi masyarakatnya rata-rata tertinggal. Di kalangan umat Islam sendiri terus terjadi pertentangan, percekcokan, perpecahan, bahkan peperangan, sehingga umat Islam di Indonesia mudah dikuasai dan diadu-domba. Hal itu terjadi karena umat Islam memecah diri serta menggolong-golongkan dirinya berbeda dengan yang lain. Mereka membanggakan golongannya dan menginginkan hegemoni atas golongan atau kelompok lain.
Ditambah lagi dengan pemberitaan sejumlah media massa yang terus memojokkan Islam, bahkan lebih parahnya lagi ada sejumlah media secara gamblang menulis Islam adalah “agama teroris’. Menanggapi permasalahan tersebut, kita perlu bekerjasama dan bekerja keras di antara semua umat Islam dan semua pemeluk agama di Indonesia.
Seluruh umat Islam di Indonesia, entah dari golongan mana pun harus menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya, yaitu tidak pernah mengajarkan perpecahan, pemberontakan, dan terorisme. Oleh karena itu, semua umat dari golongan mana pun harus bersatu, bekerjasama untuk menghidupkan kembali nilai-nilai ajaran agama Islam.
Jika saja semua umat Islam di Indonesia berpegang teguh pada Alquran dan Hadis serta mengesampingkan perbedaan, maka subhanallah, Islam akan berdiri dengan tegaknya, dihormati oleh kawan dan lawan, menjadi agama populer.
Generasi Y dan Z yang berlandaskan Islam dan terpapar oleh teknologi justru sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan di antara seluruh golongan umat Islam, lalu melakukan hal-hal yang berdampak positif. Kegiatan keislaman yang pergerakannya besar, menyelami seluk-beluk perbedaan, dan menghadirkan persatuan, kerjasama, serta toleransi sebagai kearifan lokal.
Antara satu golongan dengan golongan lain membuat proyek bersama. Misi besar harus dimulai saat ini. Tanpa adanya perpecahan dan perdebatan. Walaupun banyak ancamanya, banyak kendalanya, kita harus tetap bersatu. Kegiatan sekecil apa pun harus tetap dijalankan.
Maka itu, idealisme akan terpuaskan. Kegelisahan masyarakat akan kompleksitas masalah sedikit terurai. Masa depan memang tidak dapat diprediksi, tapi setidaknya persiapan harus tetap dilaksanakan. Islam akan menjadi agama kebanggaan umat bahkan hingga satu hari sebelum hari kiamat. Sebuh komitmen juang bersama yang bukan saja untuk diri sendiri, melainkan juga untuk negara.
Agar pertumbuhan umat Islam ke depan menjadi rahmat bagi sekalian alam, bukan malah menjadi musibah. Allah Swt berfirman, “Dia tidak menjadikan di dalam agama ini suatu kesempitan bagi kalian.” (QS. Al-Hajj: 78).
Wallahu a’lamu bish-shawwab.

No comments yet.

Leave a comment

Your email address will not be published.